Beras Seluma Segera Dipatenkan

Beras
Ilustrasi

TAIS,BE – Beras asli Seluma yang saat ini diberi nama Rase segera dipatenkan oleh Pemerintah Kabupaten Seluma melalui Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Distannakbun) bersama dengan kelompok tani yang saat ini sudah mengembankan rase di wilayah Seluma Selatan, Ulu Talo dan Semidang Alas (SA).

“Terpenting kita mematenkan rase ini sehingga menjadi produk unggulan kita. Ditambah lagi sebagai pendorong petani untuk kembali ke sawah,” tegas Kepala Dispertannakbun Seluma Marah Halim SP MP MSi kepada BE kemarin (5/11).

Saat ini rase sudah diberikan karung khusus kemasan 10 Kg dan 20 Kg serta sudah diber cap asli Seluma. Beras yang dikembangkan oleh kelompok tani ini beras organik. Penanamannua dengan jumlah zat kimia yang sangat rendah. Pemupukan juga menggunakan pupuk kandang sehingga tidak banyak mengandung zat kimia dibandingkan pupuk lainnya. Dengan adanya label dan merek dan label ini bisa mempermudah pemasaran ke warga Seluma dan Kota Bengkulu.

“Untuk saat ini di Kecamatan Seluma Selatan yang sudah memproduksi serta mengemas beras Seluma asli, sedangkan dua kecamatan yakni Ulu Talo dan Ilir Talo menyusul. Kami sekarang sedang mengurus hak paten. Sehingga bisa menjadi paten dan asli milik Seluma,” tegas Marah Halim.

Kemudian pada Rabu (9/11) nanti, Rase juga dipamerkan dalam acara yang diselenggarakan Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di Kelurahan Rimbo Kedui, serta Pemkab Seluma melalui Dispertannakbun. Pada acara itu juga dilaksanajan penyerahan bantuan bibit padi unggul pada para petani. Kemudian untuk alat mesin pertanian (alsintan) juga akan diusulkan lagi pada 2017, seperti handtracktor, rice transplanter (alat penanam padi). Alsintan itu diberikan pada kelompok tani yang memenuhi kriteria dan memperhatikan jumlah areal persawahan di wilayahnya. Peralatan pertanian ini juga diberikan dan dikelola secara kelompok, dan bisa digunakan secara bergantian oleh anggota kelompok nantinya.

“Harapan kita 2017 produksi padi di Kabupaten Seluma terus meningkat sehingga Seluma tidak kekurangan beras,” pungkas Marah Halim.

Kepala Desa Lubuk Gio Zusniwati, yang juga petani sekaligus kelompok tani asal Talo sangat mendukung pematenan Rase. Mengingat selama dua minggu sekali dirinya rutin membawa Rase ke Kota Bengkulu untuk pelanggannya. Bahkan setiap minggu pula dirinya mengalokasikan 1,2 ton, namun terkadang kebutuhan lebih banyak ketimbang produksi beras itu sendiri. Untuk itu dirinya menyiasati dengan membeli dan menampung kepada petani langsung. Sehingga gabah yang ada bisa dimanfaatkan untuk lebutuhan.

“Sudah seharusnya rase ini dipatenkan mengingat warga Kota Bengkulu telah banyak mengkonsumsinya,” harapnya. (333)