Bandit Bersenpi Teridentifikasi

Polisi Kenali Sidik Jari Pelaku

Rampok
Salah satu rumah korban perampokan

BENGKULU, BE – Setelah bekerja keras melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pencurian dan perampokan di Perumahan Graha Asri dan Kemiling Permai Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, penyidik Polda Bengkulu dan Polres Bengkulu menemukan sidik jari pelaku.

Kapolda Bengkulu, Brigjend Pol Drs Yovianes Mahar melalui Direskrimum, Kombes Pol A Rafik SE MH mengatakan, untuk kasus curat di Perumahan Graha Asri Kota Bengkulu pihaknya telah berhasil mengidentifikasi para pelaku, berkat kesalahan pelaku yang meninggalkan sejumlah sidik jari di TKP.

Sidik jari para pelaku langsung dicari dengan alat identifikasi yang terbaru yaitu fingerprint identifikasi. “Begitu kita mendapatkan rumus sidik jarinya, langsung kita salin ke KTP pelaku dan nanti kita lihat KTP nya asli mana, mudah-mudahan bisa terdeteksi keberadaannya,” jelas Direskrimum, kemarin (25/11).

A Rafik menambahkan, dari hasil identifikasi yang dilakukan, didapatkan 12 kecocokan dari sidak jari para pelaku. Sebab itu, anggota ReskrimmumP Polda turun membantu anggota Polres Bengkulu mengejar para pelaku. “Kita sedang melacak kemana para pelaku melarikan diri, anggota kita sedang melakukan pengejaran di lapangan,” ujarnya.

Tak Ada Kaitan dengan Perampokan di Seluma

Mengenai apakah aksi perampokan di perumahan tersebut berkaitan dengan perampokan yang terjadi di Kantor Pos Cabang Seluma, Selasa (22/11) lalu, A Rafik mengaku pihaknya belum melihat adanya keterkaitan dari dua kejadian tersebut walaupun para pelakuknya sama-sama dalam beraksi menggunakan senpi. “Ciri-ciri pelaku yang disampaikan para korban berlainan, modusnya juga lain,” ujarnya.

Sementara untuk kasus yang terjadi di Seluma, A Rafik mengajak berdoa bersama-sama agar secepatnya para pelaku cepat didapatkan karena para pelaku sudah diketahui siapa dan dimana mereka melarikan diri atau bersembunyi. “Insyaallah, dalam waktu dekat mudah-mudahan mereka mendapatkannya,” ujarnya.

Mengenai korban Agus Kurniawan yang diduga terlibat dalam kasus perampokan di depan PT Pos, karena selama memberikan keterangan kepada pihak kepolisian adanya kejanggalan, A Rafik menyatakan semua itu telah diklarifikasi oleh pihaknya, ternyata korban belum ada keterkaitan dengan pelaku perampokan.

“Memang yang bersangkutan kita masih awasi, kedepan jika pelaku sudah kita dapatkan kita meminta keterangan kepadanya. Pastinya kecurigaan kepolisian tetap ada dan itu harus ada di kepolisian,” demikian A Rafik.(614)