Batu Gajah Dibangun Bertahap

batu_gajah_mukomuko

SAM, BE – Lokasi yang mengalami abarasi (pengkisan air laut) di Desa Padang Bakung, Desa Muara Maras dan Desa Ketapang Baru Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM) bakal dibangun penahan gelombang. Pembangunan penahan gelombang berupa batu gajah itu dilakukan secara bertahap.

“Tahap pertama penanggulangan siaga darurat di tiga desa yang sudah pernah terkena banjir air laut. Pembangunannya dilakukan tahun 2017 mendatang” tegas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BNPD) Seluma Drs H Azwardi kepada BE kemarin (4/11).

Dijelaskan Azwardi, jika ditahun 2016 terlebih dahulu dilakukan penanggulangan darurat bencana. Berikutnya 2017 mendatang barulah dilakukan pembangunan batu gajah di kawasan abrasi air lalut tersebut. Hanya saja, besaran anggarannya belum bisa dipastikan, mengingat BPBD Seluma bersama sekda masih terus melakukan koordinasi dengan BNPB. Hal ini telah rutin dilakukan ke BNPB.

“Untuk anggaran terus dilakukan koordinasi untuk memastikan pembangunannya oleh BNPB,” tegasnya.

Menurut Azwardi saat ini BPBD telah mengajukan bantuan anggaran ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rp 120 miliar. Dana itu untuk membangun breakwater atau pemecah gelombang sepanjang 4000 meter. Sebelumnya akibat abrasi pantai maras, puluhan rumah warga di tiga Desa Padang Bakung, Muara Maras dan Ketapang Baru Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM)terendam air laut sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan oleh pemerintah setempat. Karena jalan nasional yang ada di Kabupaten Seluma terancam putus. Lantaran abrasi pantai yang saat ini sudah mendekati jalan raya.

“Untuk anggran kita belum bisa menegaskan besaran namun jelas pembangunannya dipastikan tahun 2017 mendatang,”singkatnya.

Kepala BPBD Seluma juga mengatakan saat ini ancaman abrasi juga terjadi di Desa Pasar Seluma. Karena air laut juga semakin mendekati pemukiman masyarakat. (333)