Aset Pemprov Jadi Lokasi Mesum Waria

RAZIA: Satpol PP Provinsi saat menggelar razia malam di beberapa lokasi aset milik Pemprov yang dijadikan sarang mesum.
RAZIA: Satpol PP Provinsi saat menggelar razia malam di beberapa lokasi aset milik Pemprov yang dijadikan sarang mesum.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Sejumlah aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu disinyalir menjadi sarang mesum. Sebab, dari hasil razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di sejumlah aset Pemprov, seperti depan Gadung Balai Buntar, Stadion Sawah Lebar dan Mess Pemda, masih ditemukan para Waria yang mangkal setiap malam di lokasi tersebut.

Lokasi aset jika malam kurang dengan penerangan itu, membuat para Waria bayaran memudahkan untuk menjalakan transaksi seksual sesama jenis ditempat tersebut. Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Provinsi Bengkulu, Herman Sahrial SH MM mengatakan dalam beberapa malam, personil Satpol PP diterjunkan untuk menertibkan para Waria di lokasi tersebut.

Namun Waria yang ada begitu sigap mengeluarkan karakter laki-lakinya, dengan berlari kencang, sebelum ditangkap oleh polisi penegak Perda tersebut.

“Yang ketangkap, kita berikan pengertian agar tidak lagi mengulangi,” ujar Herman kepada BE, kemarin (7/2).

Dijelaskanya, meski telah dilakukan razia berulang-ulang kali, namun para waria tersebut masih juga kembali untuk mencari mangsa. Sebab, lokasi tersebut sangat strategis untuk melayani para laki-laki sesuka jenis. Baik itu lokasi gedung yang luas, jauh dari lingkungan masyarakat, dan sangat minim dengan sistem penerangan.

“Lampu-lampu tidak ada, jadi mudah untuk dijadikan tempat mesum,” paparnya.

Untuk mengatisipasi para Waria melakukan mesum dengan laki-laki hidung belang, Pemprov berencana akan mensiagakan personil Satpol PP disejumlah aset tersebut. Ketika masih ditemukan para Waria mangkal, maka dipastikan akan langsung ditangkap untuk direhabilitasi.

“Rencana begitu, jadi setiap malam akan kita lakukan penjagaan. Kalau ada yang memaksa tetap mangkal, akan langsung ditangkap,” tutur Herman.

Bukan hanya jadi sarang mesum para waria, lokasi yang minim penerangan juga dijadikan tempat pacaran anak-anak muda. Termasuk, menjadi lokasi anak-anak remaja menghirup lem aibon, dan minum-minuman keras. Untuk itu, Satpol PP juga meminta lokasi aset Pemprov tersebut diberikan penerangan secara maksimal setiap malamnya. Sehingga mampu mencegah terjadinya kejaharan dilokasi tersebut.

“Lampu ini penting, jadi kita minta dapat dilengkapi dengan lampu-lampu sebelum kita jaga disitu,” ujarnya.

Sebelum mensiagakan personil Satpol PP, pemprov akan terus rutin menggelar razia dilokasi-lokasi tersebut. Sehingga akan mengurangi tindak kejahatan, baik itu mesum, maupun tindakan kejahatan lain terjadi dilokasi tersebut.

“Kita akan rutin menggelar razia, agar mampu memberikan efek jera,” tandas Herman. (151)