Banjir Melanda Kepahiang Puluhan Sawah Terendam, Rumah Nyaris Hanyut

pulo-geto-small-kabupaten-kepahiang
DONI/Bengkulu Ekspress. BANJIR: Kondisi banjir yang melanda Desa Pulo Geto Kepahiang, yang membuat puluhan sawah terendam dan rumah nyaris hanyut.

MERIGI, Bengkulu Ekspress – Bencana  banjir terjadi di Desa Pulo Geto Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang, Jum’at sore (11/11) sekitar pukul 16.00 WIB. Akibatnya, puluhan hektar sawah terendam serta satu rumah warga atas nama Ceng alias Mang Daud (45) nyaris terseret arus sungai yang meluap hingga  setinggi dua meter tersebut.

Banjir yang diakibatkan lupaan air Sungai Rekah desa setempat, setelah diguyur hujan lebat selama 3 jam.

Seorang warga setempat,  Pul R Dani kepada Bengkulu Ekspress menuturkan, bila kejadian tersebut juga menghancurkan kerambah ikan air deras miliknya. Sehingga bibit ikan yang baru ditebarnya tak dapat dikelola serta hanyut diterjang derasnya air.

“Sungai Rekah ini meluap sebesar ini, baru kali saja. Kalau biasanya memang ada peningkatan volume air, tetapi tidak sebesar ini,” tutur Dani.

Dani mengatakan, jika kerusakkan area persawahan masyarakat di Desa Pulo Geto tersebut cukup parah. Sebab seluruh lahan persawahaan yang berada disisi sungai Rekah tersapu arus deras air  hingga menyebabkan kehancuran pada palang pembatas sawah. Sehingga tanaman padi baik yang siap panen maupun padi yang baru ditanam disapu banjir. “Puluhan hektar sawah terendam, semua sawah di pinggir sungai itu terendam. Hujan tadi berlangsung sejak usai Salat Jum’at,” ungkapnya.

Dani berharap, agar luapan sungai segera reda serta tidak terjadi luapan kembali tengah malam. Karenamasyarakat sekitar sungai tersebut merasa khawatir akan terjadinya banjir susulan.

“Kalau di hulu sungai terus hujan deras kita khawatirnya ada banjir susulan,” ujar Dani.

Jembatan Terancam Ambruk
Sementara warga sekitar jembatan sungai ari Rekah Desa Pulo Geto Kecamatan Merigi sangat mengkhawatirkan kondisi jembatan jalan raya penghubung Kabupaten Kepahiang dengan Rejang Lebong. Sebab, pondasi jembatan sudah sejak lama terancam ambruk. Sehingga dengan kondisi cuaca buruk dikhawatirkan akan ambruk.

“Pondasi jembatan sudah sejak lama terancam ambruk, kalau terus dibiarkan dalam keadaan begini, bisa saja jembatannya yang ambruk,” kata Hendra (28), warga setempat. Terlebih Sungai Air Rekah sudah meluap  dan kondisinya semakin mengikis tanah disekitar pondasi  jembatan tersebut.

“Akan banyak yang rugi kalau jembatan ambruk, karena itu satu-satunya akses menuju Curup – Kepahiang, maupun sebaliknya,” tutur Hendra.

Hendra menuturkan,  tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir tersebut.  Tetapi untuk  kerugian ditafsirkan mencapai puluhan juta. Serta warga yang rumahnya ditepi sungai merasakan kekahwatiran tinggi akan terjadinya banjir susulan.

“Ada satu rumah permanen milik Pak Ceng yang nyaris tersapu derasnya air banjir tersebut,” ungkapnya. (320)