Bandit Tembak Kepala Dusun, Dua Ekor Sapi Digasak

TALANG EMPAT, BE- Kalompok bandit spesialis pencurian ternak (curnak) terus meneror peternak sapi di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) sukses menggasak dua ekor sapi di Desa Pasar Pedati Kecamatan Pondok Kelapa, Jumat (24/3) lalu.

Pelaku curnak bersenjata api (senpi) kembali melancarkan aksinya di Desa Kembang Seri, Kecamatan Talang Empat, sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu (2/4) dinihari.

Selain berhasil menggasak dua ekor sapi milik Marsina (55), warga Dusun IV Desa Kembang Seri, Kecamatan Talang Empat, pelaku juga nekat menembak salah seorang Kepala Dusun (Kadun) IV, Suryono AS (63) tepat dibagian kaki kirinya. Diduga korban ditembak oleh salah seorang pelaku dengan menggunakan senpi jenis soft gun.

Akibat kejadian tersebut, Suryono yang saat itu menggunakan sepatu both mengalami luka lecet di bagian kaki.
Ditemui di lokasi kejadian, Rohim (30), menantu Marsina menjelaskan, aksi pencurian sapi milik menantunya berawal dari pelaku yang diduga berjumlah 8 (delapan) orang tersebut mendatangi kawasan pemukiman warga di Dusun IV Desa Kembang Seri, sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat itu, para pelaku mengelilingi desa dengan menggunakan sebuah mobil jenis Toyota Avanza warna silver.

“Tadi malam (kemarin,red), saya sedang tertidur di rumah tetangga yang berlokasi di seberang rumah mertua Mendapat telepon dari salah seorang warga setempat yang mengaku ada orang tak dikenal melakukan pengintaian, saya pun pulang ke rumah,” ungkap Rohim.

Sekitar 15 menit tiba di rumah, sebanyak 4 orang pelaku langsung berhenti di depan rumahnya. Tiga orang langsung mendekati kandang sapi yang berlokasi di samping rumah dan 1 orang tampak berdiri di tepi jalan.

“Saya melihat langsung dua ekor sapi kami diseret oleh para pelaku ke arah mobil mereka yang sengaja diparkir tak jauh dari pemukiman warga. Saya hanya bisa melihat dan tak bisa berteriak lantaran mereka memang membawa senpi. Selain itu, dari 5 orang yang ada di rumah, hanya saya sendiri yang lelaki sedangkan warga lain berada di dalam rumah masing-masing,” ungkap Rohim.

Menyadari sapi ternaknya dibantai, Rohim langsung menghubungi warga lain yang berlokasi di luar dusun guna mencegat pelaku pada gang masuk menuju Dusun IV. Meskipun jalanan sempat diportal dan dihadang oleh belasan warga, kawanan pelaku yang sudah berhasil membantai sapi tetap saja berhasil melarikan diri ke arah Kota Bengkulu.

“Belasan warga memang sempat menghadang para pelaku dengan senjata lengkap, seperti parang dan tombak. Hanya saja, warga tak berani bertindak karena melihat salah satu pelaku langsung mengeluarkan tangannya dari kaca mobil sembari mengacungkan senpi. Akibat kejadian ini, kami mengalami kerugian hingga Rp 20 juta,” cerita Rohim.

Melihat pelaku yang berupaya kabur, Kadun IV, Suryono pun langsung melakukan pengejaran dengan menggunakan sepeda motor demi untuk melihat nomor polisi (nopol) kendaraan yang digunakan pelaku.

“Saya bersama anak saya sempat meneriaki pelaku dengan teriakan maling. Karena itulah, pelaku langsung menembak kaki kiri saya. Untungnya, peluru tak sampai menembus kaki saya,” kata Suryono.

Terpisah, ketika dikonfirmasi, Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Andhika Vishnu SIK melalui Kapolsek Talang Empat, AKP Yosril Radiansyah SH membenarkan adanya aksi pencurian ternak tersebut.

“Saat ini pelaku masih kita buru dan lakukan pengejaran,” tegas mantan Kapolsek Padang Ulak Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong (RL) itu. (135)