Abrasi Pantai Ancam Desa

abrasi
KAUR SELATAN, BE – Pemukiman warga di wilayah pesisir pantai Desa Sekunyit Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur terancam abrasi. Pasalnya jarak bibir pantai dengan jalan dan rumah warga tinggal beberapa meter saja. Hal itu membuat warga setempat berharap agar pemerintah daerah dapat segera membangunkan tanggul pantai tersebut.

“Setiap tahun air laut itu narik daratan itu sekitar dua meteran, dan kalau lama-lama dibiarkan air pantai itu masuk ke rumah,” ujar Mustafa (60), warga setempat kepada BE kemarin (20/11).

Pantauan BE kemarin, selama beberapa pekan terakhir gelombang abrasi pantai selatan cukup besar. Hal ini membuat gerusan abrasi disekitar pantai Sekunyit cukup memprihatinkan, dan bahkan beberapa pohon seperti pohon kelapa banyak yang tumbang akibat abrasi tersebut.

Warga desa khawatir dengan adanya abrasi pantai yang terus terjadi setiap tahun yang mengakibatkan air laut pasang naik hingga ke jalan dan pemukiman warga. Sehingga warga yang tinggal di pinggir laut takut rumah mereka akan tenggelam, jika pemerintah tidak segera membangunkan tanggul pemecah ombak

“Lihatlah mas abrasi bibir pantai ini pohon saja banyak hilang, dan tahun ini paling parah, bahkan jika air laut pasang, airnya sampai ke jalan dan rumah warga rumah,” ujar Mustafa.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Desa Sekunyit Kaharudin mengakui jika warga desanya itu sering mengeluhkan soal abrasi pantai makin parah tersebut. Untuk itu, ia berharap kepada pihak-pihak terkait dalam hal ini untuk secepatnya membangun tanggul pemecah ombak seperti yang telah dilakukan di Pantai Hili dan Linau.

“Permasalahan ini sudah lama terjadi, tapi sampai kini belum ada tindak lanjutnya. Masalah ini hampir setiap tahun kita usulkan ke pemerintah,” ujarnya.

Kades menambahkan, beberapa pohon kelapa yang berada di tepi Pantai Sekunyit juga sudah tidak mampu menahan terjangan air laut saat cuaca buruk seperti sekarang ini. Menanam pohon baru efektif setelah tanggul beton dibangun. Untuk itu ia berharap pemerintah bisa mengatasi masalah ini sehinga tidak lagi terjadi abrasi.

“Kalau lama-lama abrasi ini nyampai ke rumah warga, dan juga tempat pelelangan ikan (TPI) Sekunyit itu tinggal beberapa meter dengan pantai, kalau tidak segera diatasi TPI itu hilang,” tandas Kades.(618)