Aset Miliaran Rupiah Dibiarkan Terbengkalai

IST/Bengkulu Ekspress TAK TERURUS: Beginilah kondisi gedung agribisnis di Air Sebakul yang dipenuhi semak belukar dan tidak terawat, kemarin (22/11).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Panitia Khusus (Pansus) Aset DPRD Kota Bengkulu mulai menyoroti Pemerintah Kota Bengkulu yang membiarkan beberapa aset terbengkalai. Salah satunya gedung Agribisnis di Air Sebakul Kelurahan Sukarami, Kota Bengkulu.

Sebab, aset miliaran rupiah tersebut sama sekali tidak terawat dan sudah dipenuhi semak belukar.

“Aset-aset terbengkalai itu sesegera mungkin dimanfaatkan, contohnya gedung Agribisnis di Air Sebakul. Sset itu sudah dibangun sejak zaman Pak Chalik, dan sampai sekarang tidak pernah disentuh lagi oleh pemerintah kota,” kata Ketua Pansus DPRD Kota, Mardensi SAg kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (22/11).

Padahal aset gedung dan tanah yang di kawasan tersebut cukup luas, dan bangunanya masih kokoh. Hanya saja tidak pernah dirawat.

Menurutnya, anggaran untuk membangun gedung tersebut mencapai puluhan miliar rupiah, seharusnya pemerintah kota saat ini memikirkan kegunaan aset tersebut sehingga bisa termanfaatkan dengan baik, seperti dijadikan sebagai rumah singgah bagi para gelandangan dan pengemis atau sebagai tempat pembinaan anak-anak jalanan yang ditangkap oleh Dinas Sosial dan Satpol PP.

“Kalau memang sudah tidak bisa lagi untuk agribisnis, setidaknya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain yang bisa menambah PAD di Kota Bengkulu,” terang Politisi Golkar ini.

Sebagai Pansus Aset DPRD Kota, pihaknya sudah berulang kali memberikan catatan kepada pemerintah kota, terutama dalam setiap pembahasan anggaran. Hanya saja, catatan tersebut belum ada buktinya nyata untuk ditindaklanjuti.

Tak hanya itu saja, lanjut Mardensi, masih banyak aset terbengkalai lainnya seperti tanah, gedung dan sebagainya. Untuk itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menyerahkan seluruh data aset terbengkalai ke pemerintah kota, dengan harapan Pemkot bisa menata ulang aset tersebut agar tidak menjadi kerugian pemerintah daerah.

“Akhir 2017 nanti semua hasil temuan-temuan kami dari Pansus aset melalui BPKAD, dan mendesak agar pemerintah kota dapat memanfaatkan dan memelihara aset-aset tersebut dengan baik,” pungkas Mardensi. (805)