Bayi Ganteng Tanpa Anus, Buang Kotoran dari Perut

bayi-malang3
BUTUH PERHATIAN: Inilah kondisi bayi malang yang membutuhkan uluran tangan dari para dermawan. (Foto IST/BE).

TANJUNG AGUNG PALIK, BE– Devanu Anugrah, bayi usia 18 bulan ini, terpaksa buang kotorannya dari anus buatan terletak di sebelah kiri perutnya, lantaran ia terlahir tidak memiliki anus.

Putra kedua dari pasangan suami istri Saidina Usman dan Herlena warga desa Sawang Lebar Ilir Kecamatan Tanjung Agung Palik BU ini, ketika terlahir tidak memiliki anus layaknya bayi pada umumnya.

Sehingga anus sementara yang dibuat itu, berharap mendapatkan uluran tangan dari para dermawan agar dapat membantu bayi ini, mendapatkan anus secara permanen.

Maklum, karena kedua orang tua Devanu ini, hanyalah sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Parahnya, pendapatan sehari saja dapat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja terkadang sangat sulit, apalagi untuk biaya operasi untuk anaknya, yang diketahui harus dioperasi dirumah sakit Palembang.

Ditambah lagi, pasangan suami istri orang tua Devanu ini, rupanya belum memiliki kartu BPJS, sehingga Devanu terpaksa dirawat di rumahnya saja, dengan keadaan seadanya. “Sebenarnya kami sangat prihatin dengan keadaan keponakan kami ini,” keluh Bambang, kerabat Saydina.

Tapi tak bisa berbuat banyak, karena jangankan untuk melakukan operasi di rumah sakit di Palembang, “untuk makan sehari-hari saja orang tua Devanu ini syukur dapat, karena menunggu upahan dari orang,” katanya.

Sedangkan untuk menanggulangi keadaan Devanu, tidak memiliki kartu BPJS. Selama ini sambung Bambang, Devanu hanya mendapatkan bantuan dari para tetangganya saja, bahkan juga wakil Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata pernah membantu secara pribadi. Sedangkan, bantuan dari pemerintah selama ini belum pernah ada.

“Kalau bantuan dari pemerintah belum ada sampai saat ini, selama ini dibantu dari para tetangga saja. Sejauh ini, pak Wabup Arie pernah memberikan bantuan namun secara pribadi, kalau untuk berobat dan operasi tidak cukup dek, karena biayanya besar, sampai saat ini terpaksa Devanu dirawat dirumah saja, dengan keadaan anus yang dibuat sementara itu,” terangnya.

Ia mewakili keluarga dan orang tua Devanu, sangat mengharapkan adanya uluran tangan dari para dermawan, baik pemerintah maupun pihak ketiga untuk membantu membiayai operasi Devanu, agar menjadi layaknya anak-anak pada umumnya.

Jika ada, bagi para dermawan yang berniat membantu, dapat langsung mendatangi kediaman Devanu di Kecamatan TAP. “Kita dari pihak keluarga sangat berharap sekali, adanya uluran tangan dari para dermawan dan pemerintah daerah untuk kesembuhan Devanu, Kami ingin sekali melihat Devanu, layaknya anak-anak lainnya yang memiliki anus permanen pada umumnya,” pungkasnya.(cw5)