Baru Lahir, Langsung Jalani Operasi Kolostomi

 Kabid TU RSUD Kepahiang Tjari Fauzan SKM MKes bersama petugas ruang anak saat menunjukan kondisi Gibran yang menjalani perawatan pasca operasi.
Kabid TU RSUD Kepahiang Tjari Fauzan SKM MKes bersama petugas ruang anak saat menunjukan kondisi Gibran yang menjalani perawatan pasca operasi.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Baru lahir ke bumi, Gibran Elano sudah harus bertaruh nyawa menjalani operasi kolostomi di RSUD Kabupaten Kepahiang. Operasi kolostomi atau pembuatan anus harus dijalani anak kedua pasangan suami istri Sukarden (38) dan Hemi Susnati (39). Karena terlahir tak memiliki lubang anus. Operasi dijalani Gibran saat umurnya memasuki 18 jam, setelah pengecekan tuntas dilaksanakan tim dokter RSUD Kepahiang.

“Kita memang harus menunggu 18 jam baru bisa memenutuskan, karena operasi sangat tergantung dengan kondisi bayi,” ungkap dr Wulan SPb yang mengoperasi pasien.

Wulan menuturkan, proses operasi tahap pertama dilaksanakan Senin (5/2). Operasi akan kembali berlanjut karena pada tahap pertama baru membuat saluran pembuangan kotoran sementara dengan mengeluarkan usus. Kemudian harus ada 2 sampai 3 kali operasi lagi sampai akhirnya pasien benar-benar bisa memiliki anus permanen.

“Kalau mau pulih secara keselurahan bisa menghabiskan waktu 1 tahun,” ungkap Wulan.
Sukarden mengaku, gembira saat menjalani operasi pertama yang sukses. Sehingga anak kedua dapat dipastikan memiliki anus sebagai mana bayi-bayi lainnya. Dirinya mengaku, mengikuti mekanise dokter dalam menangani anaknya. Sebab sejak lahir anaknya diketahui mengalami cacat bawaan lahir. “Saya senang operasinya sukses, alhamdulillah pelayanan juga bagus,” ucapnya.

Gibran sendiri masih menjalani perawatan intesif di ruang khusus anak RSUD Kepahiang. Selain menunggu pemulihan pasca operasi, juga bayi bersangkutan juga harus mengikuti tahapan operasi lanjutan. (320)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*