Bencana Lebong, 1 Tewas

lebong banjir (1)
LEBONG UTARA, BE – Hujan deras yang melanda Kabupaten Lebong sejak Minggu (7/2) malam hingga Senin (8/2) sore kemarin, membuat beberapa bencana melanda Kabupaten Lebong.  Di Kecamatan Uram Jaya, ratusan rumah warga di tiga desa yakni Desa Lemeu, Desa Pangkalan dan Desa Bentangur terendam banjir akibat meluapnya Sungai Uram dan Sungai Ketahun akibat hujan yang mengguyur Lebong dua hari kemarin.
Dijelaskan Apriani (29), salah satu warga Desa Lemeu, air Sungai Uram dan Sungai Ketahun mulai naik ke rumah warga sekitar pukul 06.00 WIB kemarin, namun kondisi air hanya setinggi mata kaki orang dewasa.  Ketinggian air mulai naik sekitar pukul 09.00 WIB hingga siang kemarin dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.
“Air ini mulai naik sekitar jam 6 pagi tadi. Tapi semakin siang air tambah naik sampai lutut orang dewasa, apalagi kondisi hujan tidak berenti sampai siang tadi (kemarin, red).  Mudah-mudahan sampai malam nanti ketinggian air tidak bertambah,” jelas Apriani.
Berdasarkan pantauan BE dilapangan, hingga sore kemarin belum ada warga yang mengungsi akibat banjir tersebut. Namun, warga sudah mengungsikan barang-barang di rumahnya ke tempat yang lebih tinggi karena dikhawatirkan air mulai masuk ke rumah warga yang kebanyakan rumah panggung.  “Memang air belum masuk ke rumah, tapi seitar 5 cm lagi air masuk kalau hujan tidak berhenti. Makanya kami siap-siap membereskan barang-barang untuk antisipasi jangan sampai air semakin tinggi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Lemeu Rapani mengatakan air mulai masuk kepemukiman warga sekitar pukul 06.00 WIB dan perlahan ketinggian air mulai meningkat hingga merendam rumah warga. “Kita memang sudah menjadi langganan banjir. Terdapat ratusan rumah yang terendam namun belum ada warga yang mengungsi karena memang sudah menjadi daerah langganan banjir saat musim penghujan seperti ini,” ujar Kades.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, Drs Syamsul Bahri mengungkapkan bahwa saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) dari BPBD Kabupaten Lebong sudah turun ke lokasi bencana. Untuk banjir di Kecamatan Uram Jaya kondisi terparah di Desa Lemeu dengan ketinggian air sekitar 50 cm. “Kita sudah siapkan satu perahu di Desa Lemeu untuk mengevakuasi warga jika kondisi air semakin naik,” ungkap Syamsul.
Sementara itu, lajut Syamsul, bencana juga terjadi di Kecamatan Rimbo Pengadang, tepatnya di Desa Teluk Dien, meluapnya aliran Sungai Ketahun akibat hujan deras mengakibatkan jembatan gantung yang berada di Desa tersebut putus terseret air.  Tak hanya itu, pelapis tebing yang dibangun di sekitaran jembatan itu juga ikut longsor terseret arus.
“Selain merobohkan jembatan, pelapis tebing sepanjang 100 meter juga ikut longsor akibat terseret arus sungai. Memang hari ini (kemarin, red) hampir di seluruh wilayah Lebong diguyur hujan sehingga mengakibatkan aliran Sungai Ketahun meningkat. Sementara itu tebing yang berada di Desa Talang Ulu yang sebelumnya sudah mengalami longsor juga kembali longsor dan nyaris menutup badan jalan,” jelas Syamsul Bahri yang dihubungi melalui ponselnya kemarin.
Untuk itu, kata Syamsul, pihaknya meminta agar warga yang berada di bantaran sungai untuk mewaspadai meningkatnya debit sungai akibat hujan yang melanda Lebong selama dua hari ini. “Kita imbau warga untuk waspada, terutama warga yang berada di daerah yang rawan bencana seperti banjir, longsor dan lainnya,” kata Syamsul.

Jalan Lintas Lebong-Curup Macet 6 Jam
lebong banjir (2)Di bagian lain, hujan deras juga mengakibatkan pohon besar berdiameter sekitar 30 cm yang berada di Desa Sukasari Kecamatan Lebong Selatan tumbang sekitar pukul 13.00 WIB.  Akibatnya lalulintas yang menghubungkan Kabupaten Lebong dan Kabupaten Rejang Lebong lumpuh total hinga mencapai 6 jam lebih. Akibatnya antrean kendaraan pun mencapai 5 Km lebih.
“Pohon ini tumbang sekitar jam 1 tadi, motor dan mobil dari arah Lebong maupun Curup tidak bisa lewat karena seluruh badan jalan terhalang pohon besar ini,” jelas Rifki salah satu pengendara roda empat.
Bahkan, hingga pukul 18.30 WIB kemarin warga yang dibantu anggota Koramil Lebong Selatan dan Polsek Lebong Selatan masih melakukan pemotongan pohon dengan menggunakan mesin chain saw dan parang. “Saat ini kita masih melakukan pemotongan pohon dengan dibantu warga dan anggota TNI,” jelas Kapolres Lebong AKBP Zainul Arifin SE MH melalui Kapolsek Lebong Selatan Iptu Agus Norman SH.

Satu Warga Tewas
Selain meyebabkan kemacetan parah, pohon tumbang tersebut juga mengakibatkan satu warga meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang tersebut. Warga yang meninggal tersebut yakni Arkon bin Suud (19) warga Kecamatan Lebong Selatan.
Berdasarkan data yang diperoleh, kronologis kejadian tersebut terjadi saat korban sedang berjalan kaki hendak mengambil bambu, saat ini kondisi cuaca sedang hujan deras yang disertai angin kencang.
“Nah korban yang saat itu sedang berada di bawah pohon karena sedang mencari bambu tertimpa pohon yang tumbang akibat ditiup angin kencang tersebut. Saat ini jasad korban telah disemayamkan di rumah duka,” jelas salah satu anggota Koramil Lebong Selatan, Kopral Nopal kepada wartawan, kemarin.
Bahkan berdasarkan pantaua BE, satu mobil ambulan dari arah Bengkulu yang membawa jenazah warga Kelurahan Kampung Jawa juga ikut terjebak kemacetan. Bahkan jenazah pun dipindahkan ke mobil ambulance lainnya yang menunggu dari arah Lebong. (777)