Ada Hutan Dibakar di Mukomuko

MUKOMUKO, BE –  Perambahan hutan kawasan di wilayah Kabupaten Mukomuko semakin marak terjadi. Pembukaan  hutan tersebut, dengan cara dibakar.
Sabtu (10/10) kemarin, tim yang tergabung dari Kantor Penggelolaan Hutan Produksi (KPHP), TNI dan Polri melakukan operasi dan penindakan di lapangan. Namun, ketika  tiba di lokasi para perambah sudah terlebih  dahulu melarikan diri.
Tim hanya menemukan barang bukti berupa satu unit chainsaw yang diduga kuat digunakan untuk menebang pohon  dan empat pondok di empat titik di wilayah Sungai Sangkil di dalam Hutan Produksi Terbatas (HPT) Air Manjunto.
“Kita turun ke lapangan bersama tim. Ketika tiba di lokasi tidak ditemukan para perambah,” ungkap Kepala KPHP Kabupaten, Jasmin Sinaga melalui Kepala Tata Usaha, M Rizon dikonfirmasi Bengkulu Ekspress.
Empat pondok yang diduga kuat tempat para perambah beristirahat dirobohkan. Dikarenakan lokasi  yang sangat sulit dilalui dan jauh, tim hanya membawa barang bukti satu unit chainsaw. Sedangkan kayu bekas pondok dan barang bukti kayu yang sudah ditebang tetap berada di dalam hutan kawasan tersebut.
“Kita sangat kesulitan untuk membawa seluruh barang bukti, yang kita amankan hanya satu unit chainsaw,” ujarnya.
Hutan kawasan di wilayah itu telah dibuka dengan perkiraan 25 hektar. Ada yang baru saja  dibuka dengan cara dibakar dan kayu ditebang hingga ada yang telah ditanam padi.
M Rizon mengatakan, operasi tersebut akan terus berlanjut. Pihaknya kembali menginggatkan kepada masyarakat agar  tidak lagi masuk  ke lokasi hutan kawasan dan melakukan aktivitas. Jika ditemukan masyarakat tetap beraktivitas, dipastikan ditindak tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dia menambahkan, meskipun lokasi  sulit dan jauh hingga ada salah seorang tim terluka akibat terkena kayu hingga harus dibawa dengan  cara ditandu.(900)