Batu Bara Sumbang Ekspor Tertinggi

Batu bara
Batu bara

Nilai Ekspor Naik 116,37 Juta Dolar

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat, total ekspor Provinsi Bengkulu naik pesat pada 2017 mencapai 275,25 juta dolar AS, sementara 2016 hanya 158,88 juta dolar AS atau mengalami kenaikan 116,37 juta dolar AS. Kenaikan nilai ekspor tersebut disumbangkan oleh komoditas batu bara dengan nilai yang cukup tinggi yaitu mencapai 116,35 juta Dolar AS.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Bengkulu, Budi Hardiyono mengatakan, nilai ekspor yang meningkat ini menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang semakin hari semakin baik.

“Total ekspor Bengkulu naik 73,24 persen di tahun 2017 lalu dan jauh lebih tinggi dibanding 2016,” ujar Budi, kemarin (11/2).

Penopang ekspor tertinggi masih dipegang oleh komoditas batu bara dengan nilai 116,35 juta dolar AS diikuti dengan urutan selanjutnya, yaitu komoditas karet dengan nilai ekspor 89,9 juta dolar AS disusul CPO dengan total ekspor mencapai 57,72 juta Dolar AS.

“Komoditas ekspor tertinggi masih dipegang oleh batu bara, karet, dan disusul CPO,” ungkap Budi.

Dilihat dari nilai ekspor melalui Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu, ekspor batu bara meningkat signifikan, pada 2016 hanya 51,57 juta Dolar AS, dan 2017 naik menjadi 88,67 juta Dolar AS.

“Ekspor batu bara melalui Pelabuhan Pulau Baai mengalami kenaikan paling besar dibandingkan dengan tahun 2016 lalu, kenaikannya mencapai 37,1 juta dolar AS,” sambung Budi.

Tidak hanya ekspor lewat Pelabuhan Pulau Baai saja yang mengalami peningkatan, komoditas alam Bengkulu yang diekspor melalui pelabuhan provinsi lainnya juga tumbuh positif. Salah satunya adalah pelabuhan Teluk Bayur Sumatera Barat, pada 2016 ekspor Bengkulu lewat pelabuhan ini hanya sekitar 74 juta Dolar AS, dan 2017 meningkat menjadi 86,6 juta Dolar AS.

“Komoditas dari Bengkulu yang diekspor berupa CPO, karet dan beberapa komoditas lainnya melalui Pelabuhan Teluk Bayur juga mengalami peningkatan hingga 12,6 juta dolar AS,” tutur Budi.

Tak hanya itu, peningkatan ekspor komoditas Bengkulu melalui Pelabuhan Musi Boom Baru, Sumatera Selatan juga mengalami kenaikan, pada 2016 dicatat hanya 27,12 juta Dolar AS namun pada tahun 2017 menjadi 67,9 juta Dolar AS. Begitu pula aktivitas ekspor komoditas Bengkulu lewat Pelabuhan Tanjung Priok yang meningkat signifikan.

“Pada 2016 tidak satu pun komoditas Bengkulu yang diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priok dan sepanjang 2017 telah mengekspor sebesar 20,94 juta dolar AS,” jelas Budi.

Budi mengharapkan, kedepannya komoditas ekspor Bengkulu seperti CPO, karet, kayu olahan, bijih besi dan beberapa lainnya bisa semakin meningkat hingga potensi pertumbuhan ekonomi Bengkulu bisa semakin besar.

“Kami berharap komoditas ekspor Bengkulu terus meningkat hingga bisa membawa petumbuhan positif untuk perekonomian Bengkulu,” tutup Budi.

Sementara itu, General Manager PT Pelindo II Bengkulu, Drajat Sulistyo mengatakan,
pihaknya cukup senang dengan adanya peningkatan ekspor di Provinsi Bengkulu. Belum lagi saat ini sedang pengembangan Pelabuhan Pulau Baai sehingga kedepan diharapkan peningkatan akan lebih maksimal lagi.

Bahkan, peningkatan tersebut telah terlihat dari aktivitas peti kemas domestik Pelabuhan Pulau Baai mencatatkan kenaikan signifikan mencapai 300 persen.

“Sekarang tiga ribu peti kemas, dalam waktu dekat ini kita perkirakan kembali meningkat karena perusahaan retail yang ada di Bengkulu berencana mendistribusikan logistik mereka lewat Pulau Baai,” kata Drajat.

Selain memaksimalkan ekspor, PT Pelindo juga akan memaksimalkan peningkatan aktivitas bongkar muat peti kemas dengan memperluas area terminal. Selain itu juga akan ditambah dengan ruang pendingin untuk bahan makanan yang cepat rusak.

“Jadi, ikan yang akan masuk atau dikirimkan dari Bengkulu maupun komoditas lainnya akan tetap segar, tentu ini akan berdampak positif pada nilai jual dan produktivitasnya juga,” tukasnya.(999)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*