Belasan Hektar Sawah Kebanjiran


lonsor rumah warga 1 Rumah Diterjang Longsor

BERMANI ILIR, BE – Belasan hektar sawah milik petani di Kecamatan Bermani Ilir Kepahiang diterjang banjir. Ini setelah aliran Sungai Kemanis yang berasal dari Air Susup dan Air Bermani yang mengaliri daerah tersebut meluap dengan ketinggian mencapai 2 meter lebih.

Selain itu hujan deras yang terjadi di Kabupaten Kepahiang juga mengakibatkan 1 unit rumah warga di Kelurahan Keban Agung, Roy Niko (22) mengalami kerusakan berat diterjang longsor.
Data terhimpun, peristiwa longsor dan banjir ini terjadi pada Rabu (24/2) sekitar pukul 18.00 WIB. Kala itu kebanyakan warga baru pulang dari areal perkebunan kopi miliknya. Untuk banjir akibat luapan air sungai mengakibatkan sekitar 13,5 hektar (Ha) areal persawahan warga setempat terancam gagal panen.

Menurut keterangan korban longsor, rumahnya diterjang longsor terjadi sekitar pukul 17.30 WIB kemarin (Rabu, red) disaat hujan turun dengan lebatnya. Waktu itu hanya dirinya dan sang istri Epni saja yang berada didalam rumah semi permanen tersebut. “Anak kami yang bernama Zaki sedang berada di rumah neneknya. Longor datang tiba-tiba saja, dan langsung menghantam dinding rumah yang berada di pinggir tebing,” ungkap Roy, Kamis (25/2).

Dinding rumah, mulai dari depan hingga belakang langsung ambruk. Beruntung waktu itu Ia cepat menghindar, hanya saja istrinya sempat terjepit akibat reruntungan bangunan dan mengalami luka di bagian kaki. “Sejauh ini bantuan masa panik sudah kami terima, kami berharap nantinya dapat diberikan bantuan untuk memperbaiki rumah kami,” harap Roy.

Sementara itu, Lurah Keban Agung, Musa Zaini mengatakan, hujan deras bukan hanya menyebabkan terjadi bencana longsor dan menghantam rumah korban, tetapi areal persawahan warga juga terendam banjir yang merupakan dampak meluapnya sungai Air Kemani. “Pendataan yang kita lakukan, untuk korban Roy mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 11 juta,” kata Musa.
Sedangkan areal persawahan, sambungnyam, ada yang sudah siap panen dan ada juga yang mengalami longsor atau abrasi. Untuk yang siap panen, namun terendam banjir diantaranya milik Eni Suryani, Fahrur Rozi, Badri, Ngalimun, Marwi, Darsa dan Rangga dengan luas masing-masing 1 Ha. “Yang sawahnya abrasi diantaranya milik Dedi Mulyadi dengan luas 1,5 Ha, kemudian Juarsa, Ropia, Darsa, Rizal Pahlevi dan Taufik Rahman masing-masing luas 1 Ha. Selain itu warga atas nama Ilham, padinya hanyut sebanyak 8 karung,” terang Musa.

Pantuan kemarin, pasca terjadinya peristiwa itu Bupati Kepahiang, Dr Ir Hidayatullah Sjahid MM langsung mendatangi lokasi dan menyerahkan bantuan masa panik. Disisi lain sejumlah anggota TNI yang dipimpin Komandan Pos Bermani Ilir, Serma Marsidi membantu korban Roy membersihkan sisa-sisa reruntuhan rumah dan bekas longsor secara gotong royong.

Bupati Beri Bantuan
Disisi lain, Bupati Kepahiang DR Ir Hidayatullah Sjahid MM yang meluangkan waktu mengunjungi lokasi longsor dan banjir, meminta sejumlah instansi terkait segera menyikapi bencana banjir dan longsor tersebut. Sehingga nantinya kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Untuk korban longsor, sementara ini baru bantuan masa panik yang bisa kami berikan. Nanti saya minta kepada SKPD terkait agar korban ini dibantu, supaya rumahnya diperbaiki dan bisa kembali ditempati oleh korban bersama keluarganya,” tegas Dayat.

Sementara, lanjut Dayat, untuk areal persawahan yang terendam banjir, Ia meminta Dinas Pertanian dan Tamanan Holtikulutura (Dispertan) juga mencari solusinya.

“Jangan dibiarkan saja, apalagi peristiwa seperti ini bukan kali pertama terjadi. Sawah ini sangat penting keberadaannya, mengingat saat ini pemerintah pusat sedang menggalakkan ketahanan pangan,” tandas Dayat.(505)