Anak TK Diajari Tertib Lantas

Tertib (1)
BENGKULU, BE – Sebanyak 700 anak berasal dari taman kanak-kanak (TK) di Kota Bengkulu, sekira pukul 08.00 WIB, Rabu (8/4) kemarin mendatangi Mapolda Bengkulu.
Dalam kunjungannya, digunakan Polda untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang tertib dalam berlalu lintas di jalan raya yang dilakukan para Polisi Wanita (Polwan) dari Direktorat Lantas Polda Bengkulu.
“Hari ini kita dikunjungi oleh 700 anak -anak dari berbagai TK yang ada di kota Bengkulu. Ini merupakan waktu yang tepat untuk mensosialisasikan tertib berlalu lintas sejak dini. Kita berharap kedepan tak ada lagi generasi muda yang melakukan pelanggaran di jalan raya,” terang Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs HM Ghufron MM MSi, melalui Dir Lantas, Kombes Pol Benny Ali SH SIK, kepada BE, kemarin.
Ditambahkan Benny, sosialisasi ini merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka operasi Simpatik Nala tahun 2015 yang dilaksanakan selama 21 hari, terhitung sejak 1-21 April 2015 tersebut.
Diharapkan, dengan ditanamkan kesadaran lalu lintas sejak usia dini ini, dapat menekan angka kematian di jalan raya.
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya preventif yang kita lakukan untuk mencegah banyaknya kecelakaan di jalan raya akibat rendahnya kesadaran dalam berlalu lintas,” kata Benny.
Sementara itu, Hijratul Hayati SPd, Kepala Sekolah (Kepsek) TK Harapan Bunda yang berlokasi di Jalan Merba, Kelurahan Cempaka Perpai, mengapresiasi kegiatan sosialisasi sejak usia dini yang dilakukan Polda tersebut.
“Kami datang dengan membawa 45 murid untuk mengunjungi Mapolda Bengkulu. Melalui kegiatan ini. Kami juga berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan sehingga dapat menambah pengetahuan anak tentang lalu lintas selain dari apa yang kami ajarkan di sekolah,” terangnya Hijratul.
Ditambahkannya, selain menanamkan kesadaran berlalu lintas dalam sosialisasi itu juga dapat merubah mind set (cara pandang) anak-anak TK. Dari yang berpola fikir bahwa polisi adalah petugas yang menakutkan menjadi polisi sebagai pelayan masyarakat.
“Melalui pertemuan seperti ini, anak bisa langsung bertemu dengan polisi. Anak dapat langsung melihat polisi. Ini merupakan pendekatan yang baik sehingga polisi tak lagi menjadi orang yang menakutkan bagi anak TK,” timpal Hijratul.(135)