Bayi Tanpa Anus Butuh Uluran Tangan, Harus Segera Dioperasi

 

Ist/BE BUTUH PERHATIAN : Inilah kondisi bayi malang yang membutuhkan uluran tangan dari para dermawan.
Ist/BE
BUTUH PERHATIAN : Inilah kondisi bayi malang yang membutuhkan uluran tangan dari para dermawan.

ARGA MAKMUR, BE-Walaupun sebelumnya Dinas Sosial berjanji akan mengupayakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi Balita malang yang lahir tanpa Anus. Namun sayangnya upaya itu kandas. Alasannya orang tua sang balita, tidak termasuk dalam data keluarga yang mendapatkan bantuan dari Dinsos. Akibatnya Dinsos menyerahkan upaya ke Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk dapat membantu pengobatan. Karena itu butuh uluran tangan dari masyarakat.

Sekretaris Dinsos BU Ir Suharto Handayani mengatakan berdasarkan hasil pengecekan pihaknya melalui rekapan data dari Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan bahwa kedua orang tua sang balita tidak termasuk dalam penerima BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sehingga untuk saat ini, pihaknya tidak dapat berbuat banyak untuk membantu pengobatan sang balita. “Sudah kita cek datanya via online dari Kemensos. Namun kedua orang tua balita tidak masuk dalam data tersebut,” ujarnya kepada Bengkulu Ekspress (BE) saat ditemui dikantornya, kemarin.

Ia menambahkan upaya lain yang dapat dilakukan pihaknya yakni dengan mengusulkan data orang tua balita agar masuk dalam data penerimaan KIS. Namun kapan akan dilakukan rekap oleh Kemensos, pihaknya tidak dapat memastikan. Bahkan menurutnya, revisi data yang dilakukan sejak bulan Juli 2016 lalu, hingga saat ini tak kunjung keluar dari Kemensos.

“Paling kita bisa usulkan perbaikan data. Lalu kita masukkan orang tua balita sebagai penerima baru. Namun kapan waktunya, kita tidak dapat memastikannya,” ungkapnya.

Untuk solusi lainnya, terang Suharto dapat diusulkan melalui Dinkes, baik itu biaya pengobatan maupun kebutuhan pendampingan keluarga sang balita ketika dirujuk ke Palembang menjalani operasi.

“Cuba ke Dinas Kesehatan, karenakan Dinkes sebagai leading sektornya, mungkin bisa membantu,” tuturnya.

Sementara, kerabat sang balita malang yang lahir tanpa anus, Bambang menyebutkan sangat mengharapkan bantuan dari seluruh pihak. Mulai dari Pemerintah Daerah (Pemda) BU maupun pihak swasta yang tersentuh hatinya melihat kondisi yang dialami Devanu Anugrah, bayi usia 18 bulan, putra kedua dari pasangan suami istri Saidina Usman dan Herlena warga desa Sawang Lebar Ilir Kecamatan Tanjung Agung Palik.
Karena pihak keluarga kesulitan biaya pengobatan dan pendampingan untuk membawa sang anak menjalani operasi anus di Palembang.

“Kita hanya berharap dari pejabat, pemerintah daerah, pihak swasta dan para dermawan lainnya dapat tensentuh hati melihat apa yang dialami bayi malang ini. kita sangat berharap akan adanya bantuan guna pengobatan sang balita lebih lanjut,” terangnya.

Bambang menambahkan, upaya saat ini dilakukan dengan meminta sumbangan dari para tetangga dan kerabat lain yang berkenan memberikan. Karena usia balita tersebut terus bertambah, dan harapan agar dapat menjalani operasi segera guna perbaikan pencernaan sangat diharapkan.

“Kasihan kami melihat kondisinya seperti ini. apalagi sekarang usianya sudah setahun lebih. Bagaimana masa depan dan kehidupan bayi ini nanti, jika keadaannya terus seperti ini,” pungkasnya.(cw5)