Bangun Jalan, Jembatan Rusak

jembatan-rusak-kabupaten-benteng
Bakti./Bengkulu Ekspress RUSAK : Kades Tanjung Raman saat menunjukkan jembatan menuju desanya yang rusak akibat dilewati kendaraan pengakut material pembangunan jalan akhir Oktober 2016 lalu.

Kontraktor Dinilai Asal-asalan

TABA PENANJUNG, Bengkulu Ekspress – Proses pembangunan jalan menuju Desa Tanjung Raman, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dikeluhkan warga setempat.

Meskipun kondisi jalan sudah diaspal, namun salah satu jembatan yang merupakan satu-satunya akses penghubung menuju desa tersebut mengalami kerusakan total.

Bahkan, akibat ambrolnya jembatan permanen dengan panjang sekitar 2 meter dan lebar 2,5 meter tersebut, akses lalu lintas menuju desa menjadi terganggu.

“Jembatan ini mengalami kerusakan sekitar akhir Oktober 2016 lalu. Saat terjadi kerusakan, akses lalu lintas sempat terputus lantaran jembatan yang terdapat di tengah hamparan sawah itu merupakan satu-satunya akses penghubung warga untuk ke luar dan masuk desa,” ungkap Kades Tanjung Raman, Dodi Erianto kepada BE, kemarin (6/11).

Menurut Kades, kerusakan jalan berawal dari aktivitas pembangunan jalan yang dilakukan oleh pemerintah daerah (pemda) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Benteng pada jalan sepanjang 2 kilometer menuju desa Tanjung Raman.

Dalam pembangunan yang dilakukan, aktivitas pengangkutan material bangunan dilakukan setiap hari hingga membuat jembatan yang berukuran kecil tersebut mengalami kerusakan secara perlahan hingga mengakibatkan rusak total.

“Jembatan kecil ini tak mampu menahan beban atau muatan mobil angkut material,” ungkap Dodi.

Disampaikan Dodi, melihat kondisi ini, warga setempat langsung melakukan aksi protes terhadap pekerjaan yang tengah dilakukan.

Meredam emosi warga, pihak kontraktor akhirnya membangun jembatan seadanya hingga akhirnya kembali rusak akibat dilewati kendaraan. Baik kendaraan milik warga setempat ataupun kendaraan dari luar yang bertujuan untuk mengangkut komoditi pertanian dan batu bara karungan.

Sayangnya, sampai saat ini pembangunan jembatan juga belum dilakukan sehingga mengakibatkan warga kesulitan untuk melintasi jalur tersebut.

Pantauan Bengkulu Ekspress di lokasi, akibat kerusakan tersebut, warga sekitar berinisiatif menggunakan papan balok tebal untuk menghubungkan jalan yang terputus.

“Saat ambruk, kontraktor sempat membuat jembatan permanen. Diduga asal-asalan, jembatan yang dibangun tak bertahan lama dan kembali rusak. Kami harap pemerintah daerah segera menindaklanjuti hal ini dan menegur kontraktor pelaksana kegiatan tersebut,” pinta Dodi.(135)