Bank Mandiri Sebar 450 EDC Untuk Dukung Transaksi Non Tunai

 

Bimo Raharjo
Bimo Raharjo

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan terus mendorong pertumbuhan transaksi nontunai di Provinsi Bengkulu. Salah satu strategi yang diterapkan oleh Bank Mandiri adalah dengan menyebarkan sebanyak 450 mesin Electronic Data Capture (EDC) di berbagai tempat usaha yang ada di Provinsi Bengkulu.

Area Head Bank Mandiri Bengkulu, Bimo Raharjo mengatakan, untuk menyukseskan Gerakan Nasional Non Tunai (GNTT), Bank Mandiri Bengkulu telah menyebarkan sebanyak 450 EDC diberbagai toko baik, perusahaan ritel, toko, dan beberapa restoran yang ada di Bengkulu.

“Tidak hanya itu saja, pada 2018 mendatang, kami juga akan menambah 150 unit EDC di beberapa toko di Bengkulu,” ujar Bimo kemarin (7/11).

Bimo menjelaskan, masih banyaknya masyarakat yang belum menggunakan secara penuh penggunaan transaksi non tunai seperti e-money maupun kartu kredit dan debit disebabkan oleh rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap cara menggunakan produk tersebut. Tetapi pihaknya memiliki keyakinan penuh, seiring berjalannya waktu, masyarakat akan mengerti pentingnya menggunakan transaksi nontunai tersebut. “Hanya masalah waktu, nanti seluruh masyarakat juga akan menggunakannya,” jelas Bimo.

Ditambahkan Bimo, untuk mewujudkan agar seluruh masyarakat Bengkulu beralih ke transaksi nontunai, Bank Mandiri kerap mengadakan sosialisasi tentang pentingnya menggunakan transaksi nontunai, selain penggunaannya praktis, kecepatan dalam transaksi juga akan didapatkan oleh masyarakat. “Beberapa waktu lalu, kami telah menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan dan memberikan semacam kartu yang mirip ATM, itu merupakan salah satu kegiatan sosialisasi yang kami lakukan kepada masyarakat,” tambah Bimo.

Selain itu, Bimo menyatakan, pihaknya juga telah mendukung program pembangunan kampung nelayan di Provinsi Bengkulu, selain memperbaiki sarana dan prasarana, pihaknya juga mendukung transaski tanpa uang cash. Seluruh pemilik warung atau toko yang terdapat di kampung Nelayan akan diberikan sebuah mesin EDC. “Nanti transaksi tidak menggunakan uang tunai tetapi menggunakan e-money,” kata Bimo.

Bimo mengungkapkan, e-money selain praktis, sisa uang yang ada didalam e-money bisa ditukar dalam bentuk uang tunai. Sehingga, nasabah tidak perlu khawatir uang elektroniknya hilang tanpa ada kejelasan. Nasabah hanya cukup datang ke Indomaret terdekat untuk menukarkan sisa uang elektronik menjadi uang tunai.

“Jadi, walaupun uangnya di kartu hanya Rp 3.000, jangan khawatir. Sehingga, berapapun uang yang ada di dalam uang elektronik bisa melakukan redeem,” ujar Bimo.

Terakhir Bimo mengatakan, nasabah tidak perlu khawatir saldo uang elektroniknya hilang begitu saja. Sebab, Bank Indonesia tidak memperbolehkan untuk menghanguskan saldo uang elektronik.

“Sisa uang elektronik yang ada dalam kartu ini tidak bakal hilang. Ini diatur oleh peraturan Bank Indonesia, jadi kami sebagai perbankan tidak boleh menghanguskan uang (elektronik),” tutupnya. (999)