Aksi Pencurian Air PDAM Di Daerah Ini Marak

Direktur PDAM Tirta Tebo Emas Lebong, Drs Sopian Razik SSos
Direktur PDAM Tirta Tebo Emas Lebong, Drs Sopian Razik SSos

Sopian: Kami akan Lapor Polisi

AMEN, Bengkulu Ekspress – Aksi pencurian air dari jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tebo Emas (TTE) masih marak terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Lebong. Seperti Kecamatan Lebong Utara, Kecamatan Amen, Kecamatan Uram Jaya dan Kecamatan lainnya. Kondisi ini menjadi salah satu kendala bagi perusahan daerah ini untuk meningkatkan pelayanan prima kepada pelanggan. Selain itu juga menyebabkan kerugian bagi masyarakat pelanggan PDAM.

Direktur PDAM Tirta Tebo Emas Lebong, Drs Sopian Razik SSos menyampaikan, bahwa pihaknya akan melaporkan pelaku pencurian Air PDAM tersebut kepada pihak kepolisan.

“Kita sudah berkali-kali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pencurian ataupun memasang sendiri pipa dari pipa induk PDAM. Bahkan kita sudah melakukan penertiban, namun faktanya masih banyak yang mencuri air dari pipa PDAM. Tentunya untuk menimbulkan efek jera pelaku pencurian air PDAM ini akan kita laporkan ke pihak penegak hukum,” kata Sopian.

Ditambahkan Sopian, pencurian air yang dilakukan oknum warga, kerap sampai merusak pipa distribusi yang ada akibatnya kerusakan terus meluas. Beberapa titik pipa PDAM sampai dirusak oknum warga dan malah ada yang sampai hilang.

“Akhir bulan ini kita bersama tim dari Kepolisian, Jaksa dan TNI akan kembali turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan, jika nanti masih ada warga yang melakukan pencurian air dari pipa PDAM maka langsung kita laporkan,” jelas Sopian.

Terkait tindakan represif yang akan dilakukan PDAM ini, lanjut sopian sudah merupakan langkah terakhir karena sebelumnya sudah dilakukan pendekatan persuasif melalui sosialisasi dari pertugas PDAM di wilayah kerjanya masing-masing.

“Kerugian yang dialami bukan hanya oleh perusahaan, namun juga pelanggan PDAM yang tertib melakukan pembayaran tagihan. Dan perlu diketahui bahwa untuk pembangunan jaringan pipa PDAM ini memerlukan anggaran yang besar sebagai contoh saat ini kita sedang melakukan pengerjaan Intake dan jaringan pemipaan dari sumber air bersih Ladang Palembang, nilainya mencapai Rp 27 miliar. Jika ada yang mencuri air dari saluran ini tentunya merugikan semuanya, baik pemerintah, perusahaan maupun pelanggan,” katanya.

Sopian juga berharap, pihak pemerintah desa yang dilalui pipa distribusi untuk membantu pengawasan. Sehingga tidak ada lagi warga yang melakukan pencurian dari pipa distribusi PDAM. (777)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*