Bedah Rumah Yayasan Polres, Pemilik Rumah Merasa Mimpi

RIO-POLRES BKL BEDAH RUMAH WARGA TAK MAMPU (1)

Donasi yang dikumpulkan Yayasan Polres Bengkulu Peduli berkerjasama dengan Harian Bengkulu Ekspress mulai dikucurkan. Kemarin (18/2), bedah rumah perdana mulai dilakukan. Sasarannya rumah keluarga Afrizon warga Desa Betungan RT 038 RW 005 Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.

ALFI KURNIA, KOTA BENGKULU

Yunita (30), istri dari Afrizon (28), sambil menggendong putra bungsunya tak kuasa menahan airmata yang jatuh melewati pipinya. Sebab, dengan pandangan kasat mata ia melihat langsung rumahnya yang berukuran 2X4 meter persegi dibongkar habis aparat Polres Bengkulu sekitar pukul 09.50 WIB kemarin.

Puluhan anggota kepolisian yang dikerahkan Kapolres Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta SIK perlahan membongkar dinding rumah yang terbuat dari triplek dan tempelan baliho. Kemudian, puluhan anggota kepolisian itu membongkar atap rumah yang terbuat dari seng dan terpal plastik tersebut.

Lalu, setelah rumah yang ditempati oleh Yunita dan suaminya, Afrizon yang keseharian bekerja sebagai pemungut barang bekas, serta 3 orang putranya, bernama Aditia (9), Andi (5) dan Ikbal yang berusia 4 bulan itu, dirobohkan. Puluhan anggota kepolisian langsung meratakan tanah dan memasang pancang untuk membuat pondasi rumah baru yang akan dibangun.

“Serasa seperti mimpi,” ujarnya, sambil menangis tersedu-sedu. Sesekali ia mengusap airmata-nya itu. Ya, ucapan itu merupakan hal yang wajar terucap dari bibirnya.

Sebab, rumah yang telah ditempati selama hampir 4 tahun dan awalnya hanya berdiri dengan bangunan kayu dan triplek yang dibangun secara perlahan atau dicicil. Serta, hanya beralaskan tanah merah yang dilapisi dengan tikar dan karpet plastik itu, berkat mendapat bantuan renovasi dari Yayasan Polres Bengkulu peduli yang bekerjasama dengan Bengkulu Ekspress, akan disulap menjadi rumah yang lebih layak untuk dihuni dengan ukuran 5X6,5 meter persegi.

“Saya terharu dan sangat senang rasanya. Dan saya sangat berterima kasih dengan Yayasan Polres Peduli,” kata Afrizon, dengan raut wajah yang berseri. Tampak senyum kebahagian terpancar dari wajahnya.

Selain itu, Ketua RT 038, Yanto, juga sangat bersyukur atas bantuan bedah rumah yang diterima oleh warganya itu. Dan ia juga berharap Yayasan Polres Bengkulu Peduli bisa terus maju dan berkembang, untuk mensejahterakan masyarakat yang kurang mampu agar mendapat tempat berteduh yang layak.

“Saya selaku Ketua RT di sini sangat berterima kasih dengan Yayasan Polres Peduli ini, terus terang ini yang pertama kami dapatkan. Dan kami juga sangat bersyukur, mudah-mudahan Yayasan ini bertambah maju untuk ke depannya,” ungkapnya.

Dijelaskan AKBP Ardian, Yayasan Polres Bengkulu peduli ini, baru dibentuk pada bulan Januari 2016 dan pelaksanaannya memang sengaja dimulai pada pertengahan Februari. Dalam yayasan tersebut juga terdapat tim survei yang memang bertugas untuk mencari siapa masyarakat yang memang memerlukan bantuan tersebut.

“Persyaratan masyarakat yang bisa mendapat bantuan itu, kalau mau dibangunkan rumah. Ya, rumah itu harus tanahnya yang jelas kepemilikannya. Bukan tanah milik negara atau tanah yang bersengketa,” imbuh Kapolres.

Lanjut Kapolres, sebenarnya yayasan yang dibentuk dengan kepengurusannya ditangani oleh masyarakat sipil itu merupakan bentuk dari perwujudan program revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Oleh karena itu, AKBP Ardian mencanangkan, di mana setiap hari Rabu pagi seluruh jajarannya baik Perwira, Bintara dan Tamtama untuk Apel di Mapolres Bengkulu. Tujuannya, untuk melatih anggotannya dan menjadikan hari Rabu itu, sebagai hari sedekah.

“Itulah kita mendidik dan melatih anggota supaya dia mau menyisihkan sedikit rezekinya, untuk orang yang mungkin lebih membutuhkannya. Alhamdulillah, antusias anggota itu besar, karena setiap minggu jumlah yang kita kumpulkan terus meningkat,” tutup AKBP Ardian Indra Nurinta. (**)