Badai Disertai Petir, Nelayan Takut Melaut

nelayan pebaiki kapal saat badai
PASAR MANNA, BE – Sudah beberapa hari terakhir ini wilayah Bengkulu Selatan (BS) dilanda hujan badai disertai angin kencang. Kondisi ini membuat para nelayan tidak berani melaut. Pasalnya mereka khawatir menjadi korban keganasan ombak laut.
“Sudah satu minggu ini kami tidak melaut,” kata Ujang (35), salah satu nelayan Kelurahan Pasar Bawah, Pasar Manna, Jumat (26/12).
Menurut Ujang, dengan adanya hujan badai disertai angin kencang ini, telah membuat ombak laut membenar. Bahkan saat ini ketinggian ombak laut sudah di atas 5 meter atau mendekati ketinggian 6 meter.  Dengan kondisi itu, dirinya dan para nelayan lainnya, hanya  istirahat di rumah serta sesekali ke pantai sambil memperbaiki kapal dan menunggu ombak laut turun.
“Kalau ketinggian ombak 3 atau 4 meter, kami masih berani melaut, tapi kalau sudah seperti ini, lebih baik kami istirahat dari pada menjadi korban,” ucap Ujang.
Ditambahkan Ujang, dengan besarnya ombak laut akibat musim badai, saat ini keberadaan ikan pun menjadi langkah. Bahkan sambung dia, ada warga yang datang kepada dirinya untuk membeli ikan laut. Namun karena sudah hampir satu minggu tidak melaut, dirinya pun tidak mampu memenuhi kebutuhan warga tersebut.
“Bukannya kami tidak mau mencari ikan, sebenarnya kalau tidak melaut, kami yang rugi karena tidak bisa mendapatkan uang, namun daripada kami harus mempertaruhkan nyawa, lebih baik kami istirahat sampai badai redah dan ombak normal kembali,” demikian Ujang. (369)