Angka Pengangguran di Bengkulu Turun

bps-nganggur
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu (BPS) Dyah Anugrah Kuswardani, MA saat menyampaikan rilis berita resmi statistik (BRS), kemarin (7/11). (Foto CARMINANDA/BE).

BENGKULU, BE – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Bengkulu pada Agustus 2016 mencapai 3,3 persen, dan mengalami penurunan dibandingkan TPT Agustus 2015 yang mencapai 4,9 persen.

Penurunan tersebut disebabkan bertambahnya jumlah angkatan kerja sebanyak 47 ribu orang dan diimbangi dengan bertambahnya penduduk yang bekerja sebanyak 60,7 ribu orang.

Jumlah penduduk yang bekerja di Provinsi Bengkulu sendiri pada Agustus 2016 mencapai 965 ribu orang bertambah 60,7 ribu orang atau naik sebesar 6,7 persen dibandingkan pada bulan Agustus 2015 lalu.

“Jumlah total angkatan kerja pada Agustus adalah sebanyak 997,9 ribu orang, nah dari angkatan kerja tersebut yang bekerja sebanyak 965 ribu orang dan pengangguran 32 ribu orang, jadi secara keseluruhan angka pengangguran turun sekitar 14 ribu orang atau 1,6 persen,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu (BPS) Dyah Anugrah Kuswardani MA, kemarin, (7/11).

Lanjutnya, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami kenaikan dari 70,8 persen menjadi 72,7 persen. Dari 72 persen angka TPAK tersebut, kontribusi perempuan sangat rendah hanya 59,91 persen, sementara TPAK laki-laki mencapai 85,02 persen.

“Artinya masih banyak perempuan yang tidak terjun dalam ekonomi aktif, jadi masih didominasi oleh laki-laki pekerja di Provinsi Bengkulu ini,” jelasnya.

Dyah menambahkan, penyerapan tenaga kerja hingga Agustus 2016 masih didominasi penduduk bekerja berpendidikan rendah yakni tamat sekolah dasar (SD) ke bawah sebanyak 344,4 ribu orang, tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 192,3 ribu orang dengan total keseluruhan (SD dan SMP) sebanyak 536, 7 ribu orang atau 55,6 persen.

“Yang berpendidikan tinggi hanya 150,7 ribu orang atau 15,6 persen,” bebernya.

Sementara itu, sektor pertanian masih mendominasi lapangan pekerjaan yaitu sebesar 42,3 persen dan diikuti oleh sektor jasa 21,4 persen.

“Untuk bidang kerjanya sendiri sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan selama 2016 sebanyak 408 ribu orang. Sedangkan sektor industri hanya 50,1 ribu orang. Sektor perdagangan, rumah makan, dan akomodasi 186,4 ribu orang. Sektor jasa kemasyarakatan 206,2 ribu orang, dan sektor lainnya 113,6 ribu orang,” pungkasnya.(cw1)