Ajak Sayang Istri, 8 Ribu Nyawa Telah Terenggut

Dari Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Payudara

 
Kanker rahim dan payudara merupakan salah satu penyakit yang mematikan di Indonesia. Bagaimana tidak, penyakit yang hanya diderita oleh kaum perempuan ini merenggut 1 nyawa setiap jamnnya dan mencapai 8 ribu orang setiap tahunnnya. Ini disampaikan Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah saat melaunching gerakan nasional pencanangan pemeriksaan, pencegahan dan deteksi dini kanker leher rahim dan payudara di Puskesmas Ratu Agung Pematang Gubernur, Kota Bengkulu, pagi kemarin.
***
“Meskipun terlambat, tapi kita tetap bersyukur karena mulai tahun ini pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap penyakit yang mematikan ini,” kata gubernur yang akrab disapa Ustad Junaidi Hamsyah (UJH) ini.
Menurutnya, penderita penyakit tersebut menembus angka 15 ribu setiap tahunnya, namun 7 ribu diantaranya berhasil sehat dan 8 ribu meninggal dunia.
“Penyebabnya penyakit ini adalah nikah diusia muda dibawah 20 tahun bagi wanita, berganti-ganti pasangan seksual, banyak melahirkan anak, merokok, kekurangan vitaman A, C atau E,” ungkapnya.
Cara untuk mendeteksinya pun cukup mudah, yakni dengan melakukan pemeriksaan ke Puskesmas atau rumah sakit yang menyediakan pelayanan pemeriksaan melalui IVA.
“Kalau terdekteksi jangan cemas, karena terdekteksi saja belum tentu terjangkit. Dan bagi yang sudah terjangkit harus optimis bahwa bisa sembuh. Kebanyak kita selama ini terlalu cepat pasrah sehingga tidak ada usaha dan keinginan untuk sembuh lagi,” imbuhnya.
Gubernur juga menyatakan kesiapannya untuk menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) atas pencegahan dan pemeriksaan kanker rahim dan payudara tersebut sejak dini, sehingga anggarannya pun bisa dialokasikan melalui APBD Provinsi Bengkulu.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bengkulu, Hj Honiarty Junaidi SAg dalam kesempatan itu
mengajak kaum wanita untuk melakukan pencegahan sejak dini dengan melakukan pemeriksaan secara rutin.
“Tim Penggerak PKK dan ormas lainnya mengajak menginformasikan kepada perempuan yang berusia 30-50 tahun untuk dilakukan pemeriksanaan leher rahim dan payudara. Mari kita perriksa walapun tidak sakit. Jangan malu, karena lebh baik mencegah daripada mengobati,” imbaunya.
Selain itu, ia juga meminta kaum laki-laki untuk menyayangi istrinya dengan tidak bergonti-ganti pasangan diluar yang bisa menyebabkan terjangkitnya penyakit kanker rahim dan penyakit menular lainnya.
“Sayangi istri anda, saya tidak mau ibu-ibu dipermainkan laki-laki. Saya wajib melindungi ibu-ibu dan saya wajib memberikan informasi kepada perempuan terkait penyakit perempuan ini,” ujarnya.
Honiarty juga menyebutkan bahwa tidak semua Puskesmas di Provinsi Bengkulu bisa melakukan pemeriksaan kanker rahim dan payudara tersebut, karena sejauh ini baru 82 Puskesmas sudah tersedia alatnya. Namun kedepan, ia berharap setiap Puskesmas sudah menyediakan alat dan tenaga medisnya untuk memeriksa dan menangangi penyakit tersebut.(400)