Bansos Dicoret, Bantu dengan Zakat

BENGKULU, BE – Meski dana bantuan sosial (bansos) dicoret dalam mata anggaran ABPD Kota Bengkulu tahun 2015, namun Pemerintah Kota Bengkulu tetap menyalurkan dana bantuan untuk warga Kota Bengkulu. Dana bantuan ini berasal dari zakat yang disalurkan oleh para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu kepada Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Bengkulu.
Pelaksanatugas Sekretaris Kota (Sekkot) Bengkulu, Drs H Fachruddin Siregar MM, mengutarakan, komitmen Pemerintah Kota untuk tetap dapat menyalurkan bantuan kepada warga yang kurang mampu merupakan bentuk manifestasi dari program Bengkuluku Peduli.
“Dana ini kita kumpulkan dari para pegawai kita untuk masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi. Ini merupakan wujud dari ajaran kita agar setiap orang dapat peduli terhadap sesama. Kita harus senantiasa berbagi agar pertumbuhan ekonomi kita bisa dinikmati oleh semua warga,” kata Fachruddin, kemarin.
Ia mengimbau kepada setiap pegawai di lingkungan Pemerintah Kota untuk dapat mengalokasikan sebagaian rezekinya untuk membantu kehidupan warga kota yang kurang mampu. Terlebih saat ini anggaran bansos dan Dana Bergulir Satu Miliar Satu Kelurahan (Samisake) tidak dialokasikan dalam APBD.
“Berdasarkan ketentuan agama ini wajib. Namun dalam tujuan berpemerintahan, kita berharap seluruh pegawai memiliki kesadaran bahwa tanggung jawab untuk mengangkat harkat dan ekonomi rakyat merupakan tanggung jawab kita bersama,” paparnya.
Sementara ini, bantuan telah disalurkan kepada 40 orang yang tidak mampu yang berada di Kecamatan Sungai Serut dan Kecamatan Muara Bangkahulu. Masing-masing orang mendapakan Rp 1 juta.
“Kegiatan ini secara rutin kami laksanakan setiap tiga bulan sekali. Hanya mereka yang benar-benar kurang mampu yang mendapatkan bantuan. Misalnya janda tua atau orang miskin yang tinggal sebatang kara,” singkapnya.
Ia menjelaskan, bantuan ini diberikan dalam bentuk uang tunai tanpa potongan. Setiap warga yang mendapatkan bantuan dipersilahkan untuk menggunakan anggaran ini untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga.
“Terserah nanti bantuan itu mau dibelikan apa. Bisa beras, minyak, sayur atau bahan-bahan lauk pauk lainnya. Sementara ini penyaluran memang baru di dua kecamatan. Tapi sudah kita programkan akan disalurkan di kecamatan-kecamatan lainnya,” tutupnya. (009)