Bank Bengkulu Terapkan Aplikasi Online Kasda

bank-bengkulu
KERJASAMA: Direktur Umum (Dirut) Bank Bengkulu, H Agussalim SE ME dan Bupati Kepahiang Dr Ir Hidayatullah Sjahid MM bersalaman usai menandatangani perjanjian kerjasama penggunaan aplikasi Online Kas daerah Kabupaten Kepahiang. (Foto DONI/BE).

Tingkatkan Pengelolaan Keuangan yang baik

BENGKULU,BE– Bank Bengkulu selalu melakukan upaya memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Khususnya kepada pemerintah daerah di Provinsi Bengkulu. Salah satunya dengan melalui pengembangan dan penggunaan aplikasi Online, untuk rekening Kas Umum Daerah (Kasda) Kabupaten Kepahiang, dalam rangka pengelolaan keuangan yang baik.

Penerapan penggunaan aplikasi tersebut ditandai dengan dilakukan penandatangan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepahiang dengan Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu dengan Bank Bengkulu yang digelar di Aula Setda Pemda Kepahiang, Jum’at (11/11) lalu.

Direktur Umum (Dirut) Bank Bengkulu, H Agussalim SE ME mengatakan Aplikasi Kas Daerah Online yang merupakan aplikasi perangkat lunak dirancang untuk mendukung efektivitas dan keakuratan kinerja. Hal ini terkait pengelolaan keuangan daerah terkait dengan RKUD Pemerintah Daerah secara real time dan online langsung ke Bank tempat rekening tersebut berada. “Perjanjian kerjasama ini berlaku selama lima tahun terhitung mulai tanggal ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak,” ujarnya.

Dia mengatakan, Bank Bengkulu sebagai bank milik Pemerintah Daerah, kedepan akan lebih maksimal melakukan pengembangan dan kerjasama yang baik dengan para mitra atau masyarakat Pemda.

“Tentunya hal ini menjadi penekanan managemen Bank Bengkulu untuk meningkatkan aspek pelayanan dan kerjasama menjadi prioritas utama,” tutur Salim.

Selain itu Bank Bengkulu akan melirik peluang pasar yang ada di kabupaten Kepahiang guna mensinergi arah kebijakan yang telah dicanangkan oleh Pemda selaku Pemegang Saham Bank Bengkulu.

Selain itu, Pemda Kabupaten Kepahiang juga melakukan penandatangan perjanjian kerjasama dengan Bank Bengkulu tentang tempat pembayaran (TP) Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Kabupaten Kepahiang. “Kesepakatan bersama ini dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan,” ujarnya.

Dia menyampaikan, total aset Bank Bengkulu di Kabupaten Kepahiang saat ini sudah mencapai Rp 220 Miliar. “Dengan pertumbuhan kredit mendekati Rp 200 Miliar. Kami berharap kerjasama antara BB dengan Pemkab terus ditingkatkan, guna mengembangkan BB,” singkat Agusalim.

Sedangkan Bupati Kepahiang Dr Ir Hidayatullah Sjahid MM meminta pelayanan yang ramah terhadap nasabah, terutama masyarakat umum. Sebab sejauh ini nasabah Bank Bengkulu masih didominasi kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sehingga masyarakat umum masih sangat minim yang membuka tabungan diperbankkan milik daerah tersebut.

“Di Kepahiang ini semua Kades itu menarik anggaran secara keseluruhan, saya tanya kenapa mereka bilang takut nanti bank minta jaminan. Saya rasa memang harus ada peningkatan dalam pelayanan harus lebih ramah,” ujar Hidayat.

Dia mengatakan berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu transaksi keuangan secara cash di Kabupaten Kepahiang sangat tinggi bisa mencapai Rp 10 Miliar dalam sehari.

“Saya didatangi OJK yang mengatakan bila dari toke kopi yang selalu melakukan transaksi cash itu cukup tinggi bisa Rp 8 miliar sampai Rp 10 miliar. Ini menurut saya merupakan potensi besar yang harus dapat dimanfaatkan oleh Bank Bengkulu,” Tegas Bupati. (320/cik14)