Belasan Rumah Hanyut

Debit Sungai Jenggalu Meningkat

User comments
HANYUT: Puluhan rumah warga di Kelurahan Kampung Bahari, sebagian rusak parah dibawa arus Sungai Jenggalu yang bermuara ke Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu.( Foto ERICK/BE).

BENGKULU, BE – Sebanyak 12 unit rumah yang berada di kawasan RT 12 RW 03 Kelurahan Kampung Bahari Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu rusak parah dan hanyut diterjang aliran Sungai Air Jenggalu.
Hal ini disebabkan debit air Sungai Jenggalu meningkat karena beberapa malam ini, Kota Bengkulu Bengkulu dan Kabupaten Seluma dilanda hujan.
Meningkatnya arus air yang bermuara di Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu ini, dirasakan oleh masyarakat Kampung Bahari sekitar pukul 04.00 WIB dini hari, Kamis (10/11). Dua jam kemudian, sekitar pukul 06.00 WIB warga setempat warga setempat mulai dihebohkan dengan meningkatnya air hingga masuk ke dalam rumah bagian belakang.
Akibatnya 12 rumah warga mengalami kerusakan dan sebagian belakang rumah hanyut. Rumah yang hanyut itu ditempati oleh Yanto, Jumangin, Ramli, Ridwan, Gitar Manik, Samsudin, Efendi Ssos, Heriyanto, Martoni. Sementara Saibana dan Sandro Goeman yang rumahnya hampir rata dengan tanah telah menempati rumah yang telah disediakan oleh pihak pemerintah.
Selain hampir meratakan puluhan rumah warga, meluapnya Sungai Air Jenggalu telah merobohkan 3 batang pohon kelapa yang berjarak lebih kurang 6 meter dari bibir sungai.
Dengan kejadian ini, para warga yang terkena musibah ini, harus diungsikan ke kawasan RT 18 yang tidak terkena musibah. Menyikapi musibah ini, pihak kecamatan, kelurahan, Polsek Kampung Melayu dan pihak TNI, cukup sigap membantu warga yang sedang terkena musibah.
Menurut Bahari Akbar, yang rumahnya terkena abrasi, mengatakan, banjir seperti ini teah dirasakan olehnya setiap warga Kampung Bahari terutama kawasan RT 12 setiap tahunnya. Kejadian ini bisa dimulai dari bulan Agustus hingga Desember pada musim hujan berlangsung. Akan tetapi dirinya menyayangkan instansi terkait masih kurang tanggap. “Kami sangat menyayangkan kurang tanggapnya pemerintah mengantisipasi hal ini,” ujar Bahari.
Sementara Lurah Kampung Bahari, Elli Mesliana, mengatakan pihaknya sudah mengungsikan warga yang rumah terkana musibah ke kawasan RT 18 yang lokasinya aman. Khusus 2 warga yang rumahnya rusak, diberikan bantuan rumah khusus nelayan.
“Khusus dua keluarga yang rumahnya rusak berat, mendapatkan fasilitas rumah nelayan segera kita suruh untuk menempatinya,” jelasnya.
Sedangkan untuk ke 10 warga lainnya, kata Elli, masih diungsikan di RT 18. Mengenai tindakan pemerintah selanjutnya, akan diprioritaskan untuk menempati fasilitas perumahan nelayan yang sedang dibangun. Sementara untuk bantuan masa panik, hingga tengah hari kemarin para warga baru mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial berupa dua unit tenda, selimut, beras dan makanan lainnya.
“Sementara untuk pihak lainnya, kami belum mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Kapolsek Kampung Melayu Iptu Yudha Setiawan SH, menyikapi peristiwa ini, ia sudah mengerahkan seluruh anggotanya untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah.
Anggota dibagi menjadi dua bagian untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Padang Serai yang juga terkena musibah banjir. “Saat ini kita sedang menunggu rekan-rekan dari Tagana, Dinsos, dan BPBD,” ujarnya.

//Warga Mulai Bersihkan Rumah
Pasca banjir yang melanda komplek perumahan Wonder Residence City di Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu pada Rabu malam (9/11) satu per satu warga mulai kembali untuk membersihkan rumah dan mengumpuli barang-barang berharga yang masih tersisa. “Hancur, rusak galo, tv rusak, mesin cuci rusak, motor rusak,” keluh Sarni warga yang menempati rumah No. 18 perumahan Wonder Residence City kemarin (10/11).
Ia menjelaskan, hampir seluruh barang-barang elektronik miliknya rusak dan tidak bisa lagi digunakan. Selain itu 1 unit Mobil Sedan Mazda dan 1 sepeda motor Honda Tiger miliknya rusak parah dan tidak bisa hidup lagi.
“Mobil juga rusak parah, harus turun mesin, motor juga. Sekarang lagi dibawak suami ke bengkel,” keluhnya. Sarni juga menjelaskan tidak hanya barang-barang elektronik saja, tetapi banjir juga merusak bagian rumah mereka. “Lihatlah ni semua tembok kotor kena lumpur, udah kacau semua, kasur, baju, semuanya tidak bisa dipakai lagi,” beber Sarni.
Selain itu, Kamis malam, ia bersama 3 KK lainya terpaksa menginap di tempat pengungsian yang ada di depan komplek perumahan karena banjir belum surut. “Malam tadi terpaksa nginap di tempat pengungsian karena airnya belum surut dan malam tadikan juga hujan deras lagi,” ungkapnya.
Warga lainnya, Totok, menjelaskan, ia juga mengalami kerugian kerusakan 2 unit sepeda motor dan semua barang-barang elektornik. Ia juga mengaku akan menuntut ganti rugi kepada pihak developer atas semua kerusakan yang dialami karena banjir tersebut.
“Nanti mau kumpul dulu sama semua warga, rencananya kita mau nuntut ganti rugi, ini rusak semua tidak bisa dipakai lagi,” ujarnya.
Totok juga menyayangkan lambatnya pihak developer mengatasi masalah drainase di komplek tersebut sehingga mengakibatkan banjir terjadi. “Ini bukan perumahan, ini rumah apung namanya, rumah kodok, tak layak huni,” sesalnya,
Ia berharap Pemerintah Kota Bengkulu segera menyelidiki perizinan pembangunan komplek perumahan Wonder Residence City.
Berdasarkan pantauan Bengkulu Ekspress kemarin, (10/11) belum semua warga kembali kerumahnya, mereka masih mengkhawatirkan akan terjadinya banjir susulan mengingat sekarang merupakan musim hujan.

//Hujan Hingga Desember
Perkiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bengkulu kemarin, (10/11) menyebutkan bahwa seluruh daerah di Provinsi Bengkulu akan mengalami hujan dari intensitas sedang hingga deras dari bulan Oktober hingga Desember 2016.
Kepala BMKG Bengkulu melalui Kasi Data dan Informasi, Sudianto, SP mengatakan berdasarkan pantauan dari satelit suhu muka laut di Provinsi Bengkulu menghangat dan awan kumulonimbus (cb) terlihat banyak sehingga mengakibatkan peluang terjadinya hujan itu besar.
“Khusunya untuk satu minggu kedepan intensitas hujannya ringan sampai sedang, kalau kemarinkan itu lebat,” jelasnya. Ia menambahkan potensi hujan deras besar kemungkinan terjadi dalm seminggu kedepan yaitu di Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Lebong, Kabupaten Seluma, Kabupaten Muko-muko.
“Sebenarnya hampir merata, tetapi intensitas yang agak lebatnya itu didaerah-daerah tersebut,” ungkap Sudianto. Untuk Kota Bengkulu sendiri perkiraan hujan untuk seminggu kedapan itu dengan intensitas sedang. Lanjutnya, hujan diperkirakan terjadi dari sore hingga malam hari.
Terkait dengan banyaknya daerah di Bengkulu yang terkena banjir, Sidianto SP mengatakan hingga akhir tahun nanti Bengkulu akan mengalami musim hujan. Ia menghimbau, kepada masyarakat Bengkulu yang tinggal didaerah rendah untuk mewaspadai banjir.
“Biarpun hujannya dengan intensitas rendah, tapi kalau daerahnya rendah dan hujannya lama itu juga bisa banjir,” ungkapnya. Selain daerah rendah ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari daerah-daerah tebing karena dengan masuknya musim hujan ini kemungkinan terjadinya longsor itu tinggi.(614)/cw1)