Atlet Taekwondo Ikuti Kejurnas Semarang

Tanpa Bantuan Pemerintah

Bakti/BE TAEKWONDO : Para atlet Taekwondo Kabupaten Benteng foto bersama Sekda Benteng jelang keberangkatan mengikuti jurnas Kapolda Cup Semarang, 12-13 November 2016.
Bakti/BE
TAEKWONDO : Para atlet Taekwondo Kabupaten Benteng foto bersama Sekda Benteng jelang keberangkatan mengikuti jurnas Kapolda Cup Semarang, 12-13 November 2016.

BENTENG, BE – Semangat juang para atlet muda cabang olahraga seni beladiri Takewondo asal Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) patut diacungi jempol. Tanpa sedikitpun bantuan dari pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Benteng. Sebanyak 11 orang atlet tersebut rela menggunakan biaya pribadi demi untuk mengikuti kejuaraan nasional (kejurnas) Kapolda Cup Semarang yang akan berlangsung selama 2 hari, yakni pada tanggal 12-13 November mendatang. Bahkan, sekedar untuk keberangkatan, rombongan atlet taekwondo harus merental (menyewa,red) satu unit bus milik Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan (BPPKB) Kabupaten Benteng sebesar Rp 4 juta.

“Untuk menfasilitasi keberangkatan para atlet, kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah SKPD jajaran pemkab Benteng, baik itu Dishubkominfopar ataupun BPPKB. Dishubkominfopar bersedia untuk menyewakan mobilnya seharga Rp 7 juta, sedangkan BPPKB hanya 5 juta (termasuk sopir senilai Rp 1 juta),” kata Palatih sekaligus penanggung jawab atlet taekwondo Kabupaten Benteng, Siska (32), jelang pelepasan atlet di halaman Pemkab Benteng, kemarin (9/11).

Dijelaskan Siska, keberangkatan atlet dilakukan sebagai salah satu wujud kebulatan tekat para atlet untuk mengharumkan dan membesarkan nama Kabupaten Benteng di kancah nasional.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab Benteng melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Benteng untuk menfasilitasi keberangkatan. Hanya saja, apa yang disampaikan tak membuahkan hasil lantaran pihak Dispora mengaku tak memiliki anggaran untuk menfasilitasi keberangkatan atlet asal Kabupaten Benteng,” beber Siska.

Sementara itu, salah satu Atlet taekwondo, M Abdi (15) yang merupakan salah satu pelajar SMAN 1 Kabupaten Benteng mengaku bahwa dirinya rela untuk bekerja keras dan mencari uang sendiri demi untuk ikut bertanding melawan atlet dari berbagai Kabupaten se-Indonesia tersebut.

“Untuk mengikuti kejuaraan nasional ini, setiap atlet harus mengeluarkan uang sebesar Rp 3,5 juta sebagai biaya keberangkatan, penginapan dan makan selama bertanding. Sayapun rela menjadi buruh pada salah satu proyek pembangunan perumahan sekedar untuk menambah biaya keberangkatan, sisanya saya meminta uang kepada orang tua saya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekda Benteng, Muzakir Hamidi SSos MM mengaku bahwa pihaknya baru mengetahui keberangkatan para atlet pada Rabu (9/10) pagi.

“Ini merupakan evaluasi juga bagi kita dan berharap kedepan para atlet lebih diperhatikan,” kata Sekda. (135)