BBM Naik Sengsarakan Rakyat

BENGKULU, BE – Kebijakan pemerintah pusat yang akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada pertengahan tahun ini dinilai hanya akan menyengsarakan rakyat. Sebab, harga BBM meruapakan kebutuhan masyarakat yang sangat vital. Jika BBM naik, maka harga Sembako dan barang-barangnya lainnya dipastikan akan ikut naik.

Kondisi di Provinsi Bengkulu sendiri dipersulit karena tidak ada ketegasan dari pemerintah untuk membatasi kenaikan harga dan tidak berani menurunkan harga barang lainnya bila harga BBM turun.

“Sejak awal kami memang menilai kebijakan menaikkan BBM itu hanya akan menyengsarakan rakyat. Hal itu terbukti, beberapa waktu lalu masyarakat mengeluhkan semua harga barang naik dan semua barang-barang menjadi naik. Parahnya lagi, ketika BBM naik semua harga barang naik, bila harga BBM turun harga barang tidak turun,” kata Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Provinsi Bengkulu, Jonaidi SP.

Ia pun mengaku tidak masalah harga BBM naik, asalkan Pemerintah Provinsi Bengkulu hingga kabupaten/kota bisa menjamin bahwa harga-harga barang lainnya tidak ikut naik. Namun ia pesimis pemerintah daerah bisa melakukan hal tersebut, karena selama ini Pemprov tak kuasa mencegah kenaikan harga-harga tersebut.

Untuk menurunkan harga, lanjutnya, pemerintah hanya bisa melakukan operasi pasar atau menggelar bazar murah. Namun tidak semua bahan kebutuhan yang disediakan dalam bazar murah tersebut, melainkan beberapa item Sembako saja seperti beras, gula dan lainnya.

“Pada dasarnya masyarakat tidak mengeluhkan naiknya harga BBM, karena kendaraan yang mereka miliki paling sebatas sepeda motor. Tapi yang menjadi masalah besar adalah dampak dari kenaikan BBM tersebut membuat semua harga meroket,” bebernya.

Jika BBM benar-benar kembali dinaikkan, Fraksi Gerindra meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu agar menginstruksikan ke pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu untuk melakukan operasi pasar guna menurunkan harga.

“Jika naik, kami minta pemerintah daerah untuk melakukan operasi pasar atau upaya lainnya untuk menstabilkan harga-harga. Jika tidak, maka masyarakat kecil semakin tertindas dan mereka akan semakin kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” pinta anggota dewan Dapil Seluma ini.

Selain itu, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk berkoordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk tidak menaikkan ongkos angkutan, baik ongkos angkutan dalam kota maupun angkutan antar kota dalam provinsi serta antar kota antar provinsi.

Seperti yang dilansir sebelumnya, pemerintah pusat kembali akan menaikkan harga BBM pada pertengahan tahun ini karena Juni hingga September permintaan minyak mentah di negara-negara barat terus melonjak. Diperkirakan, kondisi itu membuat harga minyak dunia akan naik signifikan dan diprediksi harganya per barelnya mencapai USD 60 hingga USD 70. Saat ini harga minyak mentah jenis brent seharga USD 58,16 per barel dan ditetapkan harga BBM jenis premium Rp 7300 per liter dan Solar Rp 6900 per liternya dan diprediksi harga premium setelah kenaikan nanti tidak kurang dari Rp 8.600 per liternya. (400)