pilkada
Sabtu, 28/03/2015 - 11:10 WIB

Cakada Tersangka Tak Bisa Dilantik

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) berharap agar partai politik tidak mengusung kandidat yang berpotensi menjadi tersangka korupsi menjadi calon kepala daerah (Cakada) maupun calon wakil kepala daerah (Cawakada). Apalagi yang terang-terangan telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh penegak hukum. “Kalau sudah membuat aturannya, partai tidak mencalonkan orang yang berpotensi menjadi tersangka,” kata Komisioner KPU, Juhri Ardianto. Seperti diketahui, KPU RI mengusulkan agar pemerintah tidak melantik kepala daerah maupun wakil kepala daerah terpilih dalam Pilkada yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Pelantikan bisa dilakukan setelah dinyatakan tidak bersalah berdasarkan putusan hukum pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. KPU telah mempunyai berbagai pertimbangan.”Dilantik akan menimbulkan konflik,” ungkap Juhri. Dalam waktu dekat KPU akan bekoordinasi dengan pemerintah maupun DPR. Karena persetujuan berada di tangan kedua lembaga tersebut. “Sudah jadi kewenangan pemerintah,” tukas Juhri. KPU telah mempersiapkan regulasi usulan penundaan pelantikan kepala daerah yang tersangka korupsi dalam rancangan Peraturan KPU (PKPU) tentang Pemilihan, Penetapan dan Pelantikan Calon Kepala Daerah/Wakil Kepala daerah. Bila kepala daerah terpilih yang ditetapkan tersangka, maka wakil kepala daerah yang terpilih saja yang dilantik. Dan lalu wakil kepala daerah ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) kepala daerah. Sementara itu, Ketua KPU, Husni Kamil Manik mengatakan mengatakan usulan tersebut akan disampaikan kepada Komisi II DPR maupun Kemendagri dalam rapat dengar pendapat (RDP) pada Selasa (31/3) mendatang. “Kita lihat respon dari DPR seperti apa. Apa yang menginginkan,” terang Husni ditemui usai salat Jumat (27/3). Pihaknya akan menerima masukan dari DPR maupun pemerintah. “Nanti akan dengar, secara formal seperti apa. KPU membuat tertuang dalam draf peraturan. Kami terbuka untuk mendiskusikan segala sesuatu yang telah dimuat dalam draf peraturan,” ujar Husni. Dia menegaskan dalam Peraturan KPU hanya meminta kepada pemerintah untuk menunda pelantikan kepala daerah/wakil kepala derah terpilih yang ditetapkan tersangka sampai ada putusan hukum berkekuatan tetap. “Yang bersangkuta tetap ditetapkan sebagai calon terpilih,” tambah Husni. “Kewenangan ditunda atau tidak ditunda berada di Kemendagri atau pemerintah. Teknis pelantikan berada di pemerintah,” sambung Husni. Husni juga menyampaikan penundaan pelantikan hanya bagi kepala daerah/wakil kepala daerah terpilih yang ditetapkan tersangka korupsi. “Ada yang mengusulkan itu diberlakukan pembatasan pada kasus pidana tertentu, terkait dengan korupsi. Kalau pencemaran nama baik, atau pidana karena tuduhan politik, itu tidak masuk klasifikasi yang diminta untuk ditunda,” pungkas Husni. Jangan Dipaksakan Menanggapi persoalan dana untuk penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu yang diusulkan KPU Provinsi Bengkulu ke Pemerintah Provinsi Bengkulu sebesar Rp 83,6 miliar mengundang perhatian Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan B Najamudin. Ia menyebutkan, karena terbatasnya kemampuan keuangan Pemerintah Provinsi Bengkulu, maka KPU pun tidak bisa memaksakan kehendaknya untuk mendapatkan anggaran sesuai dengan besaran yang diusulkan. Sebab, masyarakat Bengkulu juga butuh pembangunan, bukan karena adanya Pilkada lantas pembangunan ditiadakan. “Batas kemampuan keuangan daerah ini tidak bisa dipaksakan, karena tidak mungkin kita tidak membangun karena anggaran dihabiskan semua untuk hajatan politik,” kata Sultan kepada BE, kemarin. Menurutnya, baik Pemprov maupun KPU harus realistis dalam menyikapi masalah dana Pilkada tersebut dengan memikirkan ada kepentingan lain yang tidak bisa dihilangkan, yakni pembangunan. “Kalau anggaran digelontorkan semuanya untuk Pilkada, nanti masyarakat pasti akan protes. Karena itu, menurut hemat saja kita harus tetap realistis. Kalau memang anggaran yang diusulkan KPU itu tidak bisa dirasionalisasikan lagi, kuncinya harus duduk bersama antara KPU dan Pemprov. Bicara secara cermat dan proporsional bagaimna agar keuangan yang terbatas ini bisa melaksanakan Pilkada sehingga pembangunan tidak terlalu banyak yang terganggu,” terangnya. Jika KPU, lanjutnya, menganggap tidak mungkin bisa melaksanakan Pilkada dengan dana yang minim tersebut, maka harus dicarikan alternatif lainnya termasuk mengkoordinasikannnya dengan KPU pusat dan Kemendagri. “Saya yakin masalah ini pasti ada jalan keluarnya, makanya kita harus duduk bersama dulu,” imbuhnya. Sebelumnya, Anggota KPU Provinsi Bengkulu Zainan Sagiman SH dengan lantang meminta gubernur Bengkulu membuat surat keterangan tidak mampu yang berisi bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak mampu menyediakan anggaran untuk pengeyelenggaran Pilkada 9 Desember mendatang. Surat surat itu sudah didapat, pihaknya pun akan menyampaikannya ke KPU pusat dan Kemendagri. Jika Kemendagri bisa memfasilitasinya, maka Pilkada Bengkulu tetap dilaksanaklan, jika tidak, maka KPU pun tidak akan melaksakan tahapan Pilkada. “Hajatan Pilkada ini bukan tanggungjawab kami. Ini adalah tanggungjawab Pemerintah Provinsi Bengkulu, sedangkan kami hanya sebagai panitia penyelenggaranya saja. Jika tidak dilaksakana bukan kami yang akan menjadi sorotan, tapi Pemerintah Provinsi Bengkulu,” terangnya. Selain itu, lanjutnya, Gubernur Bengkulu adalah orang yang paling merasakan dampaknya. Semua mata akan tertuju kepadanya karena tidak mampu menjalankan tugas dengan baik, salah satunya adalah mensukseskan Pilkada Gubernur dan Wakilo Gubernur. Zainan pun kembali menegaskan, jika hanya dengan anggaran sekitar Rp 40 miliar seperti yang disampaikan Plt Sekdaprov beberapa hari lalu, jelas tidak cukup. Mengingat, semua harga saat ini serba mahal dan tidak bisa dibandingkan dengan Pilgub 2010 lalu yang hanya menghabiskan anggaran sekitar Rp 45 miliar untuk 2 putaran. “Usulan kami sebesar Rp 82,4 miliar itu sudah dirasionalisasikan dan sudah dibantu oleh kabupaten yang juga melaksanakan Pilkada bupati dan wakil bupati. Jika tidak ada dana sharing dari kabupaten, maka kebutuhan kita tetap seperti semula Rp 110 miliar,” terang mantan Ketua KPU Bengkulu Selatan ini.(400/**)  More...

RIO-SUASANA TES CPNS PROV-LPTIK UNIB (6)
Sabtu, 28/03/2015 - 11:00 WIB

Kuota CPNS Maksimal 100 Ribu

JAKARTA, BE – Pemerintah bakal menyelenggarakan seleksi CPNS dari jalur umum atau honorer kategori dua (K2) pada 2015 ini. Tes yang rencananya digelar sekitar Agustus-September itu akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Menurut Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja, pemerintah tengah menghitung jumlah kebutuhan pegawai di seluruh instansi. Pemerintah tetap merujuk pada moratorium CPNS. “Moratorium CPNS tetap jalan, namun sifatnya terbatas. Masih ada jabatan-jabatan yang kami buka. Antara lain tenaga pendidik, kesehatan serta tenaga fungsional tertentu seperti jaksa, penyuluh, dan lainnya,” kata Setiawan, Jumat (27/3). Kuota yang disiapkan akan mengikuti jumlah pensiun. Tahun ini, diperkirakan ada sekitar 75 ribu-100 ribu PNS yang masuk batas usia pensiun (BUP). Namun, jumlah itu akan dipetakan lagi. “Jadi bukan berarti 100 ribu PNS yang pensiun lantas kami angkat juga 100 ribu. Kami lihat dulu yang pensiun ini ada di jabatan mana,” ucapnya. Kalau jabatan tenaga administrasinya yang sedikit, otomatis kuota CPNS tahun ini juga banyak. Sebaliknya, bila tenaga administrasinya banyak, kuota CPNS tahun ini akan mengecil karena yang dimoratoriumkan adalah administrasi. “Kalau disesuaikan dengan semangat zero growth, otomatis kuota CPNS yang direkrut akan berkurang mengikuti jumlah pensiun. Namun, itu tidak pakem. Artinya, kuotanya bisa kurang dari jumlah PNS yang pensiunnya. Jadi, kalau yang pensiun tahun ini sekitar 100 ribu, tidak akan mungkin lebih dari itu kuota CPNS baru,” tuturnya. BKD Diminta Selektif Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu memastikan kembali mengusulkan penerimaan CPNS tahun ini ke KemenPAN dan Reformasi Birokrasi. Sebab, Pemerintah Provinsi Bengkulu masih kekurangan CPNS terutama tegana kesehatan, guru Sekolah Luar Biasa, tenaga teknis tertentu dan kebutuhan lainnya. Terkait hal tersebut, Wakil Gubernur Bengkulu Sultan B Najamudin meminta BKD selektif mengajukan formasi atau kebutuhan ke KemenPAN. Sebab, jumlah PNS yang ada di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu saat ini sudah lebih dari 7 ribu orang dianggap akan menguras APBD yang cukup besar. “Formasi yang akan diusulkan harus benar-benar dihitung matang agar tidak membenani APBD kita. Karena ironi juga jika APBD hanya habis untuk belanja pegawai dan operasional kantor, sedangkan dana untuk pembangunan hanya tinggal sedikit sekali,” ungkap Sultan disela-sela sidak ke BKD, kemarin. Menurutnya, dua hal penting harus dihitung BKD sebelum mengajukan usulan formasi ke KemenPAN, yakni jumlah CPNS yang benar-benar dibutuhkan dan kemampuan keuangan daerah. Jika tidak mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, maka akan menjadi masalah besar bagi Pemprov kedepan, karena PNS hanya banyak duduk baca koran tidak ada pekerjaan yang harus dilakukan, dan disisi lain pembangunan tidak bisa dilakukan karena anggarannya minim. “Saya lebih suka pegawai kita ini ramping dalam artian jumlahnya tidak terlalu banyak, tapi lincah dan cepat dibandingkan dengan gemuk tapi lambat sehingga membebani keuangan daerah,” teranggnya. Menanggapi permintaan itu, Kabid Perencanaan dan Pengembangan Karir BKD, Drs H Tarmawi MSi mengaku siap melaksaksanakannya. Bahkan pihaknya juga sudah melakukan penghitung matang berdasar kemampuan keuangan daerah tersebut pada penerimaan CPNS tahun sebelumnya. “Kita siap untuk hitung secara matang dan menyesuaikan dengan kemampuan keuangan APBD Provinsi Bengkulu, karena tugas BKD bukan hanya mengusulkan penerimaan CPNS baru tapi juga memikirkan dampaknya kedepan,” kata Tarmawi. Menurutnya, penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah tersebut merupakan hal yang harus dilakukan, karena KemenPAN dan RB juga tidak akan menerima usulan dari pemerintah daerah jika tidak ada analisa yang lengkap, termasuk persentase belanja pegawai. “Syarat untuk mengajukan formasi itu harus ada analisis jabatan, proyeksi kebutuhan PNS 5 tahun kedepan, persentase belanja pegawai, dan beberapa persyaratan lainnya. Jika tidak memenuhi syarat, maka usulan kita tidak akan diterima,” paparnya.(400)  More...

azrul-ananda_2
Sabtu, 28/03/2015 - 10:21 WIB

Azrul Ananda: Jangan Ngotot, Wu Wei Saja

Ingin main bulu tangkis lebih baik? Wu wei saja… Ingin bekerja lebih efektif? Wu wei saja… *** Krisis moneter pada akhir 1990-an merupakan blessing in disguise buat saya, yang waktu itu sedang kuliah di Amerika. Dari segi finansial, tentu sempat bikin pusing. Uang saku saya dipotong lebih dari 50 persen oleh orang tua. Harus pindah dari apartemen sendiri, berbagi satu rumah dengan tiga sahabat. Di kampus saya, California State University di Sacramento (Sacramento State), jumlah anak Indonesia-nya langsung anjlok. Ketika saya masuk, masih 70-an. Waktu lulus pada pengujung 1999, tinggal lima orang. Blessing-nya, tentu saja, saya dan teman-teman lain dari Indonesia jadi lebih ngeh tentang pentingnya bekerja. Harus cari pekerjaan part time untuk melengkapi kebutuhan sehari-hari. Atau, paling tidak untuk ’’tunjangan lifestyle’’, hahahaha… Ada teman yang bekerja di perpustakaan sekolah, jadi asisten dosen, di restoran, atau bekerja delivery pizza. Saya? Bekerja di kafetaria di dormitory kampus. Ya jadi pelayan, pembantu koki, barista, dan –tiap hari Jumat– cuci piring. Jujur, waktu kuliah itu, hidup saya tidak pernah kekurangan. Saya tidak akan menulis tentang sulitnya kerja dan jadi ’’sok hidup susah’’. Wong sekolah di Amerika kok mengaku susah. Harus bersyukur dong! Tapi, waktu itu memang harus bekerja kalau ingin terus mendapatkan yang ’’diingin-inginkan’’. Bagi beberapa teman, memenuhi keinginan melengkapi koleksi sepatu basket, keinginan bisa jalan-jalan, dan keinginan-keinginan lain yang lebih condong ke tersier daripada sekunder. *** Sebelum krismon, dulu orang tua pernah meminta saya untuk pulang setiap libur semester. Bukan setahun sekali, tapi setahun dua kali. Alasannya, supaya selalu ’’menginjak bumi’’, selalu mengikuti perkembangan di Indonesia secara langsung. Kalau pulang hanya setahun sekali, atau tidak pulang sama sekali, bisa-bisa shock dan sulit beradaptasi ulang ketika nanti pulang permanen. Karena krismon, antara 1997 hingga lulus akhir 1999, saya tidak pulang. Saat musim panas, saya bekerja sekaligus mengambil kelas-kelas tambahan. Kesempatan untuk mengambil kelas-kelas di luar kurikulum yang dijadwalkan, memenuhi ’’kebutuhan-kebutuhan’’ perkembangan pribadi saat itu. Pernah satu semester pendek musim panas, saya mengambil kelas-kelas filosofi. Maklum, sedang fase pencarian jati diri… Ada kelas filsafat bahasa, kelas filsafat Inggris, kelas tentang agama-agama di dunia, serta filsafat Tiongkok. Ibu saya sempat heran dengan kesukaan/pilihan-pilihan itu. Tapi, ayah saya –yang dari dulu selalu membiarkan saya berbuat/memilih apa saja– hanya bilang: ’’Biarin saja. Ulik (panggilan saya di rumah) sedang fase itu…’’ Salah satu tema favorit saya dapat di kelas filsafat Tiongkok. Dosennya bule, tapi pernah lama tinggal di Tiongkok dan fasih berbahasa serta menulis Mandarin. Karena kelasnya hanya dua minggu (sehari empat jam), tema paling utama kelas itu adalah wu wei. Konsep dari Taoisme itu memang tidak bisa didefinisikan secara mudah. Memahaminya harus lewat diskusi-diskusi dan contoh-contoh. Sebab, bisa diartikan ’’melakukan tanpa melakukan’’ untuk meraih yang diinginkan/diharapkan. Intinya, kurang lebih, segala di sekeliling kita ini sudah harmonis. Kalau kita terlalu memaksakan, malah ’’kacau’’. Kalau kita bisa seirama, hasilnya jadi luar biasa. Pada akhir semester, kami harus membuat paper (naskah) tentang wu wei tersebut. Bukan tentang apa itu dan pemahaman kita tentang konsep itu. Paper-nya harus jelas, menceritakan pengalaman hidup kita yang bisa diartikan sudah menerapkan wu wei. Nah, lho? Bila memahaminya sulit, apalagi menerapkannya. Padahal, sejak kecil, kita mungkin sudah berkali-kali melakukannya. Pernahkah Anda main bulu tangkis, lalu entah mengapa hari itu Anda benar-benar menggila walau tidak memaksa, dan dengan mudah mengalahkan lawan-lawan yang biasanya sulit dikalahkan? Pernahkah Anda main basket, dan hari itu entah mengapa selalu dengan mudah memasukkan bola, walau kadang saat mata tertutup? Pernahkah Anda bekerja, dan hari itu sepertinya membuat keputusan terasa mudah, segala program berjalan lancar, walau rasanya tidak memaksa dan berusaha terlalu keras? Kalau pernah, mungkin Anda baru saja menerapkan wu wei… Ketika akan mengerjakan tugas kuliah dulu, sempat bingung juga mau menulis apa. Akhirnya, saya memilih tema naik go-kart. Dulu waktu SMP, saya memang sempat berlatih go-kart. Waktu itu Sirkuit Kenjeran di Surabaya masih baru. Ketika mengejar waktu yang baik, dulu awalnya selalu mencoba memaksakan diri. Selalu ’’over’’ saat mengambil tikungan. Selalu ’’over’’ saat memutar roda setir. Yang mengajari saya waktu itu lantas memberikan saran sangat sederhana: Jangan memaksa, ikuti saja go-kart-nya. Benar saja, ketika ’’mengikuti’’ go-kart-nya, membelok tanpa memaksa, menginjak gas secara smooth, catatan waktu langsung membaik. Wu wei! Cling! Paper saya dapat nilai A. Belakangan, saya sering ditanya teman soal bagaimana caranya supaya bisa menanjak dengan baik saat bersepeda. Apalagi bulan April nanti Jawa Pos menyelenggarakan Bromo 100 Km, event bersepeda menanjak yang sangat menantang. Jawaban saya: Wu wei saja… Jangan terlalu banyak dipikir, jangan terlalu banyak dipusingkan. Naik sepeda, pancal, kosongkan pikiran, dan kayuh pedalnya. Asal latihannya cukup, asal kemauannya kuat, pasti mudah. Tinggal bagaimana mengontrol pikiran dan mengharmonisasikan diri dengan sepeda dan lingkungan. Tentu saja, penerapan tidak semudah omongannya wkwkwk… Happy Wednesday dan selamat ber-wu wei ria! (*  More...

bbm-turun
Sabtu, 28/03/2015 - 08:53 WIB

Premium dan Solar Naik Rp 500

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan harga baru Premium dan Solar per hari ini, Sabtu (28/3) pukul 00.00. Masing-masing kenaikan untuk kedua jenis bahan bakar minyak (BBM) di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) maupun di luar itu Rp 500. Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja mengatakan, kenaikan harga BBM sebagai akibat dari dinamika harga minyak dunia dan perekonomian nasional. Apalagi, masih melemahnya nilai tukar rupiah dalam satu bulan terakhir. “Harga jual eceran BBM secara umum perlu dinaikkan,” ujarnya pada Jawa Pos (induk JPNN) semalam. Lebih lanjut dia menjelaskan, perubahan harga perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional. Termasuk, menjamin ketersediaan BBM Nasional. Selain Premium dan Solar, masih ada komoditas minyak tanah. Namun, untuk minyak tanah dinyatakan tetap Rp 2.500 per liter. Keputusan pemerintah menaikkan Rp 500 sebenarnya jauh dari keinginan PT Pertamina (Persero). Sebelumnya, perusahaan pimpinan Dwi Soetjipto itu berharap ada penyesuaian harga Premium menjadi Rp 8.200 per liter. Begitu juga dengan Solar yang perlu dinaikkan menjadi Rp 7.450 termasuk subsidi pemerintah Rp 1.000. Saat dihubungi, VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, harga baru memang tidak mencerminkan keinginan Pertamina. Namun, pihaknya tidak bisa menolak dan harus mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah. “Itu dulu yang dikerjakan. Harga akan direvisi tiap bulan kan,” katanya semalam. Dia mengakui, Pertamina punya acuan harga keekonomian tersendiri. Kalau tidak sesuai, berarti akan ada selisih harga yang membuat Pertamina rugi. Namun, saat ditanya berapa kerugian yang dialami, dia enggan menyebut dengan pasti. “Memang ada hitungan harga keekonomian itu,” imbuhnya. Yang pasti, usulan Pertamina agar Premium dijual Rp 8.200 dan solar Rp 7.450 per liter sudah sesuai hitungan. Dasarnya adalah, setelah HIP (harga indeks pasar) Premium naik 37 persen dan HIP solar naik 14 persen. Dihubungi terpisah, Direktur Pemasaran Ahmad Bambang juga tidak mau buka mulut terkait potensi kerugian Pertamina. Dia mengatakan hitungan Pertamina memang seperti itu, namun yang menentukan adalah pemerintah. “Pemerintah punya hitungan dan pertimbangan sendiri,” terangnya. Meski kedua komoditas itu naik, Abe, sapaan Ahmad Bambang, memastikan harga Pertamax masih sama. Yakni, Rp 8.600 dibeberapa tempat khususnya pulau Jawa. “Sudah naik sebelumnya. Beda harga dengan Premium tidak banyak, diharapkan beralih ke Pertamax,” tandasnya. Sementara, Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan menghormati usulan harga yang disampaikan Pertamina. Namun, pemerintah punya hitungan sendiri untuk menentukan harga BBM. Salah satu indikatornya, aspek sosial masyarakat. “Pemerintah akan memperhatikan semua hal. Pertamina boleh punya hitungan, tapi pemerintah yang menentukan,” ujarnya.(dim/jos/jpnn)  More...

Cerai

2014, Kasus Cerai Capai 2.452 Perkara

BENGKULU, BE – Kasus perceraian yang terjadi diProvinsi Bengkulu, kian meningkat. Hal ini menyebabkan Bengkulu menjadi salah satu provinsi dengan peringkat tertinggi dalam kasus perceraian. Terbukti dari hasil pengajuan yang diterima Pengadilan Agama se-wilayah Pengadilan Tinggi Agama Bengkulu, mencapai 2.452 perkara cerai ditahun 2014. Hj Asmara Dewi SH, selaku Panitera Muda Hukum Pengadilan Tinggi Agama Bengkulu menuturkan, secara keseluruhan kasus yang diterima Pengadilan Tinggi Agama (PTA) dari tahun ke tahunnya terus meningkat. Seperti ditahun 2014 sebanyak 2.593 kasus yang diterima, namun untuk kasus perceraian yang paling banyak, yakni sebanyak 2452 perkara dibanding kasus-kasus lainnya yang hanya 141 perkara. “Untuk kasus cerai gugat, lebih mendominasi dibandingkan cerai talak,” tutur Asmara saat ditemui BE, kemarin. Berdasarkan dari data yang diterima pada tahun 2014 kasus cerai talak sebanyak 740 perkara, sedangkan kasus cerai gugat mencapai 1712 perkara. Hal ini menunjukkan bahwa dari pihak istri yang paling banyak mengajukan gugatan cerai terhadap suami. Sedangkan untuk perkara yang terselesaikan yakni cerai talak sebanyak 688 perkara, dan kasus cerai gugat sebanyak 1652 perkara. Sehingga dari 2.452 perkara yang diajukan/diterima oleh Pengadilan Tinggi Agama Bengkulu kasus yang terselesaikan sebanyak 2.340 perkara. “Sisa dari kasus perceraian diakhir tahun 2014 tersebut sebanyak 112 perkara, dan hingga sekarang masih dalam proses,” bebernya. Dijelaskan pula perkara yang terselesaikan sebanyak 2340 ini tidak semuanya putus perceraian, karena sebanyak 186 perkara dicabut kembali oleh yang mengajukan atau dalam kata lain rujuk kembali selain itu salah satunya juga ada yang dicabut karena syarat formilnya tidak lengkap. “Namun dari kasus yang terselesaikan ini tidak semua putus dalam perceraian karena ada sekian persen dicabut, mungkin setelah dilakukan mediasi pasangan suami istri ini damai kembali,” jelasnya. Perlu diketahui data secara menyeluruh dari semua kasus yang diterima pada 4 tahun terakhir yakni dari tahun 2011 sebanyak 2064 perkara, pada tahun 2012 sebanyak 1437 perkara, lalu tahun 2013 sebanyak 2512 perkara, dan di tahun 2014 mencapai 2593 perkara. Dari jumlah semua jenis kasus ini, perkara perceraian mencapai lebih dari 50 persen. Dijelaskan pula faktor penyebab terjadinya kasus perceraian ini seperti tidak adanya tanggung jawab yang biasanya dari pihak suami, kemudian tidak ada keharmonisan dalam menjalin hubungan rumah tangga, selain itu disebabkan masuknya orang ketiga, serta melakukan poligami tidak sehat dan juga faktor ekonomi. “Kasus perceraian ini rata-rata banyak terjadi pada usia 25 sampai 45,” tutupnya. (cw3)  More...

130124160725-djokovic-nadal-2012-australia-horizontal-gallery

Tebar Ancaman, Djokovic Ngaku Sedang On Fire

LONDON- Sukses mempertahankan gelar juara Indian Wells benar-benar mendongkrak kepercayaan diri Novak Djokovic. Petenis asal Serbia itu langsung menebar psywar pada para pesaing. Djokovic mengaku sedang berada dalam performa terbaiknya. Hal itu bakal dijadikan modal untuk mempermalukan para pesaingnya dalam berbagai turnamen bergengsi selanjutnya. “Saya sedang berada dalam puncak karir saya. Saya harus menggunakan bagian ini untuk bertahan dan berjuang mendapatkan banyak gelar bergengsi,” terang Djokovic di laman resmi ATP. Petenis peringkat pertama dunia itu kini sudah mengemas 50 gelar juara di turnamen level ATP. Selain itu, Djokovic menyamai rekor Roger Federer sebagai petenis dengan gelar terbanyak di Indian Wells. “Saya tak berpikir bahwa tantangan yang saya lewati dan tekanan yang saya rasakan akan meruntuhkan saya. Saya merasa bersyukur karena bisa melewatinya,” tegas Djokovic.(jos/jpnn)  More...

flower_nikah

Begini Caranya Bercinta Tanpa Membangunkan Si Kecil, Harus Dicoba!

KATA sebagian orang, seks tanpa erangan dan jeritan bagai makan sup tanpa sendok. Namun tentunya hal itu akan menjadi masalah bagi pasangan yang sudah memiliki anak. Mereka tentunya tidak ingin aktivitas bercinta diketahui oleh si kecil yang terbangun karena mendengar jeritan dan desahan. Nah, bagaimana Anda tetap bisa menikmati seks tanpa membangunkan si kecil? Berikut beberapa tip yang tentunya bisa Anda coba. 1.Bersembunyi di bawah selimut “Ketika frekuensi gelombang suara mulai meninggi, maka sebaiknya Anda dan pasangan segera memasuki selimut, karena selimut dapat mengubah frekuensi suara menjadi getaran kecil yang terjebak antara serat,” kata peneliti Tom Player, seperti dilansir laman Womens Health Magazine, Rabu (25/3). Kebanyakan benda-lembut seperti sofa atau tempat tidur dapat menyerap gelombang suara. Namun bantal dan selimut adalah salah satu peredam suara terbaik. Tentunya, meski sudah berada di balik selimut, sebaiknya Anda masih harus menjaga erangan seminimal mungkin. 2. Bercintalah di bawah shower kamar mandi Ketika air dari shower turun, maka gelombang suara juga akan menurun karena air memperlambat gelombang suara. 3. Pilihlah kasur yang baik Anda sebaiknya memilih bedframe yang tinggi sehingga getaran apapun tidak akan bergema melalui lantai . Jika Anda membutuhkan kasur baru, pilihlah model busa yang akan membantu menyerap suara Anda. (fny/jpnn)  More...

Irfan Hakim

Artis Ini Sudah Siap Mati, Kenapa Ya?

JAKARTA- Tidak ada yang tahu kapan ajal akan menjemput. Tidak ada jaminan pula bahwa badan yang sehat lantas membuat ajal menjauh. Hal itu disadari betul oleh artis Irfan Hakim. Bapak empat anak itu mengaku sudah mempersiapkan semua hal terkait kematian. Mulai dari tanah makam, kain kafan dan lain sebagainya. Waduh, kenapa ya? “Untuk menghadapi kematian, saya udah menyiapkan tanah makan. Nyiapin kain untuk keranda, yang kayak-kayak gitu sudah aku siapin,” kisah Irfan di Silent, Kamis (26/3). Lalu, apa Irfan sudah siap dipanggil Yang Maha Kuasa dalam waktu dekat? “Insya Allah sudah siap. Ya memang semua kan kita akan meninggal, itu pasti. Kapannya kita nggak tahu,” ungkap pria berusia 39 tahun ini. Saat ini, publik tengah dihebohkan dengan kematian mendadak Yanni Libels. Penyanyi bersuara merdu itu menghembuskan nafas terakhirnya di Bandara Soekarno Hatta. (chi/jpnn)  More...



© 2005 - 2013 bengkuluekspress.com, All Rights Reserved