Baru 3 Bulan Sudah Rusak

APRI/Bengkulu Ekspress Jembatan yang baru selesai dikerjakan mengalami rusak di jalan nasional Desa Batiknau Kecamatan Batiknau, kemarin (15/4).

BATIKNAU, Bengkulu Ekspress – Anggota DPRD Bengkulu Utara (BU) Dapil Kecamatan Batiknau, Buyung Satria SH sangat kecewa melihat kerusakan aspal jembatan di Desa Batiknau yang baru saja selesai dikerjakan pada awal tahun 2018 ini.

Untuk itu, ia meminta pihak kontraktor dan Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Bengkulu untuk melakukan perbaikan agar para pengendara tidak menjadi korban atas kerusakan itu.

‘’Kerusakan aspal jembatan itu sangat membahayakan para pengendara. Kita minta untuk segera diperbaiki sebelum memakan korban,’’ ujarnya kepada Bengkulu Ekspress dikonfirmasi, kemarin (15/4).

Buyung sangat menyayangkan proyek Rp 6,7 Miliar yang dikerjakan oleh PT Ratu Agung Pitoelas itu tidak dilakukan dengan baik. Padahal dana itu bersumber dari APBN tahun 2017 di bawah Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Bengkulu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) .

‘’Sebenarnya ini sudah sangat keterlaluan. Masa sekelas proyek nasional dikerjakan seperti itu. Apalagi proyek itu baru saja selesai. Maka, kerusakan itu masih dalam tanggungjawab kontraktor, lantaran masih dalam masa pemeliharaan,’’ ungkapnya.

Kerusakan aspal di dekat jembatan Batiknau diduga lantaran timbunan pengerasan lapisan aspal jembatan tidak dikerjakan dengan baik. Karena, belum sampai 1 bulan usai dikerjakan, aspal jembatan turun dan membuat jalan menjadi bergelombang serta berlubang. Bahkan, kerusakan itu sudah beberapa kali ditimbun batu oleh truk yang melintas agar tidak terlalu membahayakan. Namun, tetap saja itu hanya perbaikan sementara.

‘’Masyarakat sangat berharap mendapatkan jembatan yang bagus. Tapi, kenyataannya pekerjaan itu tidak dikerjakan dengan baik, sehingga kerusahakan membahayakan pengendara yang melintas,’’ terangnya.

Berdasarkan papan merk proyek yang masih berada di lokasi, pekerjaan itu dimulai sejak 7 Oktober 2017. Namun, baru dapat diselesaikan pihak kontraktor pada awal tahun 2018. Pelaksanaan pekerjaan memang membuat jembatan baru yang posisinya lebih tinggi dibandingkan jembatan sebelumnya yang kerap menjadi langganan banjir ketika musim hujan.

‘’Jembatan baru ini memang posisinya lebih tinggi untuk menghindari banjir, lantaran sering menjadi langganan banjir di jembatan itu,’’ tuturnya.

Untuk itu, mantan Ketua DPRD BU dari Fraksi Golkar ini meminta agar dilakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin bertambah. Kemudian, ia juga mengharapkan penegak hukum dapat melakukan penyelidikan.

‘’Kalau dibiarkan, bisa tambah parah. Karena aspal yang turun semakin hari semakin bertambah. Kita juga harapkan proyek ini bisa di audit untuk mengetahui kesesuaian dana yang digunakan dengan pekerjaan yang dilakukan,’’ pungkasnya.(816)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*