Aiptu BS Dikenal Santun dan Ramah

Almarhum BSPENEMBAKAN yang dilakukan Aiptu BS terhadap anak keduanya, BA (14) sama sekali tidak diduga oleh tetangga bahkan rekan kerjanya. Sebab, Aiptu BS dikenal sebagai pribadi yang santun, perhatian dengan keluarga, suka bersosialisasi, baik kepada semua orang. Sehingga mustahil jika ia tega menyakiti anaknya.

Sejumlah warga memadati rumah kediaman Aiptu BS di Jalan Sumatera, RT 4, RW 4, Kelurahan Suka Merindu, Rabu (26/4/2017) pagi. Mereka memasangan tenda setelah tahu ada kecelakaan yang menyebabkan anak kandung Aiptu BS meninggal dunia pada Rabu dinihari sekitar pukul 04.00 WIB.

Banyak warga yang memilih diam saat dimintai keterangan terkait kecelakaan tersebut. Meski mereka tahu kejadian tersebut, mereka memilih diam karena tidak enak hati dengan Aiptu BS yang dikenal santun kepada siapa saja disekitar rumahnya.

Seperti yang dikatakan Ketua RT 4, Safran, dia mengaku sempat tidak percaya apa yang sudah terjadi di kediaman Aiptu BS, Rabu dinihari itu. Karena pada hari sebelumnya sama sekali tidak ada masalah, tidak ada keributan di dalam rumah Aiptu BSi.

Baca Juga Dikira Pencuri

Terkait keseharian Aiptu BS, Safran mengaku sebagai pribadi bahwa ia suka bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Orangnya tidak tertutup, sering ikut gotong royong.

Selain itu, kata Safran, sikapnya sewajarnya seperti keseharian yang suka bersosialisasi dengan warga. “Saya tahu itu jam 5 pagi, ada ribut-ribut dari rumah Aiptu BSi. Sekarang siapa yang menduga orang yang tidak pernah membuat masalah menembak anaknya sendiri,” jelas Safran.

Safran enggan berkomentar terkait penembakan yang menewaskan anak Aiptu BS. Dia lebih memilih menyerahkannya semua kepada pihak kepolisian.

Sementara itu Camat Sungai Serut, Ahmad Kusen menjelaskan, jika Aiptu BS merupakan orang baik, tidak ada masalah dengan keluarga atau kepada orang lain.

Sementara itu dari keterangan sejumlah orang dekat Aiptu BS, diduga kejadian itu ada kaitannya rasa trauma yang dialami Aiptu BS. Ketika ia masih bertugas di Polsek Teluk Segara, rumahnya pernah disatroni pencuri. Saat itu, berdasarkan informasi dari warga pencuri berhasil ditangkap.

Kemudian, Senin (23/4/2017) lalu, isterinya Su, sempat dijambret ketika pulang dari kerja di Pemkot Bengkulu Tengah.

Apakah kejadian tersebut membuat psikis Aiptu Bekti terganggu sehingga spontan menembak anaknya karena dikira pencuri, tidak ada yang membenarkannya. Rata-rata dari mereka, memilih menyerahkannya semua kepada pihak kepolisian.

Aiptu BS bertugas di Polsek Ratu Agung sekitar 3 tahun di bagian Provos. Selama ia bertugas, tidak pernah ada masalah, kinerjanya cukup baik. Komunikasi dan sosialiasi dengan sesama anggota tidak ada masalah. Hanya saja rekan kerja atau pimpinan tempat Aiptu BS bertugas enggan memberikan komentar. Mereka memilih diam, karena tidak ada izin dari pimpinan tertinggi mereka memberikan keterangan terkait keseharian Aiptu BS.(167)