Bengkulu tengah Butuh Rp 900 M

Benteng
MUSRENBANG : Kepala BP4D Kabupaten Benteng (paling kiri) didampingi Bupati Benteng (dua dari kiri), Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu (dua dari kanan) dan Sekda Benteng (paling kanan) dalam acara Musrenbang, kemarin (4/4). (Foto BAKTI/BE).

BENTENG, BE – Pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbang) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) berlangsung sukses dan lancar di Balai Rafflesia kawasan pusat perkantoran Desa Renah Semanek, Kecamatan Karang Tinggi, Selasa (4/4).

Dalam kesempatan tersebut, diketahui bahwa Kabupaten Bengkulu Benteng membutuhkan dana sekitar Rp 900 miliar untuk mengakomodir seluruh usulan yang masuk. Baik itu usulan yang terangkum dari Musrenbang tingkat kecamatan ataupun usulan kegiatan/program yang berasal dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kabupaten Benteng.

“Dalam Musrenbang kemarin, usulan total diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 900 miliar,” jelas Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, Pengembangan Pembangunan Daerah (BP4D) Kabupaten Benteng, Nurul Iwan Setiawan MSi, usai Musrenbang, kemarin.

Dari seluruh usulan yang terdata, pihaknya akan berupaya keras agar semuanya terakomodir. “Pada tahun 2016, APBD Kabupaten Benteng menembus angka Rp 850 miliar dan mengalami penurunan secara nasinonal pada tahun 2017 hingga mencapai Rp 760 miliar. Kita harap, 2018 APBD kembali meningkat dan mampu mengakomodir berbagai usulan yang masuk,” harap Iwan.

Mantan Kabag Adminsitrasi Pertanahan Setda Pemda Benteng ini menerangkan, hasil dari Musrenbang inilah yang nantinya akan disusun dalam bentuk rencana kerja pemerintah daerah (RKPD).

Diprediksi, penyusunan RKPD ini akan tuntas pada bulan Mei 2017 untuk selajutnya menjadi bahan dalam rapat pembahasan bersama TAPD.

“Dokumen RKPD inilah yang nantinya akan dijadikan landasan bagi TAPD dalam menyusun anggaran tahun 2018 mendatang,” tandas Iwan.

Selain usulan yang menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), beberapa usulan yang terangkum merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Sesuai dengan jadwal, pada tanggal 5-7 April, Pemprov akan menggelar rapat koordinasi bersama forum OPD dari seluruh Kabupaten Kota. Dan kegiatan Musrenbang tingkat Provinsi akan dilakukan pada tanggal 13 April 2017.

Pada kesempatan itulah, seluruh usulan dari Kabupaten Benteng akan kita sampaikan. Penyampaian usulan akan dilakukan langsung oleh Bupati Benteng,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Bupati Benteng, Dr H Ferry Ramli SH MH mengaku ,pembangunan di Kabupaten Benteng akan dilakukan secara maksimal. Baik itu pembangunan yang menggunakan dana APBD Kabupaten Benteng maupun dari APBD Provinsi Bengkulu.

Terkhusus dari APBD Provinsi, Bupati mengharapkan agar pembangunan infrastruktur jalan bisa lebih diprioritaskan.

“Pembangunan jalan-jalan kabupaten dan jalan desa terus dilakukan secar bertahap. Hanya saja, pada jalan provinsi, memang masih banyak yang mengalami kerusakan. Selain itu, kami juga meminta agar dilakukan pemasangan lampu jalan sepanjang jalan provinsi. Selain menekan lakalantas, penerangan jalan akan memperkecil aksi pencurian dan begal,” kata Bupati.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, H Ridwan Mukti SH MH yang menyempatkan diri hadir dalam acara tersebut mengaku bahwa penyaluran dana untuk Kabupaten Benteng akan terus dilakukan secara bertahap. Dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki, pembangunan jalan pun tak bisa dilakukan sekaligus.

“Ditahun 2017 ini, kita telah mengucurkan dana sebesar Rp 80 miliar untuk Kabupaten Benteng dan akan dilakukan penambahan ditahun berikutnya,” tukas Gubernur.

Pantauan BE, pelaksanaan Musrenbang dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga sore hari. Acara diawali dengan persemian gedung serbaguna dan baru dilanjutkan dengan kegiatan Musrenbang.Turut hadir diantaranya, Sekda Benteng, anggota DPRD Provinsi Bengkulu serta unsur pimpinan OPD, Ketua DPRD Kota Bengkulu, anggota DPRD Kabupaten Benteng presedium pemekaran Kabupaten Benteng, dan FKPD jajaran Pemkab Benteng.(135/prw)