Balai Benih Ikan Kekurangan Air

Bakti/Bengkulu Ekspress HEARING : Susana hearing antara Komisi II DPRD Benteng dan DKPP Kabupaten Benteng mengenai BBI Pagar Jati yang terbengkalai, kemarin.
Bakti/Bengkulu Ekspress HEARING : Susana hearing antara Komisi II DPRD Benteng dan DKPP Kabupaten Benteng mengenai BBI Pagar Jati yang terbengkalai, kemarin.

PAGAR JATI, Bengkulu Ekspress – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Tengah Benteng) menggelar hearing bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Benteng terkait terbengkalainya Balai Benih Ikan di Pagar Jati, Rabu (23/8) kemarin.

Usai pertemuan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKPP Kabupaten Benteng, Drs H Rachmat Rianto ST melalui Kabid Perikanan Budidaya, Nurkholis mengungkapkan bahwa kendala utama yang menyababkan terbengkalainya BBI adalah minimnya pasokan air. Kondisi demikian tentu saja menjadi penghambat dalam pemanfaatan BBI yang memang sangat membutuhkan air.

“Tak bisa dipungkiri, kondisi BBI di Desa Pagar Jati memang sangat miris (memprihatinkan,red). Masalah air memang menjadi kendala utama. Dimana, BBI tidak memiliki sumber air yang mencukupi untuk keperluan pembibitan ikan,” ungkap Nurkholis.

Pria yang sebelumnya menjabat Kabid Pendapatan Badan keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Benteng ini menyampaikan, bahwa pihaknya tentu saja akan melakukan berbagai upaya agar BBI bisa kembali difungsikan. Salah satunya adalah mengusulkan kebutuhan dana untuk pembangunan atau perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan.

“Saat ini, kondisi dam (bendungan) memang tidak memungkinkan untuk menampung air yang cukup. Pada tahun 2018 mendatang, kami harapkan agar dam penampungan air bisa dibangun dengan ukuran yang lebih besar,” tandas Nurkholis.

Senada dengan disampaikan Nurkholis, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Benteng, Marlon Purba didampingi Sekretaris Komisi II, Susiana juga mengungkapkan hal senada. Dari hasil inspeksi mendadak (sidak) beberapa waktu lalu, sejumlah kolam-kolam besar dan kolam kecil juga tampak tidak difungsikan.

Selain itu, saat dikunjungi, pihaknya juga tak menemukan adanya petugas yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang bertanggung jawab saat jam kerja berlangsung.
Menyikapi kondisi ini, pihaknya tentu saja akan memperjuangkan dan memberikan dukungan agar aset yang merupakan hibah dari Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkulu Utara (BU) tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal demi kepentingan masyarakat.

“Hasil hearing hari ini (kemarin,red), kami akan upayakan agar saluran air menuju bak-bak penampungan pada BBI bisa kembali mengalir secara normal. Kolam yang bocor tentu saja harus diperbaiki agar bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan benih ikan unggulan,” pungkas Marlon Purba.(135)