Senin, 27/05/2013 - 11:30 WIB
Seputar Kota | beonline - Bengkulu Ekspress

Anti Kekerasan

YAMAHA Vixion Club Indonesia Chapter Bengkulu atau yang disingkat YVC-BD merasa gerah dengan kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah klub atau geng motor lain di Indonesia.  Pasalnya, hal ini berimbas kepada stigma negatif terhadap setiap klub motor yang ada.
“Makanya kami akan berusaha mencegah bila ada klub motor di Bengkulu yang cenderung ingin mengikuti sepak terjang klub motor di wilayah lain yang gemar melakukan kekerasan terhadap masyarakat maupun anggotanya.  Kami akan bekerjasama dengan kepolisian agar hal-hal yang semacam itu tidak terjadi di Bengkulu,” kata Ketua YVC-BD periode 2012-2104, Suprik, saat jumpai di Cemara Seluler, Tanah Patah, kemarin.
Dijelaskan Suprik, imbas negatif yang berdampak terhadap mereka cukup beragam. Misalnya, tidak sedikit dari mereka yang harus menghadapi cemoohan dari orang-orang disekitar mereka terhadap perkumpulan klub motornya itu. Tidak sedikit, kata Suprik, keluarga rekan-rekannya akhirnya menghalangi sejumlah aktivitas sosial yang ingin mereka lakukan.
“Padahal tujuan kami mendirikan klub motor ini adalah untuk mengedepankan etika dalam berkendaraan, sopan, tertib, menjadi teladan bagi masyarakat, serta meningkatkan kualitas berorganisasi para anggota,” tegasnya.
Karenanya dalam hal wadah perkumpulan klub motor ini, Suprik menghimbau agar klub motor lainnya yang ada di Kota Bengkulu untuk memiliki konsep organisasi yang baik. Ia mengajak agar klub motor yang terbangun di Kota Bengkulu dapat bersandarkan pada kebersamaan, persaudaraan dan untuk kebaikan orang banyak. “Kami sendiri mendirikan YVC-BD bukan semata-mata untuk kepentingan para pendiri, pengurus dan anggota, namun juga untuk kepentingan sosial yang lebih luas. Tanpa pengelolaan yang baik dan tujuan-tujuan yang seperti itu, bagi kami sebuah klub motor akan menjadi perkumpulan segerombolan manusia, tanpa kejelasan arah,” tandasnya.
Menanggapi hal ini, anggota DPRD Kota yang juga bertindak sebagai penasehat YVC-BD, Sofyan Hardi, mengaku senang dengan komitmen anti kekerasan yang diusung klub motor tersebut. Ia sendiri menyatakan kesediaan untuk menjadi penasehat klub motor ini karena menilai bahwa apa yang dicita-citakan mereka memang baik. “Terlebih saya lihat mereka punya konsep pengelolaan organisasi yang rapi dan bagus,” ujarnya.
Sofyan menambahkan, ia juga melihat sendiri betapa kuat solidaritas yang ditunjukkan klub motor ini. Penilaian ini didasarkannya pada upaya para anggota klub motor untuk menebus motor salah seorang rekan mereka yang hilang dengan mengumpulkan uang dari seluruh anggota di seluruh Indonesia. Sehingga, motor rekannya yang hilang itu pun tergantikan. “Saya juga mengamati sendiri begitu banyak aktifitas sosial yang mereka lakukan. Mereka juga memberikan teladan dengan memecat anggota mereka yang tertangkap menggunakan kendaraan tanpa mengindahkan rambu-rambu lalu lintas dan prinsip-prinsip utama dalam keselamatan berkendaraan,” pungkasnya. (009)

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


satu × = 6

© 2005 - 2013 bengkuluekspress.com, All Rights Reserved