Akseptor Diimbau Gunakan MKJP

Bupati bersama Ketua TP PKK Kabupaten Rejang Lebong saat meninjau lokasi pemasangan KB gratis beberapa waktu lalu. Dalam penggunaan KB, pemerintah mendorong menggunakan metode jangka panjang untuk meminimalisir gagalnya program KB.
Bupati bersama Ketua TP PKK Kabupaten Rejang Lebong saat meninjau lokasi pemasangan KB gratis beberapa waktu lalu. Dalam penggunaan KB, pemerintah mendorong menggunakan metode jangka panjang untuk meminimalisir gagalnya program KB.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Untuk suksesknya proram keluarga berencana di Kaupaten Rejang Lebong, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anaka, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A PPKB) Kabupaten Rejang Lebong menghimbau para akseptor KB di Kabupaten Rejang Lebong untuk menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

“Dalam pelaksanaan KB di Kabupaten Rejang Lebong, kita mengimbau kepada para akseptor untuk memilih metode kontrasepsi jangka panjang,” terang Sekretaris DP3A PPKB Kabupaten Rejang Lebong, Nunung Trimulyanti, SKM. MM, belum lama ini.

Menurut Nunung, penggunaan KB dengan MKJP pajang lebih efektif dibanding dengan metode kontrasepsi jangka pendek. Karena menurutnya dengan menggunakan MKJP bisa meminimalisir gagalnya program KB yang dilakukan oleh akseptor.

Dijelaskan Nunung, beberapa jenis KB MKJP tersebut antara lain Implant, Medis Operatif Wanita (MOW) atau Tubektomi, Medis Operatif Pria (MOP) atau Vasektomi dan Intrauterine Device (IUD) atau Spiral.

Menurut Nunung, dengan penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang tersebut, maka pasangan khususnya pasangan yang baru menikah bisa mengatur jarang kelahiran anak mereka. Karena menurut Nunung pasangan yang menggunakan MKJP tidak perlu khawatir akan terjadi kehamilan yang tidak dikehendaki.

“Selain itu, penggunaan MKJP ini, tidak memiliki efek samping seperti kegemukan pada penggunaan alat kontrasepsi lainnya,” jelas Nunung.

Dalam kesempatan tersebut, Nunung juga menjelaskan, saat ini MKJP dengan Vasektomi bisa dilakukan untuk sementara tidak permanen. Karena dalam program vasektomi nanti mereka akan diberikan dua pilihan apakah yang permanen atau yang sementara. Dengan adanya vasektomi sementara ini, maka memungkinan pasangan untuk bisa memiliki akan lagi meskipun mengikuti vasektomi.

Disisi lain, terkait dengan peserta KB di Kabupaten Rejang Lebong, menurut Nunung berdasarkan data yang dimiliki DP3A PPKB saat ini jumlah peserta KB aktif di 15 Kecamatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong mencapai 34.962 akseptor.

Peserta KB tersebut dibagi menjadi beberapa jenis seperti KB suntik yang sebanyak 19.771 akseptor, implan sebanyak 6.352 akseptor, penggunaan pil KB sebanyak 6.155 akseptor. Kemudian penggunaan alat kontrasepsi jenis kondom sebanyak 1.204 akseptor, IUD sebanyak 1.017 aksepntor, MOW sebanyak 373 akseptor, MOP sebanyak 90 akseptor.

“Saat ini KB suntik memang masih paling banyak diminati oleh masyarakat,” demikian Nunung. (251)