Yan Safri_ojk bengkulu
Selasa, 26/07/2016 - 14:24 WIB

Jabatan Itu Amanah, Untuk Meraihnya Perlu Kerja Keras

Yan Syafri, Kepala OJK Bengkulu MUDA  pandai dan aktif, Hal ini tergambar dari sosok  Yan Syafri,  Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu. Pria kelahiran Tanjung Enim, 21 Januari 1971 silam ini memiliki karir yang terbilang sangat cemerlang. Karirnya berawal pada saat dirinya diangkat sebagai pengawas bank yunior di Direktorat Pengawasan Bank, Bank Indonesia (BI). Kemudian  pada tahun 2010, diangkat menjadi pengawas bank senior di Bank Indonesia sampai dengan 2012. “15 tahun saya berkecimpung dalam pengawasan bank, 2012 lalu saya dipercaya sebagai Deputi Kepala Bagian pengawasan Bank 2 di kantor perwakilan BI Surabaya,” ujarnya mengawali cerita. Setelah aua tahun bertugas dikantor perwakilan BI Surabaya, pada tanggal 1 Januari 2014 yang lalu, dirinya kembali  dipercaya menduduki jabatan baru sebagai Deputi Direktur Pengawasan Bank 2 di kantor regional 3 OJK Surabaya. Tidak lama bertugas di Surabaya, kemudian jebolan   Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) ini, kembali diberi amanah untuk hijrah ke Bengkulu, tepatnya pada tanggal 1 Agustus 2015 dan memegang jabatan sebagai  Kepala OJK Provinsi Bengkulu, menggantikan kepala OJK sebelumnya, Fauzi Nugroho yang pindah tugas ke Yogyakarta. Saat ditanya apa kiat agar kita bisa meraih kesuksesan  dalam pekerjaan, bapak yang juga tercatat sebagai alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta ini, mengatakan bahwa   bahwa jabatan yang diberikan ini merupakan amanah.  Untuk meraihnya dibutuhkan kerja keras. “Dengan kerja keras, mudah-mudahan kesuksesan mudah untuk dicapai,” ujarnya singkat Karena, lanjutnya, sejak awal dalam hidup Ia memiliki prinsip, jika didunia ini tidak ada orang yang bodoh, yang ada itu orang yang malas dan rajin belajar.  “Prinsip ini selalu saya pegang, sehingga saya bisa seperti sekarang ini,” kata suami udillia Somaya yang telah di karuniai 4 buah hati ini. Sebelum memasuki dunia kerja, pria yang kerap disapa Yan ini juga sangat aktif mengikuti organisasi. Dibangku perkuliahan, Ia tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), senat dan organisasi-organisasi lainnya. Yan Syafri sendiri menempuh pendidikan di SDN 1 Tanjung Enim tamat tahun 1983, SMPN 1 Tanjung Enim tamat tahun 1986 dan SMAN 1 Muara Enim tamat pada tahun 1989. (edo)  More...

Pailit_ilustrasi
Selasa, 26/07/2016 - 14:06 WIB

OJK Cabut Izin Usaha Asuransi Bumi Asih Jaya

Penyelesaian Kewajiban Pemegang Polis Ada Pada Kurator BENGKULU, bengkuluekspres.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner OJK  Nomor: KEP-112/D.05/2013,  tanggal 18 Oktober 2013, menetapkan  pencabutan izin usaha di bidang usaha asuransi jiwa atas nama PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya. Namun setelah PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya tidak melaksanakan penyelesaian kewajiban kepada seluruh pemegang polis, sehingga OJK mengajukan gugatan pailit kepada PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya melalui Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. “Melalui keputusan Mahkamah Agung Nomor 408 K/Pdt.Sus-Pailit/2015 atas permohonan pernyataan pailit yang diajukan oleh OJK terhadap PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya yang menyatakan bahwa permohonan pailit dari Pemohon Pailit dikabulkan serta menyatakan PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Pailit,”ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan Bengkulu, Yan Syafri, saat di wawancara bengkuluekspres.com, Selasa (26/7/2016). Yan Syafri menambahkan,  menanggapi banyaknya pertanyaan dari masyarakat kepada OJK terkait penyelesaian kewajiban  kepada kreditor dan pemegang polis dari PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya  maka dirinya menegaskan  kembali bahwa OJK tidak melakukan proses penyelesaian kewajiban dari PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya. “Sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, proses penyelesaian kewajiban kepada para kreditur, pemegang polis dan pihak lain yang berhak selanjutnya dilakukan oleh Kurator yang telah ditetapkan pengadilan,”. Sejauh ini kurator telah mengundang para kreditor serta pemegang polis PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya . Hadir dalam rapat kreditor pertama pada hari Selasa tanggal 19 Juli 2016 pukul 10.00 WIB bertempat di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya No. 24, 26 dan 28, Gunung sahari Selatan, Kemayoran Jakarta Pusat. Selain itu, para kreditor dan pemegang polis juga diharapkan dapat segera mengajukan tagihan kepada Kurator yang berkantor di Belleza Permata Hijau, Gapura Prima Office Tower 6th, Jalan Letjend. Soepeno No. 34, Arteri Permata Hijau, Jakarta Selatan, dengan batas akhir pengajuan tagihan tanggal 30 Agustus 2016 pukul 16.00 WIB. “Pengajuan tagihan agar menyertakan dokumen antara lain: fotokopi polis asuransi dan/atau Dokumen Pengganti Polis, KTP Pemegang Polis, Surat Kuasa dan KTP (Pemberi dan Penerima Kuasa), Akta Kematian dan Kartu Keluarga (Bagi Ahli Waris), dan dokumen pendukung terkait lainnya,” terangnya. Disamping itu, kreditor dan pemegang polis dari PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya  diminta untuk dapat mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh Kurator sesuai ketentuan yang berlaku. Sebagai informasi, berdasarkan data pengawasan tahun 2013 diketahui terdapat 12 kantor PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya yang berada di wilayah Sumatera Bagian Selatan dan Kep. Bangka Belitung, yang terdiri dari 1 (satu) Kantor Cabang di Palembang; 6 (enam) Kantor Pemasaran masing-masing berlokasi di Palembang, Baturaja, Pangkalpinang-Bangka, Bengkulu dan Jambi; 4 (empat) Kantor Sektor masing-masing berlokasi di Tanjung Karang-Lampung, Sungailiat-Bangka, Arga Makmur-Bengkulu dan Muara Bulian-Jambi; dan 1 (satu) Kantor Pos Pelayanan di Prabumulih.(edo)  More...

perkosa_cabul
Selasa, 26/07/2016 - 13:05 WIB

Cabuli Siswi, Pria Beristri Divonis 12 Tahun

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress – Ruli Aprianta Alias Aldi Alias Deni bin Pujiharto (32) warga  Desa Palak Bengkerung, Air Nipis harus lama mendekam dalam rutan kelas II Manna Bengkulu Selatan (BS)  untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah mencabuli, Yupi (16) siswi kelas 10 salah satu SMAN di BS. Pasalnya dalam vonis yang dibacakan majelis hakim yang diketuai oleh M Iman SH, Ruli divonis bersalah dan dihukum 12 tahun penjara. Vonis yang dibacakan majelis hakim ini lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri BS, Lutfiarti SH yakni 10 tahun penjara. Sebab perbuatan korban bertentangan dengan Pasal 81 ayat (1) jo Pasal 76 D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. ” Karena perbuatan terdakwa terbukti telah mencabuli korban, maka kami vonis 12 tahun penjara, bagi yang tidak terima putusan ini kami beri waktu 7 hari untuk melakukan upaya banding,” ujar M Iman sembari mengetuk paku tiga kali tanda keputusan sudah dibacakan di ruang sidang PN Manna. Atas putusan tersebut, baik Ruli maupun JPU masih pikir-pikir dan belum mengambil keputusan. Sekedar mengingatkan, Ruli mencabuli korban terjadi pada bulan April 2015 sekitar sore hari di Pondokan Kebun Sawit di Desa Pino Baru, Kecamatan Air Nipis. Sebelum mencabuli korban, Ruli sempat melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa korban yang masih anak dibawah umur untuk melakukan hubungan badan.  Saat itu kedua berboncengan sepeda motor. Lalu setibanya di pondok, Ruli mengajak korban berhubungan badan, namun korban menolak, sehingga Ruli dengan sekuat tenaga menarik baju dan BH korban ke atas menggunakan kedua tangannya lalu menarik celana dan celana dalam sebatas lutut. Setelah itu, Ruli membuka celana dan celana dalamnya, lalu langsung menindih tubuh korban serta korban terpaksa menyerahkan kehormatan pada Ruli. (369)  More...

Agus Salim_Bank Bengkulu
Selasa, 26/07/2016 - 10:30 WIB

Semoga Bank Bengkulu Semakin Jaya Dengan Terobosan Baru

 Bank Bengkulu Gelar Pisah Sambut Dirut dan Halal Bihalal BENGKULU, BE– Bank Bengkulu menggelar halal bihalal dan pisah sambut direktur utama (Dirut) Bank Bengkulu, senin malam (25/7) di Grage Hotel. Agusalim SE,ME sebagai Dirut baru menggantikan H Wimran Ismaun dan Komisaris Independen yang baru Asmai Ishak M.Bus, PhD menggantikan komisaris independen lama H Fauzan Rahim. Dirut Bank Bengkulu baru, Agusalim mengatakan, sangat berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada dirinya untuk memimpin Bank Bengkulu pada periode yang baru ini dan dirinya berjanji akan membangun BB menjadi lebih baik lagi dan menjadikan BB satu-satunya bank yang terbaik di Provinsi Bengkulu. “Saya sangat senang dan bangga bisa memimpin Bank Bengkulu kedepannya dan saya harapkan kepada semua pihak yang menjadi saingan saya dalam seleksi Dirut kemarin untuk saling membantu dalam memajukan BB kedepannya menjadi bank yang tangguh dan peduli kepada masyarakat Bengkulu,” ungkapnya. Selain itu,ia menyampaikan, selama menjadi Dirut Bank Bengkulu yang baru, ia berjanji akan meningkatkan pelayanan dan kinerja pegawai sehingga Bank Bengkulu bisa menjadi patner bagi warga Bengkulu kedepannya. “Kita akan meningkatkan kenerja pelayanan dengan cara bekerja sama dengan Bank Mandiri secara online dan meningkatkan kinerja pegawai Bank Bengkulu baik yang di cabang maupun yang di unit-unit dan kita juga akan meningkatkan layanan bisnis agar nasabah tidak banyak yang lari ke bank lainnya,” terangnya. Hal senada juga disampaikan, Pimpinan Dirut Bank Bengkulu yang lama Wimran Ismaun menyampaikan, rasa terima kasih kepada seluruh Direksi Bank Bengkulu yang telah mempercayakan dirinya sebagai Dirut periode 2008 hingga Februari 2016 ini. “Saya sangat berterima kasih dan meminta maaf jika selama saya memimpin Bank Bengkulu banyak kesalahan dan selama memimpin Bank Bengkulu masih banyak mencapaian yang belum berhasil saya wujudkan,” ucapnya. Ditambahkannya, kedepan dengan Dirut yang baru, dirinya berharap Bank Bengkulu semakin jaya dengan terobosan-terobosan program yang baru dan nyata yang dapat membantu rakyat Bengkulu sehingga sesuai dengan moto Bank Bengkulu. “Kita sama-sama saling membantu dan bertukar pikiran karena Bank Bengkulu bukan berada hanya pada satu pimpinan saja tetapi semua Direksi dan pegawai memiliki tujuan yang sama yaitu memajukan bank Bengkulu menjadi lebih baik lagi khususnya untuk daerah Provinsi Bengkulu kedepannya,” paparnya. Dikesempatan ini, Gubernur Bengkulu, H Ridwan Mukti menambahkan, kepada Dirut bank Bengkulu yang baru harus selalu berani mengambil kebijakan dan keputusan dan selalu menerapkan perbankan yang baik dan jujur sehingga kedepan bank Bengkulu lebih tangguh lagi dalam menghadapi semua permasalahan yang ada dan meneruskan pekerjaan Dirut yang lama. “Kita yakin Dirut yang baru ini bisa memajukan Bank Bengkulu ke arah bank yang berbasis kemasyarakatan dan meningkatkan etos kerja yang baik dan jujur,” ujarnya. Berdasarkan pantauan BE, dalam acara tersebut juga dilakukan halal bihalal antara seluruh Pimpinan Bank Bengkulu dengan seluruh pegawai Bang Bengkulu dan turuthadir dalam acara tersebut Gubernur Bengkulu, Bupati setiap Kabupaten, Para Kepala Dinas baik Provinsi maupun Kota, dan masih banyak pejabat-pejabat lainnya yang hadir dalam acara tersebut. (cw2)  More...

Wasit-Harja-di-NBA

Pengalaman Harja Jaladri Memimpin Pertandingan NBA (2)

Perbedaan yang Mencolok antara Gaya Mewasiti NBA dan FIBA adalah Komunikasi Salah satu wasit terbaik Asia milik Indonesia Harja Jaladri kembali menulis secara eksklusif di Jawa Pos Group terkait dengan pengalamannya mengikuti NBA Summer Camp 2016 (6–13 Juli). Ini adalah artikel penutupnya. PADA pertandingan Portland Trail Blazers melawan Utah Jazz, saya dituntut cepat beradaptasi dengan sistem yang diterapkan oleh NBA. Bagi saya, itu menjadi motivasi dan tantangan agar bisa memimpin pertandingan dengan baik. Saat memasuki arena, kami langsung menuju ke tengah lapangan dan melakukan pemanasan. Walaupun sebenarnya kami juga sudah melakukan stretching dan pemanasan di ruang ganti. Tiba saatnya pertandingan dimulai. Setelah beberapa saat, saya makin merasa enjoy dan nyaman dalam memimpin. Salah satu perbedaan yang sangat mencolok antara gaya mewasiti NBA dan FIBA adalah masalah komunikasi. NBA meminimalkan penggunaan sinyal tangan, tetapi menekankan kepada komunikasi verbal. Sedangkan FIBA meminimalkan komunikasi verbal dan menggunakan banyak sinyal tangan. Masuk akal memang. Pada pertandingan FIBA, pesertanya dari seluruh dunia dengan bahasa berbeda-beda. Sedangkan di NBA, semua berbahasa Inggris. Bagi FIBA, untuk meminimalkan kesalahpahaman, akan lebih baik menggunakan sinyal tangan jika dibandingkan dengan memakai komunikasi verbal. Sedangkan bagi NBA, komunikasi verbal yang baik akan memperjelas keputusan. Wasit juga akan terlihat lebih tegas dan berwibawa. Selesai pertandingan, kami melakukan post game review dengan menggunakan DVD yang langsung diberikan kepada semua wasit yang memimpin. Begitu cepatnya rekaman diberikan. Kerja yang sangat profesional. Video review dipimpin evaluator wasit Leroy Richardson. Dia adalah wasit NBA yang sudah bertugas 21 musim. Kami membahas play-by-play, minute-by-minute. Evaluasi yang diberikan sangat gamblang, detail, dan terperinci. Mulai positioning, lalu play calling, hingga body language, dan banyak hal yang lain. FIBA sebenarnya juga telah mengadopsi apa yang dilakukan NBA. Tetapi, penerapannya baru dilakukan pada pertandingan tingkat dunia. Secara umum, NBA Summer Camp for Referee dimulai dengan intro meeting yang dipimpin George Toliver. Dia adalah NBA director of D-League officials. Partisipan camp pada hari pertama terdiri atas evaluator yang merupakan wasit-wasit senior NBA. Peserta didominasi wasit NBA D-League, beberapa wasit NBA dan WNBA, enam wasit perwakilan FIBA (saya termasuk di dalamnya). Lalu, lima orang delegasi CBA (Asosiasi Basket Tiongkok) dan 10 orang dari Referee Development Program (RDP). Kami langsung diberi materi pengenalan mekanik pergerakan dan sinyal-sinyal di dunia perwasitan NBA. Kami diberi video dan penjelasannya. Memang tidak banyak yang diberikan. Tetapi, penjelasannya sangat detail. Setelah itu, kami melakukan simulasi di ruangan. Ruang meeting tempat aktivitas kami sangat luas, terdiri atas dua bagian. Satu ruangan dengan meja dan bangku buat peserta dan di sebelahnya terdapat ruangan kosong dengan garis-garis lapangan. Memang ukuran lebih kecil daripada lapangan sebenarnya. Tetapi, cukup luas. Awalnya George sendiri yang memimpin simulasi. Setelah dia, wasit-wasit NBA, WNBA, dan D-League diberi kewajiban membimbing kami yang belum mengenal sistem mereka. Mereka sangat sabar dan telaten menjelaskan dan membimbing kami dalam simulasi. Setelah simulasi, George kembali memimpin dalam sesi kelas dengan memberikan video-video fundamental pergerakan wasit NBA. Saya sangat kagum dengan penjelasan-penjelasan yang dia sampaikan. Sebab, memang sangat detail. Sejak hari kedua, camp dipimpin langsung oleh Bob Delaney, vice president of referee development and performance NBA. Wow, kesan pertama yang saya dapat dari seorang Bob Delaney adalah dia sangat mengesankan. Penampilannya kelimis, sangat percaya diri, dan terlihat smart, tetapi juga begitu humble. Setiap orang di dalam kelas diberi kesempatan untuk memperkenalkan dan mendeskripsikan diri masing-masing. Setelah itu, Bob mengomentari cara kami berkomunikasi dan mengekspresikan diri. Juga memberikan materi bagaimana cara berkomunikasi dan mengekspresikan diri seperti keinginan NBA. Sangat mengesankan! Setelah itu, Bob memutar video fundamental pergerakan wasit NBA. Saya berpikir mengapa diputar lagi? Sebab, sehari sebelumnya kami melihat itu. Walaupun memang cuma sebagian. Setelah melihat beberapa klip, Bob menghentikan video, lalu menanyakan kepada salah seorang wasit NBA D-League ’’Berapa kali kamu melihat video ini?’’. Dan wasit tersebut menjawab, ’’Ratusan kali!’’ Seketika itu juga Bob menyatakan bahwa kontinuitas dan repetisi sangatlah penting. Dan, setiap melihat video pasti ada hal baru yang didapat. Siang atau sorenya kami diberi kesempatan untuk memimpin pertandingan. Ada dua kompetisi yang akan kami wasiti, yaitu NBA Summer League dan NBA Global Summer League. NBA Summer League akan diwasiti oleh wasit NBA, WNBA, dan D-League. Kami wasit FIBA akan memimpin NBA Global Summer League dengan didampingi wasit WNBA atau D-League. Namun, kami akan diberikan satu kali kesempatan memimpin di NBA Summer League pada 12 Juli waktu setempat. Wasit-wasit D-League yang mendampingi kami wasit FIBA ternyata sangat kooperatif dan membantu. Hari-hari berikutnya saya merasa lebih mudah dan enjoy dalam memimpin pertandingan dengan sistem dan peraturan NBA. Setiap selesai game kami langsung melakukan evaluasi dan video review yang dipimpin evaluator-evaluator NBA D-League. Misalnya, George Toliver, Scott Bolnick, dan Steven Ellinger. Mereka memberikan evaluasi secara mendetail, memperlihatkan kepada kami apa yang salah, dan apa yang harus dilakukan. Video review biasanya berlangsung hampir dua jam. Sangat memuaskan! Setiap hari dimulai dengan meeting pagi dan siang. Lalu, sorenya kami memimpin pertandingan. Di setiap sesi awal meeting pagi Bob Delaney memberikan materi yang berkaitan dengan psychology of officiating. Contohnya, bagaimana mendapat motivasi dan tetap termotivasi. Lalu, ada juga body language dan komunikasi. Bob Delaney juga menjelaskan bagaimana cara seorang wasit me-review video. Sekali lagi, saya merasa kagum dengan betapa sistematis dan detailnya mereka. Setelah itu, Bob mempersilakan para evaluator menanyangkan potongan video pilihannya yang berasal dari game NBA Summer League untuk di-review. Nama-nama evaluator yang bertugas bukan sembarangan. Mereka berasal dari wasit-wasit top NBA, seperti Joey Crawford, wasit NBA paling kontroversial. Lalu, Monty McCutchen, salah satu wasit terbaik NBA saat ini yang memimpin game 7 final NBA musim lalu. Ada pula Bill Kennedy, wasit NBA yang menyatakan dengan terbuka bahwa dirinya gay. Lainnya adalah Zach Zarba (salah satu wasit NBA All-Star 2016) dan Leroy Richardson, wasit NBA yang sudah bertugas 21 musim. Evaluator akan menayangkan video pilihannya. Pertama-tama, evaluator akan mempersilakan satu per satu wasit yang memimpin mengomentari video tersebut. Kemudian, evaluator akan memberikan komentar dan penjelasan tentang apa yang ingin disampaikan tentang video tersebut. Sekali lagi, sangat jelas, terarah, dan detail. Selama enam hari kami konsisten melakukan hal itu. Saya melihat NBA sangatlah berfokus, berjenjang, dan berkesinambungan dalam mendidik dan menciptakan wasit-wasit berkualitas. Mereka menjabarkan fundamental perwasitan secara jelas dan terstruktur. Mereka menuntut wasit-wasitnya disiplin. Bukan hanya sampai di sana, mereka juga konsisten dan kontinu memberikan evaluasi kepada para wasit. Mereka juga berpendapat bahwa kemauan dan kedisiplinan menjalankan detail-detail kecil secara benar dan konsisten adalah hal yang membedakan wasit NBA dengan wasit yang lain di dunia. Hal di atas rasanya bisa kita tiru untuk kemajuan wasit Indonesia. Tinggal disesuaikan dengan fundamental-fundamentalnya. Karena kita berafiliasi ke FIBA, wasit Indonesia tinggal mengidentifikasi dan menjabarkan fundamental, sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada di FIBA. Sistem evaluasi yang mengutamakan rekaman video seperti yang dilakukan NBA juga sangat baik untuk diadopsi oleh perwasitan Indonesia. Kemungkinan tinggal masalah fasilitas atau peralatan yang perlu dipikirkan. Namun, saya sangat yakin kita juga bisa melakukan itu semua. Dan, saya berharap, kualitas wasit di Indonesia bisa meningkat sehingga bisa memimpin pertandingan dengan baik. Bila pertandingan dipimpin oleh wasit yang bisa memastikan pemainnya bertanding dalam koridor peraturan yang benar, kualitas pertandingan akan meningkat. Namun, tentunya, juga diiringi dengan peningkatan kualitas pemain. (*)  More...

infeksi-vagina

Enam Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Ms. V

Organ intim perempuan yang satu ini memang sangat mempesona. Tidak hanya sebagai tempat untuk merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa. Organ intim ini juga menjadi tempat keluarnya buah hati ketika melahirkan secara alami. Di bawah ini adalah beberapa fakta yang luar biasa dari Ms. V yang harus kita ketahui, seperti dilansir laman Prevention, Kamis (21/7). 1. Ms. V Anda sedikit asam Ms. V memiliki pH sekitar 4 (kisaran normal adalah 3,8-4,5) setara dengan segelas anggur atau tomat. Dan keasaman sedikit sebenarnya hal yang baik, untuk menjaga hal-hal seimbang di sana. Jadi hati-hati ketika menggunakan produk kesehatan feminin tertentu karena benar-benar bisa mengganggu keseimbangan itu dan membuat iritasi yang tidak diinginkan. 2. Ada beberapa jalur untuk kesenangan Ada beberapa saraf panggul yang berbeda yakni hipogastrik, vagus sensorik dan pudenda yang merupakan saraf area genital dengan sensasi menakjubkan yang Anda rasakan saat berhubungan seks. Studi terbaru dari otak bahkan telah menemukan bahwa saraf vagus sensorik melewati saraf di sumsum tulang belakang untuk menghasilkan gairah. Ini adalah alasan mengapa beberapa wanita dengan cedera tulang belakangse masih bisa mengalami orgasme dalam menanggapi rangsangan seksual. 3. Ribuan saraf berada di dalam klitoris Anda Klitoris hanya memiliki satu fungsi: untuk memberikan kenikmatan seksual. Dan klitoris sangat sensitif. Bahkan, klitoris diperkirakan memiliki setidaknya 8.000 ujung saraf. 4. Klitoris Anda adalah sebesar Mr. P Percaya atau tidak, seluruh klitoris, yang membungkus sepanjang jalan di sekitar hingga ke belakang Ms. V adalah sekitar 80 persen seukuran Mr. P. 5. Pelumasan Ms. V tidak hanya dari satu tempat Kelenjar di sekitar Ms. V memberikan pelumasan, tetapi sebagian besar sebenarnya berasal dari sebuah proses yang disebut transudasi, ketika mukosa bergerak melalui dinding Mr. V. 6. Penguatan Ms. V meningkatkan orgasme Latihan Kegel yang memperkuat otot-otot dasar panggul Anda, bisa membantu ejakulasi selama orgasme.(fny/jpnn)  More...

004121_122226_jessicad

Jessica Iskandar Berharap Papa Baru untuk El Barack

Jessica Iskandar sudah tidak menjalin hubungan dengan Ludwig Franz Willibald. Dia tampaknya siap jika ada pria baru dalam hidupnya menggantikan posisi Ludwig. Harapan pun disampaikan Jessica jika berhasil menemukan tambatan hati, yang bisa menjadi papa baru untuk anaknya, El Barack Alexander. “Mudah-mudahan papa barunya bisa menjadi bapak yang baik, suami yang baik, bisa jadi pemimpin di keluarga kecil ini,” kata Jessica saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta. Selain itu, Jessica berharap, calon pendamping hidupnya bisa menyayangi dan membantunya untuk membesarkan El. Anak lelaki berusia dua tahun itu adalah hasil hubungan Jessica dengan Ludwig. “Bisa menyayangi El layaknya anaknya sendiri,” ucap perempuan 28 tahun ini. Namun, Jessica tidak menyoalkan apabila tidak ada sosok ayah baru untuk El. “Yang penting selalu berdoa saya sehat dan kuat, bisa terus berjuang, serta bisa jadi ibu yang baik buat El,” ungkapnya. (gil/jpnn)  More...









© 2005 - 2015 bengkuluekspress.com, All Rights Reserved