Bandit Bersenpi Satroni Perumahan, Korban Ditembak, Senpi tak Meletus

User comments
KORBAN : Para korban memperlihatkan awal pelaku curas masuk ke dalam rumah, kemarin (24/11). (Foto ERICK/BE).

BENGKULU, BE – Tidak kurang dari dari 3 jam, lima rumah warga yang berada di Perumahan Graha Asri Blok G dan E dan satu bedengan yang berada di Perumahan Kemiling Permai Kelurahan Pekan Sabtu Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, disatroni lebih dari 4 orang bandit yang menggunakan senjata api (senpi).

Akibat kejadian tersebut para korban mengalami kehilangan uang dan barang-barang berharga.

Data terhimpun, peristiwa pencurian terjadi kemarin (24/11) dini hari. Berawal para pelaku yang menggunakan mobil jenis pick up berhenti di bundaran perumahan Graha Asri. Setibanya turun di TKP, awalnya para pelaku mencoba akan membobol rumah di Blok E yaitu rumah Trio, Ari dan Gun. Namun diduga korban terbangun dari tidur, akhirnya para pelaku langsung melarikan diri, sehingga mereka menjalankan aksi di Blok lainnya yaitu Blok G.

Di sana mereka berhasil membuka rumah milik Harnili (39) dengan mencongkel jendela . Kemudian membuka pintu depan rumah karena kunci pintu di tinggal di pintu.

Dari rumah korban Harnili, para pelaku berhasil menggasak uang tunai sebesar Rp 2,1 juta, handphone Blackberry dan 4 buah cincin emas 24 karat.

Selanjutnya, para pelaku juga mencongkel rumah Almudin (42) yang berseberangan dengan rumah Harnili. Dari sana mereka berhasil membawa 1 unit HP dan 2 unit laptop. Ketika para pelaku akan membawa kabur dua unit motor milik korban yang terletak di bagian belakang rumah, korban Almudin mengetahui dan mempergoki para pelaku, sehingga motor korban tidak berhasil dibawa kabur.

Diduga tidak berhasil membawa kabur motor para korban yang berada di perumahan Graha Asri, para pelaku langsung menuju Perumahan Kemiling Permai, yang lokasinya tidak jauh dengan Perumahan Graha Asri.

Sekitar pukul 05.15 WIB para pelaku yang berjumlah dua orang dan juga menggunakan senpi, mencongkel salah satu bedengan empat pintu yang dihuni oleh salah seorang mahasiswi bernama Lia (19). Dari bedengan Lia, pelaku berhasil membawa kabur laptop dan HP. Namun ketika akan membawa kabur dua unit motor Scoopy dan Vixion yang berada di dalam bedengan, korban mendengar motor sudah dihidupkan dan para pelakupun langsung melarikan diri tanpa membawa motor.

Setelah mengetahui adanya kejadian tersebut anggota kepolisian Polda Bengkulu, Polres Kota dan Polsek Selebar, langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari petunjuk dan langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Korban Sempat Ditembak, Senjata tak Meletus

Korban Almudin mengatakan, awalnya ia mendengar ada suara “kretek” di bagian belakang rumah, sehingga ia langsung mendehem. Kemudian ia kembali mendengar pintu samping rumahnya terdengar ada yang membuka, sehingga seketika dirinya langsung bangun dari tidur dan melihat ada dua orang pelaku akan membawa motornya.

“Waktu ketemu aku bilang ‘kamu maling?’ terus mereka langsung berkata jangan teriak dan langsung menodongkan senpi jenis pistol ke arah saya,” jelas Almudin, kemarin (24/11).

Pada saat menodongkan senpi, seorang pelaku yang berperawakan badan gempal mencoba menembak Almudin dua kali, namun senjatanya tidak meledak. Melihat senjatanya tidak meledak, korbanpun langsung mendekati pelaku dan mencoba menangkapnya, namun para pelaku yang ternyata ada dua orang lagi menunggu di pinggir jalan, langsung kabur.

Beberapa ratus meter kemudian, senjata pelaku baru meledak sehingga korban menghentikan pengejarannya.

“Waktu aku kejar, senjata mereka meledak tidak tahu ditembakkan ke arah mana. Mendengar itu saya langsung mundur,” ujar Almudin.

Sementara Harnili menceritakan, pada saat itu dirinya hanya bertiga di dalam rumah bersama anak dan adiknya. Karena sekitar pukul 10 malam mati lampu, adik korban tidur bersama dirinya di kamar samping.

Sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Harnili mendengar ada yang berteriak maling, sehingga spontan ia terbangun hendak melihat keluar rumah. Namun ketika akan keluar rumah, ia terkejut melihat pintu depan rumahnya sudah terbuka. “Waktu itu ado yang teriak maling, terus akau endak keluar tapi nengok pintu depan lah dibuka,” ceritanya.

Melihat adanya keanehan dengan rumahnya, Harnili langsung mengecek uang yang ada di dalam lemari, Ternyata uang sebesar Rp 2,1 juta miliknya sudah tidak ada lagi. Selanjutnya ketika kembali diperiksa HP BB dan 4 buah cincin emas miliknya yang juga ada di dalam lemari juga sudah tidak ada. “Aku perikso di dalam lemari, ternyato duit, HP dan 4 buah cincin aku sudah hilang,” ujarnya.

Sementara dengan adanya kejadian para pelaku pencuri yang telah semakin berani karena telah memegang senjata api, Kapolda Bengkulu Brigjend Pol Drs Yovianes Mahar menyatakan, pihaknya saat ini akan melihat apakah para pelaku adalah pelaku kambuhan atau tidak.

“Satu dua hari ini saya akan kumpulkan seluruh intelijen maupun dari reserse, kita akan melihat apakah mereka kambuhan atau tidak serta senpi yang mereka gunakan senpi yang benar atau tidak,” ucapnya.

Dengan belum mengetahui dua motif yaitu penjahat kambuhan dan jenis senpinya, Kapolda belum bisa memastikan bahwa maraknya para pelaku yang menggunakan senpi merupakan sebuah kejadian yang memang terus menerus terjadi di Bengkulu. “Pastinya satu dua hari ini saya akan mempelajarinya,” ujarnya.

Dengan maraknya aksi curas ini, Kapolda meminta kepada bagian Bhabinkantibmas dan intelijen harus memantau sikon di wilayah masing-masing. Yang paling pokok memaksimalkan patroli di seluruh wilayah. “Selain itu kita akan maksimalkan identifikasi terhadap penggunaan dan pemegang senpi yang ada,” tutupnya.(614)

Perampokan di Perumahan Graha Asri Blok G dan E serta Perumahan Kemiling Permai Blik J Kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar Kota Bengkulu

Hari Kamis (24/11) sekitar pukul 02.00 WIB – 05.30 WIB

Korban
1. Di rumah Trio, Ari dan Gun, pelaku sempat mencongkel jendela rumah, namun aksinya gagal karena korban terbangun.
2. Di rumah Harnili (39), pelaku berhasil menggasak uang tunai Rp 2,1 juta, handphone Blackberry dan 4 buah cincin emas 24 karat. 3. Di rumah Almudin (42), pelaku berhasil membawa 1 unit HP dan 2 unit laptop.
3. Di bedengan yang dihuni Lia (19), pelaku berhasil membawa kabur laptop dan HP.

Pelaku
1. Berjumlah 4 orang
2. Menggunakan mobil pick up
3. Membawa senjata api

1. sekitar pukul 02.00 WIB pelaku yang diduga lebih dari empat orang turun dari mobil jenis Pick UP di bundaran perumahan Graha Asri depan Blok G dan E RT 24
2. Para pelaku mencoba membongkar rumah milik Ari dan Gun tetapi tidak berhasil
3. Sekitar pukul 02.30 WIB para pelaku membongkar dua buah rumah yang berhadapan milik Harnili dan Alimudin
4. Dua orang pelaku masuk kerumah korban dan dua lagi menjaga di depan rumah
5. Sekitar pukul 03.00 WIB Dua orang pelaku kepergok Korban Alimudin ketika akan membawa kabur motor,
6. Korban Alimudin sempat ditodong dengan senjata, namun karena tidak meletus para pelaku kabur
7. Sekitar pukul 05.00 WIB dua orang pelaku membobol bedengan yang dihuni Lia
8. Sekitar pukul 05.30 WIB korban terbangun dan melihat para pelaku akan membawa kabur dan berteriak sehingga para pelaku kabur membawa Laptop dan hp korban.