Berdayakan Guru Kontrak

SEKRETARIS  Dinas  (Sekdis) Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kepahiang, Drs H Holil menyarankan, agar berdayakan tenaga guru kontrak sebagai solusi kekurangan guru di pedesaan. Karena  guru kontrak nantinya difokuskan untuk ditempatkan di sekolah-sekolah yang berada di luar Kota Kepahiang.

Menurut Holil, guru kontrak direkrut untuk mengajar bukan sebagai staf. Sebagaimana yang terjadi saat sekarang ini banyak guru kontrak yang ditugaskan sebagai staf perpustakaan.

“Evaluasi yang kita lakukan, diketahui bila saat ini tenaga kontrak yang berada di kota ini banyak ditempat di perpustakaan ataupun staf di TU. Padahal tenaga kontrak itu untuk mengajar,” tegas Holil.

Holil menjelaskan, guru kontrak akan diterjun ke daerah tertinggal dan akan mendapatkan gaji yang berbeda dari sebelumnya.

“Pembenahannya nantinya mengenai gaji. Untuk gajinya akan lebih besar, sehingga mereka berlomba-lomba untuk jadi guru di desa-desa,” sampainya.

Bila rencana ini terealisasi, secara otomatis tidak akan mengeserkan posisi guru PNS yang sudah mengajar di ibukota kabupaten. Apa lagi yang sudah memilik sertifikasi.

“Takut kita, kalau mereka sudah bersertifikasi, lalu dipindahkan, mereka tidak dapat cukup jam ngajar. Akibatnya berdampak dengan sertifikasi mereka, jadi kita tahan saja di kota,”tutupnya.

Terpisah Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan (BKDPP), Asri Kadir SSos menyatakan, jika pemerataan guru bisa saja dilakukan. “Memang pada prinsipnya BKDPP juga ada peran mengenai pemerataan guru ini. Hanya saja pemerataan guru bisa dilakukan, ketika Dinas Pendidikan menyampaikan data,” jelas Asri.

Bahkan dikatakan Asri, mengenai persoalan kekurangan guru lantaran tidak adanya pemerataan yang lakukan BKDPP menjadi beban. Karena, BKDPP lah yang dianggap bisa melakukan pemerataan bagi kekurangan guru yang terjadi.

“Kedepan kita akan lebih koordinasi lagi dengan Diknas Pendidikan mengenai pemerataan guru ini, terus terang kita beban, pusat kota guru desak-desakan mengajar, sementara dipelosok kekurangan guru. Kita tunggu saja, mengenai pemerataan guru ini,” ungkap Asri. (320)