Apakah Pertalite Langsung Ada di Seluruh SPBU? Ini Jawabannya

JAKARTA  – Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, untuk awalnya pertalite sebagai bahan bakar minyak (BBM) jenis baru, tidak serta merta menggantikan premium.

Pertamina masih melihat respon masyarakat terhadap BBM dengan nilai oktan 90 atau 91 itu. Itulah kenapa dia menegaskan kalau pada Mei nanti bensin jenis premium masih bisa dinikmati masyarakat.

“Rekomendasi tim juga menjadi perhatian kami. Tinggal bagaimana kami bisa melakukan penyediaan secara bertahap, ” ujarnya di kantornya.

Setelah pertalite tersedia, Pertamina akan memantau konsumsi premium secara mendetail. Apakah sukses menggiring pengguna premium ke pertalite atau tidak.

Seperti diberitakan, Pertamina ingin mengubah pola pembelian bensin pemilik kendaraan pribadi. Terutama pemilik roda empat atau roda dua yang sebelumnya memakai premium, tapi enggan ke pertamax agar memilih pertalite. Sedangkan premium diharapkan benar-benar untuk masyarakat kecil dan transportasi umum.

“Tidak menghapuskan premium. Jadi, nanti mau dilihat konsumsinya lebih berat kemana,” ungkapnya. Sebagai bukti bahwa premium tidak dihapuskan, volume distribusi tidak akan dikurangi.

Untuk saat, proses persiapan disebutnya sudah hampir beres. Tinggal mendistribusikan ke SPBU dan mengurus izin spesifikasi BBM di Kementerian ESDM. Rencananya, Ibu Kota bakal menjadi pilot project penggunaan pertalite.

“Karena butuh proses logistik, penyiapan, dan distribusi, kemungkinan besar sebagai tahap awal akan tersedia di SPBU DKI Jakarta,” jelasnya.

Soal kapan pastinya pertalite tersedia, Wianda tidak mau membuka tanggal pasti. Dia hanya menyebut tidak lama lagi produk baru itu sudah tersedia di SPBU tengah kota Jakarta.

Begitu juga dengan harga, dia tidak mau menjawab dan mengalihkan ke dua keunggulan pertalite. Pertama, menjanjikan performa yang lebih baik karena memiliki oktan lebih tinggi dari premium. Kedua, harganya lebih ekonomis dari pertamax. “Nanti, masyarakat punya banyak pilihan,” terangnya. (dim/ken)