Banyak Aset Dinkes Kota Bengkulu Raib

RUDI - Pansus Aset dan Retribusi DPRD Kota Bengkulu tiba di RSUD Kota Bengkulu untuk meninjau pengelolaan aset dan retribusi, kemarin (4)

BENGKULU, BE – Sejumlah aset milik Dinas Kesehatan Kota Bengkulu tidak ditemukan.  Hal ini terungkap dalam inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Bengkulu tentang Aset dan Retribusi ke kantor Dinas Kesehatan Kota dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bengkulu di Jalan Basuki Rahmat, kemarin (14/4).
“Dalam Sidak ini kami temukan di Dinas Kesehatan Kota ada banyak sekali aset yang belum ditemukan.  Khususnya aset yang bergerak. Sementara untuk di RSUD Kota, semua aset komplit,” kata Ketua Pansus DPRD Kota tentang Aset dan Retribusi, Heri Ifzan.
Beberapa inventarisasi aset seperti kendaraan dinas, lanjut Ifzan, hingga saat ini belum diketahui dimana letaknya. Disamping itu, Pansus Aset dan Retribusi juga menemukan bahwa pengerjaan administrasi aset pada Dinas Kesehatan Kota juga bermasalah.
“Bahkan ada laporan ada aset yang dipegang oleh ajudan pejabat tinggi. Ada pemindahan tangan tanpa koordinasi yang jelas. Kita harapkan ini dapat segera diperbaiki dan dilaporkan kepada kami,” jelasnya.
Senada disampaikan Sekretaris Pansus Aset dan Retribusi, Indra Sukma. Ia menambahkan, Sidak yang dilakukan terhadap Dinas Kesehatan Kota dan RSUD Kota Bengkulu belum final.
“Pemeriksaan juga akan kita lakukan di seluruh Puskesmas se-Kota Bengkulu. Bukan hanya asetnya, namun juga retribusinya. Kalau aset nanti akan kita periksa fisiknya. Sementara untuk retribusi akan kita nilai melalui laporan administrasi keuangannya,” ujar Ucok, sapaan akrabnya.
Sayangnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Herwan Antony SKM MKes MSi, tidak berada di tempat. Sementara Direktur Umum RSUD Kota Bengkulu, dr Lista Cerly Viera, memberikan apresiasi atas Sidak yang dilakukan oleh DPRD Kota Bengkulu.
“Karena status rumah sakit ini rumah sakit bertumbuh, sejak awal memang kita berharap dewan kota dapat meninjau langsung keadaan isi rumah sakit ini. Agar kiranya pengembangan rumah sakit ini dapat kembali diakomodir dalam APBD Perubahan 2015,” ucapnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelola Kekayaan dan Aset Kota Bengkulu, M Sofyan SE, mengatakan, tim aset Pemerintah Kota terus berupaya menginventarisasi aset-aset milik Pemerintah Kota terutama jenis kendaraan dinas.
“Kesulitan terbesar kita adalah aset yang dibagikan pada masa Pemilu tahun 1977 silam. Apalagi jumlahnya ratusan. Datanya ada, tapi wujudnya tidak ada. Padahal pada masa itu setiap camat mendapatkan mobil dan petugas-petugas TPS mendapatkan motor.  Ini tetap akan kita lacak,” demikian Sofyan. (009)