Banjir Rendam 15 Rumah

banjir-3
Derasnya air drainase yang hingga merendam 15 buah rumah di Desa Permu. (Foto DONI/BE).

KEPAHIANG, BE – Banjir akibat hujan deras mengguyur Kabupaten Kepahiang, Senin (21/11) sore merendam 15 unit rumah warga di Desa Permu Bawah dan Kelurahan Padang Lekat.

Drainase di jalan lintas Kepahiang-Pagar Alam yang berada di depan rumah warga Desa Permu Bawah tak mampu menampung volume air yang sangat deras kiriman dari Desa Permu.

Kades Permu Bawah, Meri mengatakan, secara keseluruhan ada 7 rumah yang terndam bajir sejak pukul 18.05 WIB. Yaitu rumah Sumari, Giman, Novi, Wandi, Klinik Batesda, ibu Titin, Pak Amon dan Pak Lani.

“Tadi banjir yang tiba-tiba datang mengejut warga, karena terjadi saat Maghrib,” ujar Meri.

Pukul 19.00 WIB banjir merendam 8 unit rumah warga di Gang Sawah 1 RT 10 RW 02 Kelurahan Padang Lekat Kecamatan Kepahiang. Lagi-lagi banjir terjadi akibat buruknya drainase dijalan poros utama Kelurahan Padang

Lekat hingga mengakibat air meluap dan merendam rumah-rumah warga. “Di Gang Sawah ada 8 buah rumah warga yang terendam. Ketinggian air mencapai 1 meter,” tutur Pagun (40), salah seorang warga di lokasi banjir kemarin malam.

Pagun menyebutkan, banjir akibat luapan drainase jalan tersebut merendam rumah Saidi (57), Idit (52), Minal, Gono, Hambali, Anggun, Kalul, Hana serta Bedengan milik Mawih. “Lihatlah Pak, banjir la masuk ke dalam kamar, pakaian, sofa dan lainnya sudah terendam,” ungkapnya.

Setelah seorang korban banjir Idit menuturkan, banjir tersebut terjadi setiap tahun saat musim hujan tiba. Namun untuk tahun ini kejadian sangat tidak diduga warga, sebab biasanya banjir terjadi diawal tahun bukan akhir tahun seperti sekarang. “Biasa Januari banjirnya terjadi, kalau sekarang sangat cepat,” katanya.

Nenek Terjebak Banjir

Akibat banjir tersebut, Haria (80), terjebak di dalam kamar rumahnya, sebab nenek yang sedang sakit itu tak dapat keluar dari kepungan banjir. Sehingga nenek tersebut hanya pasrah di dalam kamarnya, meskipun merasa takut.

“Kaki nenek sakit, makanya susah untuk keluar. Beruntung banjirnya tidak sampai merendam tempat tidur nenek,” ucapnya.

Masyarakat di Desa Permu Bawah dan Kelurahan Padang Lekat mengharapkan adanya perbaikan drainase disekitar rumah mereka, sehingga penderitan tahunan kala hujan lebat yang selalu melanda dapat diakhiri.

“Sudah setiap tahun banjir seperti ini, karena drainese dijalan besar itu masuk ke wilayah kita. Harusnya diperbiki drainese agar tidak banjir lagi,” ungkap Idit. (320)