Banjir Rusak Kolam dan Puluhan Hektar Sawah

Kepala Desa Muaratelita Ibrahim saat memperlihatkan puluhan hektar sawah yang rusak akibat diterjang banjir bandang Sungai Belumai.
Kepala Desa Muaratelita Ibrahim saat memperlihatkan puluhan hektar sawah yang rusak akibat diterjang banjir bandang Sungai Belumai.

PUT, Bengkulu Ekspress – Banjir bandang yang melanda Desa Belumai 1 dan Desa Belumai 2 Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) Kabupaten Rejang Lebong (RL), dua minggu yang lalu mengakibatkan ratusan kolam ikan milik warga rusak yang menyebabkan petani ikan merugi milyaran rupiah.

Selain merusak kolam ikan di Desa Belumai 1 dan 2, banjir akibat dua aliran sungai yakni Sungai Belumai dan Sungai Selat itu juga merusak puluhan hektar sawah milik warga Desa Mura Telita Kecamatan PUT .

Beruntung padi milik warga desa setempat baru selesai dipanen, namun para petani terpaksa harus menggarap ulang areal persawahannya dan membentuk ulang cetak sawahnya karena pematang sawah milik warga setempat rata karena dihantam serpihan kayu dan batu terbawa aliran luapan sungai.

Kepala Desa Muara Telita, Ibrahim membenarkan puluhan hektar sawah milik warga yang ada di bantaran Sungai Selat rusak parah akibat luapan air sungai. “Ya puluhan hektar sawah di bantaran Sungai Selat rusak akibat banjir,” ujar Kades.

Dijelaskannya, saat ini pihak desa sudah mendata sawah dan kolam yang rusak, kemudian hal itu sudah dilaporkan ke pihak Kecamatan PUT. Sawah milik warga yang rusak yakni sawah milik Aji keling, Pado, Hj Anuk, Amar Samsi ,Kadir, Bud, Dedek, Basar, Ujang, Usli dan sawah milik Zikri yang tidak bisa digarap lagi karena pematang sawahnya rata.

Selain merusak puluhan hektar sawah, banjir bandang juga merusak saluran induk irigasi sehingga saat ini para petani juga kesulitan air saat hendak menggarap sawah.
Ibrahim mengatakan, untuk menggarap kembali areal persawahan warga yang rusak perlu dana yang ektstra karena harus membentuk pematang baru dan harus di bajak ulang. “Untuk tahun ini para petani terancam tidak bisa menanam padi karena harus membentuk cetak sawah baru dan juga saat ini aliran air yang mengalir di induk irigasi juga rusak dan perlu rehab ulang supaya air bisa mengalir ke persawahan warga,” ujarnya.

Sementara itu Camat PUT, Rosita SH membenarkan adanya sawah milik warga Desa Muratelita yang bersawah di sepanjang aliran Sungai Belumai di Desa Kasie Kesubun.

“Ya semua sawah yang rusak milik warga semuanya sudah didata dan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong bersama dinas terkait sudah turun langsung ke Desa Belumi 1dan 2 ,” terang Rosita. Dikatakan Rosita, untuk pemilik kolam ikan dan sawah yang rusak semuanya sudah mendapatkan bantuan dari Pemda Rejang Lebong.(222)