Aset Bank Bengkulu Meningkat Signifikan

RIO/Bengkulu Ekspress RESMI: Plt Gubernur Bengkulu Dr drh H Rohidin Mersyah MMA didampingi Direktur Utama Bank Bengkulu H Agussalim SE ME meresmikan Gedung Kantor Pusat Bank Bengkulu di Jalan S Parman Padang Jati, Selasa (30/1).
RIO/Bengkulu Ekspress RESMI: Plt Gubernur Bengkulu Dr drh H Rohidin Mersyah MMA didampingi Direktur Utama Bank Bengkulu H Agussalim SE ME meresmikan Gedung Kantor Pusat Bank Bengkulu di Jalan S Parman Padang Jati, Selasa (30/1).

Semakin Tangguh dan Tumbuh

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Diawal tahun 2018 ini, Bank Bengkulu berkomitmen untuk terus tangguh dan tumbuh sesuai visi dan misinya selama ini. Komitmen tersebut telah dibuktikannya dengan diresmikannya kantor pusat yang baru serta meningkatnya kinerja keuangan dan berbagai penghargaan bergengsi yang berhasil diraihnya.

Direktur Utama Bank Bengkulu, Agusalim SE ME mengatakan, Bank Bengkulu terus memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah hingga kinerja keuangan bisa semakin baik yang tercermin dari berbagai peningkatan yang terjadi. “Kami terus berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah agar Bank Bengkulu bisa semakin tangguh dan tumbuh dengan baik,” ujar Agusalim saat peresmian gedung baru Bank Bengkulu, kemarin (30/1)

Komitmen untuk menjadikan Bank Bengkulu semakin tangguh dan tumbuh dibuktikan pihaknya dari beberapa peningkatan dalam kinerja keuangan. Hingga akhir 2017 lalu, aset Bank Bengkulu meningkat Rp 5,8 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, penyaluran Kredit juga mengalami peningkatan mencapai Rp 4,1 triliun diikuti dengan Non Perfoming Loan (NPL) yang rendah di bawah 1 persen. “Aset Bank Bengkulu meningkat cukup signifikan, sementara penyaluran kredit juga meningkat dengan nilai NPL Gross 0,42 dan NPL Net 0,06 Persen,” ungkap Agusalim.

NPL Bank Bengkulu yang angkanya berada dibawah satu persen mengindikasikan kinerja Bank Bengkulu sudah cukup baik bahkan penyaluran kredit mencapai Rp 4,1 triliun juga sudah mengindikasikan terjadinya kenaikan dalam hal penyaluran kredit. Karena jika dibandingkan tahun sebelumnya penyaluran kredit hanya mencapai Rp 3,7 triliun. “Penambahan penyaluran kredit diikuti dengan semakin rendahnya NPL sehingga kinerja Bank Bengkulu cukup baik,” lanjut Agusalim.

Tak hanya aset dan penyaluran kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh sebesar 15 persen dari Rp 4 triliun menjadi Rp 4,6 triliun. Peningkatan DPK ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Bank Bengkulu semakin tinggi. “DPK meningkat cukup signifikan yang menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mempercayai Bank Bengkulu untuk menitipkan dananya,” sambung Agusalim.

Tak berhenti disitu, saat ini Bank Bengkulu juga telah memiliki banyak cabang dan jaringan mulai dari 1 kantor pusat yang baru, 11 kantor cabang, 30 kantor cabang pembantu serta beberapa kantor lainnya di Provinsi Bengkulu. Selain itu, Bank Bengkulu juga sudah memberikan 654 unit layanan EDC yang tersebar di seluruh Bengkulu. Lebih lagi Bank Bengkulu juga meluncurkan beberapa layanan baru berupa Mobile Banking, Babe Laku Pandai, dan Multibiller. “Kantor dan layanan Bank Bengkulu semakin banyak dan lengkap, ini bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan,” tambah Agusalim.

Meningkatnya kualitas layanan yang dilakukan Bank Bengkulu tidak terlepas dari inovasi dan peningkatan layanan serta standar kerja disetiap unit kerja Bank Bengkulu bahkan pada 2017 lalu Bank Bengkulu berhasil meraih penghargaan bergengsi berupa Indonesia Banking Award 2017 dalam The Most Efficient karena kinerjanya yang baik. Atas penghargaan yang berhasil diraihnya, Bank Bengkulu berusaha bekerja maksimal dalam pelayanan salah satunya dengan meresmikan gedung baru yang mampu meningkatkan pelayanan kepada nasabah serta memberikan jasa penitipan dalam bentuk Save Deposit Box (SDB).

“Bank Bengkulu telah membangun gedung baru 7 lantai sebagai kantor untuk mengelola aktivitas pengendali dan pengambilan kebijakan bisnis,” jelas Agusalim.

Aktivitas pengendali dan pengambilan kebijakan bisnis tidak akan dapat berjalan maksimal tanpa dukungan dari para stakeholder terkait, untuk itu Bank Bengkulu juga melakukan penandatanganan MoU dengan Bank Indonesia (BI) dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu dalam program pengembangan ekonomi daerah di Provinsi Bengkulu, kemudian MoU dengan Pemerintah Kota Bengkulu dalam hal pengelolaan Kasda, serta MoU dengan pihak Telkom untuk peningkatan layanan komunikasi dan telekomunikasi perbankan. “Kami menggandeng semua pihak termasuk stakeholder untuk ikut ambil bagian dalam mendukung semakin majunya perekonomian Bengkulu serta membuat Bank Bengkulu semakin tangguh dan tumbuh,” tukas Agusalim.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu, Yan Syafri mengatakan, untuk mendukung semakin majunya perekonomian Bengkulu, Bank Bengkulu juga harus bisa melakukan transformasi menjadi bank umum yang professional yang mampu bersaing dengan bank lain. Transformasi menjadi penting mengingat dengan melakukan transformasi akan membuat perbankan semakin kompetitif dan tangguh. Awal transformasi bisa dimulai dengan membangun sumber daya manusia yang berbasis informasi dan teknologi dan pengembangan layanan. “Semoga Bank Bengkulu bisa semakin tangguh dan tumbuh dan berkontribusi untuk perekonomian Bengkulu,” singkat Yan.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA mengatakan, dirinya sangat mendukung pertumbuhan Bank Bengkulu mulai dari jaringan cabang, nilai aset, kredit dan layanan yang semakin berkembang. Bahkan pihaknya menilai Corporate Social Responsibility (CSR) berupa bantuan modal kredit yang diberikan Bank Bengkulu dinilai sangat baik serta akan disambut baik oleh masyarakat mengingat bunganya ringan yaitu hanya 3.5 persen. “Bunganya rendah sekali, lapisan bawah masyarakat sangat membutuhkan dan mampu memutus mata rantai rentenir yang bunganya mencekik leher,” ujar Rohidin.

Dengan adanya bantuan modal dengan bunga ringan, pihaknya berharap masyarakat Bengkulu seluruhnya sudah Bankable sehingga bisa mengakses sektor rill hingga membuat pertumbuhan ekonomi yang baik. Secara Makro berdasarkan data Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Bengkulu tumbuh diatas nasional, inflasi di bawah angka nasional, tingkat hunian hotel meningkat, angka kemiskinan Bengkulu juga jauh diatas rata-rata nasional dan Sumatera.

“Kondisi ekonomi Bengkulu yang baik ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Bank Bengkulu sehingga bisa diubah menjadi lebih baik lagi,” lanjut Rohidin.

Bank Bengkulu juga diminta harus mampu menjadi pemain utama dalam pembangunan infrastruktur dan semua terkonektisasi dengan Bank Bengkulu sehingga bisa dilihat progress Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari masing-masing sektor dan bisa diikuti oleh kabupaten/kota.

Selain itu, Bank Bengkulu juga harus bisa ikut memfasilitasi geliat investasi yang sedang terjadi di Bengkulu seperti peningkatan potensi pelabuhan Pulau Baii yang menjadi jalan ekspor kelapa, kopi, kayu, CPO, dan batubara, kemudian pembangunan jalan tol dan rel kereta api, serta pengembangan Bandara Fatmawati Bengkulu. “Pada saat ini geliat ekonomi sedang membaik, maka perbankan bisa menjadi pemain strategis untuk mengakselerasi pelabuhan, bandara dan berbagai komoditas untuk memajukan perekonomian Bengkulu,” tutup Rohidin. (999)