Banjir Dukungan, Khofifah Mantap Melaju di Pilgub Jatim 2018

menteri Khofifah PONOROGO – Dukungan terhadap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur semakin meluas.

Kali ini dukungan datang dari Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni dan masyarakat Ponorogo. Dalam Resepsi Tasyakuran Peringatan 28 tahun Ponpes Putri Al Mawaddah, Ponorogo, Sabtu (21/9) Ipong terang-terangan meminta kepada tamu undangan yang hadir ikut mendukung Khofifah agar menjadi gubernur Jatim 2018 mendatang.

Menurut Ipong, Khofifah pantas memimpin Jawa Timur. Sepak terjangnya dalam kancah politik nasional dianggap cukup matang dan berpengalaman.

“Mudah-mudahan Ibu Khofifah jadi Gubernur Jatim. Mari kita semua berdoa dan mendukung,” kata Ipong yang disambut tepuk tangan meriah tamu undangan.

Khofifah yang tampak hadir dalam acara tasyakuran tersebut beberapa kali melemparkan senyum kepada para undangan. Oleh pengasuh pondok pesantren, Khofifah diminta meresmikan Gedung Al Urwatul Wutsqo di lingkungan Ponpes Putri Al Mawaddah, Ponorogo.

Seusai acara, Khofifah diundang makan siang di Pendopo Kabupaten Ponorogo. Disana, Khofifah telah ditunggu ratusan anggota organisasi sayap Nahdlatul Ulama antara lain pengurus dan anggota GP Anshor, Pengurus Cabang Muslimat NU, Fatayat NU, Banser, aktifis PMII, IPPNU, dan Pergunu.

Sebelumnya di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, kamis (19/10) sejumlah pengasuh pondok pesantren dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan dukungannya terhadap Khofifah untuk maju dalam Pilgub Jatim.

Diantaranya yang hadir, KH Sholahuddin Wahid, KH Asep Syaifuddin Halim, KH Hisyam Syafaat, KH Affifuddin Muhajir, KH Mas Mansur, KH. Wahid Badrus, KH Suyuthi Thoha, KH Muhtam Mukhtar, Prof Dr Fathoni, KH Yusuf Nuris, KH . Choirul Anam, KH Muhlis Muhsin, dan KH Yazid Karimullah. Hadir juga Bu Nyai Hasyim Muzadi, Bu Nyai Machfudhoh (puteri pendiri NU), Bu Nyai Lilik Wahid dan Bu Nyai Masruroh Wahid (Ketua PW Muslimat NU Jatim).

Pertemuan tersebut, adalah fase lanjutan pasca pertemuan 133 pengasuh pondok pesantren dan Khofifah di Ponpes Tebu Ireng, Jombang pada minggu (15/10).

Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim menyebut Khofifah sebagai sosok pemimpin yang siddiq, amanah, tabligh dan fatonah. Dan Jawa Timur membutuhkan karakter pemimpin seperti Khofifah.

“Saya yakin jika jadi (Khofifah-red), Jawa Timur akan semakin maju serta adil dan makmur,” imbuhnya.

Deklarasi dukungan kepada Khofifah juga disuarakan Aliansi Santri Pengasuh Pesantren dan Ekonom dan Kyai (ASPEK) Madura September lalu. Dukungan disimbolkan dengan bentuk ribuan tanda tangan yang kemudian diserahkan langsung kepada Presiden Joko Widodo untuk memberi restu kepada Khofifah maju dalam Pilgub Jawa Timur 2018 mendatang.

Forum santri – pemuda tapal kuda (Pasuruan (bagian timur),  Probolinggo,  Lumajang,  Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi) pun menyebut Khofifah memiliki kans besar dalam pilgub Jatim yang akan digelar 2018 mendatang. Jubir mereka mengatakan, modal pengalaman Khofifah jauh lebih matang ketimbang Gus Ipul.

*Kyai Banyuwangi Pilih Khofifah*

Sementara itu, majunya Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mendampingi Gus Ipul sebagai calon wakil gubernur dalam Pilgub Jatim tidak serta-merta membawa dukungan para Kyai Banyuwangi. Sebaliknya, sejumlah kyai sepuh Banyuwangi memilih mendukung Khofifah dalam suksesi Jatim 1.

Kyai tersebut antara lain, Pengasuh pesantren Mansyaul Huda Banyuwangi, KH Suyuti Toha, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Banyuwangi, KH Hisyam Syafaat dan tokoh muda NU dan mantan Wakil Bupati Banyuwangi periode 2005-2010 Gus Yusuf Nuris.

Menanggapi situasi Pilgub yang semakin menghangat, Khofifah mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dan dukungan tersebut. Dikatakan, dukungan yang dialamatkan kepadanya adalah bagian dari proses demokrasi dan partisipasi politik di Jawa Timur.

Khofifah sendiri mengaku siap untuk berproses dalam pilkada jatim yang akan datang jika diberi kepercayaan untuk maju Pilgub Jatim 2018 mendatang. Namun demikian, Khofifah akan melaporkan terlebih dahulu secara langsung kepada Presiden Jokowi.

Menurutnya, sekalipun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendukung Gus Ipul, ia yakin tidak otomatis membawa gerbong warga Nahdlatul Ulama. Khofifah pun diketahui sampai saat ini tercatat sebaga si anggota PKB.

“Nahdlatul Ulama (NU) adalah milik bangsa bukan milik kelompok tertentu, apalagi partai politik. Dan ini adalah bagian dari proses demokrasi itu sendiri,” ujarnya. (*)