Bahasa Rejang Terancam Punah

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan melakukan revitalisasi bahasa daerah Bengkulu yang terancam punah. Upaya ini dilakukan untuk penyelamatan sebuah bahasa di daerah.

Kepala Sub bagian Konservasi Badan Bahasa Kemdikbud, Deni Setiawan menuturkan revitalisasi bahasa daerah Bengkulu diketahui dari seorang tokoh yang juga dosen disalah satu Perguruan Tinggi Negeri Bengkulu.

Berdasarkan literatur tersebut, ada dua bahasa daerah Bengkulu yang terancam punah, yaitu bahasa Rejang dan bahasa Enggano. “Besok (hari ini-red) kita mulai melakukan survei di Curup, sedangkan di Enggano masih terkendala transportasi, ” tuturnya.

Masih dikatakan Deni Setiawan, penggunaan bahasa rejang sebenarnya masih dirasakan. Hanya saja jumlah penutur bahasa ini hanya berusia diatas 40 tahun. Sedangkan anak-anak sudah tidak lagi menguasai bahasa tersebut.

Survei itu akan melibatkan pemerintah daerah, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. “Kita akan melihat dan merangkul para penutur supaya mereka berparitisipasi dalam regenerasi penutur bahasa rejang,” katanya.

Revitalisasi bahasa daerah baru bersifat rintisan, kelanjutanya berupa pembelajaran bahasa rejang akan dikoordinasi dengan Kantor bahasa Bengkulu kerjasama dengan Pemerintah daerah.

Menurutnya bahasa daerah harus dilestarikan karena merupakan bagian dari kebudayaan bangsa dan sumber kosakata bahasa Indonesia. “Apakah nanti akan dibuat sebagai bahan ajar bahasa kepada anak-anak ini menjadi kewenangan pemda, tapi penutur yang ada diharapkan dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerahnya sehingga akan terus membudaya di daerah itu, ” tukasnya. (247)