Banyak yang Tergiur Investasi Bodong Karena…

Seminar Investasi bodong

BENGKULU, bengkulueskpress.com – Hingga saat ini masyarakat di Indonesia termasuk di Bengkulu masih banyak yang ikut dan menjadi peserta aktif dalam investasi ilegal (bodong). Sebut saja D4F (Dream for Freedom) yang saat ini sedang mengalami anti klimaks.

Rektor Universitas Bengkulu, Ridwan Nurazi mengungkapkan, banyak masyarakat yang tergiur dengan investasi bodong yang memberikan keuntungan besar karena sifat manusia yang semuanya ingin serba instan.

“Hal – hal yang bodong di dunia ini sangat banyak. Salah satu penyebabnya karena sifat manusia yang ingin serba instan. Padahal tidak mungkin karena segala sesuatu itu butuh proses,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan dalam seminar nasional mengenai investasi bodong di Hotel Santika Kota Bengkulu, Selasa, (09/02/2016).

Dikatakan Ridwan, investasi bodong biasanya tidak jelas dari sisi hukum dan legalitasnya.

“Kalau tidak jelas jangan dilakukan. Lihat dari aspek legalitasnya saja. Ada tidak dasar hukumnya,” ucap Ridwan.

Invetasi Bodong, lanjut Ridwan, biasanya memiliki jaringan kaki-kaki dibawahnya. Para partisipan diharuskan untuk mengajak orang lain untuk mendapatkan bonus. Orang yang lebih lama menjadi partisipan akan mendapatkan bonus yang lebih besar dari partisipan baru.

“Apakah bisnis kaki-kaki ini adil. Tentu tidak,” katanya.

Kemudian, Rektor Universitas Bengkulu ini mengajak semua masyarakat untuk berhati-hati dalam berinvestasi. Karena bisnis yang dapat survive adalah bisnis yang jujur. (Dil)