Ada Pungli Truk Batu Bara di Ketenong

1LEBONG, BE – Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Lebong, pada hari Jumat (10/4) kemarin melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Desa Ketenong Kecamatan Pinang Belapis tepatnya di tebing 200. Sidak yang melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Perhubungan (Disparbudhub) tersebut, dilakukan menyusul adanya laporan dari PT Uram Family selaku rekanan PT Jambi Resources yang mengangkut batu bara dari Lebong menuju Bengkulu, tentang adanya dugaan Pungli (Pungutan Liar) yang dilakukan oleh masyarakat sekitar.

Dari Sidak itu ternyata Pungli itu benar adanya. Dari pantauan BE dilapangan mulai dari Desa KetenongII hingga Desa Tambang Sawah terdapat dua pos sederhana yangterletak didua tebing berbeda dan dijaga 8-10 warga. Setiap truck batu bara yang lewat menyetorkan uang sebesar Rp 2.000 disetiap pos. Menurut salah satu warga yang tidak ingin namanya disebutkan hal tersebut merupakan kesepakatan antara mereka dengan sopir truk karena di tanjakan tersebut truck sering mundur akibat tidak kuat mendaki.

“Kami disini jual jasa. Jadi kalau ada truck yang lewat kami siap-siap mengganjal ban truck dengan balok jika truk tersebut tidak kuat mendaki. Di tenjakan ini sudah sering truk mundur dan terbalik karena tidak kuat mendaki. Ini sudah kesepakatan kami dengan para sopir. Kalau pun ada yang tidak bayar ya tidak masalah,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Lebong Mahmud Siam SP MM melalui Kabid Pendapatan dan Bagi Hasil Syarifuddin SSos MSi yang langsung turun kelapangan mengaku masih menghormati kesepakatan tersebut.

Namun, kedepan pihaknya mengharapkan agar dibuat kesepakatan tertulis antara warga dengan para sopir truk. “Kesepakatan itu saat ini masih kita hormati. Kita turun kelapangan berdasarkan pengaduan PT. UF secara tertulis tenang adanya pungli di tebing 200, sehingga hari ini kami (DPPKAD, Satpol PP, Disparbudhub) turun langsung dan sudah kita wawancarai baik warga dan sopir. Intinya supir tidak keberatan asal tidak lebih dari 2.000. Para supir juga merasa terbantu. Nanti kami akan lapor kepimpinan apa langkah selanjutnya, ” tutup Syarif. (Cw2)