Aset-aset Pemerintah Terbengkalai

APRI/Bengkulu Ekspress Gedung Mapolsek dan Kantor Camat Eks Padang Bano yang dibangun Kabupaten Lebong di Desa Rena Jaya Kecamatan Giri Mulya rusak terbengkalai dan belum pernah difungsikan sejak selesai pembangunan, kemarin (5/11).
APRI/Bengkulu Ekspress Gedung Mapolsek dan Kantor Camat Eks Padang Bano yang dibangun Kabupaten Lebong di Desa Rena Jaya Kecamatan Giri Mulya rusak terbengkalai dan belum pernah difungsikan sejak selesai pembangunan, kemarin (5/11).

 

ASET senilai miliaran rupiah di Eks Kecamatan Padang Bano, di Desa Rena Jaya Kecamatan Giri Mulya, hanya dibiarkan terbengkalai dan mubazir begitu saja. Padahal, aset milik pemerintah ini dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan dan pelayanan terhadap masyarakat.
Berbagai aset yang itu, yakni Kantor Camat, Puskesmas, Pustu, Mapolsek serta beberapa aset lainnya. Bahkan, beberapa bangunan itu, sejak dibanguan tidak pernah berfungsi sebagaimana mestinya.

‘’Dari pada mubazir dan rusak seperti itu, lebih baik di serahkan kepada Desa Rena Jaya, agar kita bisa mengelolanya untuk kepentingan pelayanan masyarakat,’’ ujar Kades Rena Jaya, Mariuan.

Ia menambahkan pengosongan bangunan dilakukan Pemda Lebong sejak awal 2017 lalu. Mulai dari mengangkut seluruh peralatan meubeler kantor hingga aset bergerak seperti kendaraan dinas. Hanya saja, plang merk kantor hingga saat ini, belum dilepas oleh Pemda Lebong.

‘’Kalau mulai tidak lagi aktif sejak awal tahun lalu. Seluruh alat-alat kantor sudah diangkut, termasuk seluruh kendaraan dinas,’’ ungkapnya.

Disinggung mengenai, lahan pembangunan gedung perkantoran tersebut, ia mengaku tidak terlalu mengerti. Hanya saja, sebagian merupakan hibah dari warga yang memang berpihak kepada Pemda Lebong. Sehingga, pembangunan gedung perkantoran itu, dapat dilakukan Pemda Lebong. ‘’Ada yang memang hibah dari warga. Tapi yang lainnya saya tidak terlalu mengerti bagaimana dasar yang digunakan Pemda Lebong bisa melakukan pembangunan perkantoran itu,’’ ungkapnya.

Seperti gedung Mapolsek yang dibangun oleh Pemda Lebong, padahal lahan di depan Mapolsek, jelas bertuliskan UPTD Kesatuan Pengelola Hutan Produksi, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara (BU). Namun, gedung Mapolsek berdiri begitu kokoh dibagian belakang. Bahkan gedung rumah dinas Kapolsek itu hanya ditempati oleh warga yang tidak memiliki tempat tinggal.

‘’Saya cuma numpang saja. Rumah tidak punya. Dari pada bangunan ini kosong, saya tempati bersama istri yang sedang lumpuh,’’ terang Rahmat (73) warga yang menempati rumah dinas Kapolsek tersebut.

Tak hanya itu, berbagai aset lainnya, seperti Puskesmas juga sudah dalam keadaan rusak parah. Sebagian atap Puskesmas sudah terlepas. Sehingga ketika hujan, air akan menggenangi seluruh ruangan di dalam Puskesmas.(816)