Ayo Saksikan Pameran Senjata Tradisional Sumatera

rio-pembukaan-pameran-senjata-tradisional-sesumatera-museum-bengkulu-32
SAKSIKAN : Sejumlah siswa sekolah dasar menyaksikan pameran senjata tradisional di Museum Negeri Bengkulu, kemarin (24/11). (Foto RIO/BE).

BENGKULU, BE – Pameran senjata tradisional yang di gelar di Museum Negeri Bengkulu resmi dibuka oleh Gubernur Bengkulu yang diwakili oleh Asisten I Setda Pemprov Bengkulu DR Iskandar ZO SH MSi kemarin, (24/11).

Dalam sambutannya, Iskandar ZO menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan pameran antar museum negeri se- Sumatera tersebut. Ia menilai, dengan adanya pameran senjata tradisional tersebut selain dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan pariwisata di Provinsi Bengkulu, juga sekaligus untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat Bengkulu mengenai senjata tradisional yang dimiliki oleh Provinsi Bengkulu.

“Edukasi kepada masyarakat itu yang penting, agar masyarakat memahami nilai kearifan lokal yang ada di Bengkulu,” ungkapnya.

Lanjutnya, senjata tradisional merupakan produk budaya yang sarat akan nilai simbolik, untuk itu harus dilestarikan. Sebab, setiap senjata tradisional memiliki karakter yang mencerminkan masyarakatnya.

Kepala Museum Negeri Bengkulu, Nirwan Nirwan Sukandri MPd, menjelaskan, pameran senjata tradisional tersebut terselenggara atas kerjasama antar museum negeri di pulau Sumatera. Diantaranya, Museum Aceh, Museum Negeri Sumatera Utara, Museum Adityawarman Padang, Museum Sang Nila Utama Riau, Museum Siginje Jambi, Museum Bala Putra Dewa Sumatera Selatan, Museum Rua Jurai Lampung, dan Museum Negeri Bengkulu. Selain itu, juga hadir Museum Jawa Tengah dan Museum Selawesi Tengah.

“Masing-masing museum memamerkan senjata tradisionalnya,” ungkapnya.

Selain itu, Museum Negeri Provinsi Bengkulu memamerkan senjata tradisional keris, pedang, karambit, dan senjata berburu. “Kita juga memarken keris yang terbuat dari batu alam,” jelasnya.

Pameran senjata tradisional tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang telah dimulai sejak tahun 1980an. Selain itu, pameran senjata tradisional tersebut akan diselenggarakan selama 10 hari hingga 3 Desember mendatang.

Sebab itu ia berharap kepada masyarakat Bengkulu untuk memanfaatkan pameran senjata tradisional tersebut untuk mengenali senjata tradisional dari Bengkulu.

“Pameran ini gratis. Jadi kita mau masyarakat datang dan bisa mengambil pelajaran dari melihat senjata tradisional tersebut,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan Bengkulu Ekpress, pada hari pertama pembukaan tersebut diramaikan oleh para mahasiswa dan pelajar.(cw1)