DPW IAIN
Kamis, 30/10/2014 - 15:58 WIB

DWP IAIN dan YPB Rayakan 1 Muharram

BENGKULU, BE- Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1436 H, Dharma Wanita Persatuan (DWP)  IAIN Bengkulu bekerjasama Dengan Yayasan Permata Bunda menggelar berbagai acara di Ruang Auditorium IAIN Bengkulu. Bertempat di gedung Auditorium IAIN Bengkulu, Dharma Wanita Persatuan (DWP) IAIN Bengkulu, kemarin (30/10) menggelar puncak kegiatan peringatan tahun baru islam 1436 H.Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dari DWP IAIN Bengkulu yang ikut menyemarakkan pergantian tahun baru islam. Pada kegiatan ini diisi dengan rangkaian kegiatan, diantaranya pada pembukaan kegiatan diselenggarakan pekan muharram yang diisi berbagai lomba untuk anak-anak. Perlombaan tersebut yaitu lomba mewarnai, lomba puzle,  hapalan ayat pendek, dan Lomba Azan. Pada puncak acara kemarin diisi dengan ceramah agama dan penyerahan sembako bagi 50 keluarga yang membutuhkan dilingkungan IAIN. Kegiatan dimulai dari (24/10) lalu ini berlangsung selama 7 hari dan ditutup langsung oleh ketua DWP IAIN Bengkulu Hj. Asiyah Sirajudin, M. Pd diruang Auditorium IAIN Bengkulu kemarin (30/10).Dalam kegiatan ini sekitar 300 orang sangat antusias mengikuti acara ini ikut pula hadir dalam acara tersebut ketua Yayasan Permata Bunda Hj. Khairunisa, M. Pd. Kepada BE, Ketua DWP IAIN Bengkulu Hj. Asiyah Sirajudin, M. Pd menyampaikan “Kegiatan ini diselenggarakan Berkat kerjasama Dharma Wanita Persatuan (DWP) dengan Yayasan Permata Bunda, IAIN Bersama Yayasan Permata Bunda sengaja menggelar acara ini guna memberikan wawasan dan pengetahuan kepada anak-anak yang mungkin biasanya hanya tau Bulan Januari itu adalah Tahun baru .Nah, dengan adanya acara perayaan tahun Baru islam 1 Muharam 1436 H ini anak-anak tau tentang adanya tahun Baru islam dan juga kami memberikan banyak pembekalan pengetahuan untuk anak-anak agar memperluas wawasan mereka tentang keagamaan dan Tahun Baru islam, ungkap ketua DWP IAIN Bengkulu saat diwawancarai BE kemarin (30/10). Hj. Asiyah Sirajudin, M. Pd juga menambahkan” IAIN bekerjasama dengan Yayasan Permata Bunda bersama para Guru-guru juga membantu untuk pengadaan sembako guna dibagikan kemasyarakat disekitar Lingkungan IAIN Bengkulu yang membutuhkan, kami menyelenggarakan kegiatan ini setiap hari-hari besar islam lainnya, seperti bulan ramadhan, Maulid Nabi, dll. Harapan kami kedepannya, semoga acara ini bisa terselenggara setiap tahunnya dan untuk kedepannya bisa terselenggara lebih baik lagi tutup Hj. Asiyah Sirajudin, M. Pd selaku ketua DWP IAIN Bengkulu .(Andri/prw)  More...

deteksi gempa bumi
Kamis, 30/10/2014 - 14:30 WIB

Gempa Lokal, 14 Bangunan Rusak

KEPAHIANG, BE – Sejak tiga hari terakhir terhitung Minggu (26\10) hingga Selasa (28\10), setidaknya sudah 3 kali terjadi gempa lokal di Kabupaten Kepahiang. Pusat gempa gempa tektonik itu, getarannya hanya dirasakan di wilayah Kelurahan Pasar Ujung, Kepahiang saja. Berdasarkan keterangan pihak BMKG Kepahiang, gempa pertama kali dicatat pada Minggu malam 27 Oktober berkekuatan 1,5 SR. Kemudian terjadi di Senin pagi dengan kekuatan 3,1 SR, dan terjadi lagi gempa untuk ketiga kalinya  tanggal 28 Oktober pukul 8.35 WIB berkekuatan 3,6 SR dikedalaman 3 KM, 3,64 LS, 102,58 BT. “Gempa yang terjadi ini merupakan gempa tektonik lokal, karena di Kepahiang ini terdapat lempengan atau cesar yang bernama musi keruh,” ungkap Kepala BMKG, Margiono, melalui Analis, Lidman, Rabu (29\10) kemarin. Dikatakannya, Kepahiang memang memiliki cesar lokal, termasuk diantaranya yakni di tanjakan antara Masjid Tarikatul Jannah dengan TPU Pasar Ujung. “Antara masjid dengan kuburan di Pasar Ujung itukan ada tanjakan, nah tanjakan atau tebing itu setelah kita surver ternyata adalah cesar atau patahan yang dapat menimbulkan gempa, selain itu cesar juga terdapat di Sidodadi dan Sentiong Pasar Ujung,” jelas Lidman. Menurutnya, dari hasil survey yang pihaknya sudah lakukan, juga terdapat sekitar 2 KM cesar ada di Kepahiang. Namun yang patah hingga menyebabkan gempa lokal di Kepahiang kemarin patahanya sekitar 7 meter. “Dalam kurun waktu yang tidak begitu lama, sudah dua kali terjadi patahan yang mengakibatkan gempa lokal, diantaranya pernah terjadi dipusat yang sama pada 2 Mei 1997 hingga merusak rumah warga, dan di tahun 2014 ini terjadi lagi selama 3 hari berturut-turut. Namun lebih baik sering gempa tapi kekuatanya kecil dari pada sekali gempa dengan kekuatan besar,” terang Lidman. Sementara itu, berdasarkan catatan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setidaknya 12 unit rumah warga dan 2 unit sarana ibadah berupa masjid dan gereja mengalami rusak ringan di Kelurahan Pasar Ujung akibat gempa lokal itu. Untuk sementara ini pihak BPBD mengatakan gempa tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi, namun pihaknya mengimbau agar masayarakat tetap waspada. “Yang penting warga didaerah itu tetap waspada, dan jika gempa terjadi yang penting warga jangan panik, lalu keluar rumah mencari tempat yang luas,” ujar Pelaksana BPBD Kepahiang, Burlian melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Rieka Dwita Efrilian, kemarin. Dikatakannya, kerusakan yang dikategorikanya ringan tersebut, lantaran hanya mengalami reta-retak pada bagian dinding dan lantai. Kondisi kerusakan itupun, dinilainya masih layak atau dapat ditempati oleh warga. “Rumah warga kebanyakan mengalami retak-retak dan beberapa rumah diantaranya retakannya sudah menganga besar,” jelas Rieke.(505) Pemilik Bangunan Terkena Gempa 1.Yuliana 2.Rosnawati   3.Dewi 4.H Pata’ib 5.Linsumarni 6.Ali Hanafiah 7.Amrun 8.Samsul Bahri 9.Abadi 10.Gunawan 11.Heri Gustiawan 12.Herman 13.Masjid Tariqatul Jannah 14.Gereja Kristen Injil Indonesia (GKII)  More...

gaji
Kamis, 30/10/2014 - 12:41 WIB

SK UMP Belum Diteken Gubernur

BENGKULU, BE – Surat Keputusan (SK) penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Bengkulu hingga kemarin sore (29/10) belum ditandatangani oleh Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah SAg MPd. Karena itu, besaran final UMP 2015 pun belum bisa dipastikan, mengingat belum ada keputusan gubernur mengenai hal tersebut. “SK-nya sudah di meja Pak Gubernur, tapi belum ditandatangani jadi saya belum berani memastikan besaran UMP 2015,” kata Ketua Dewan Pengupahan sekali Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu, Ir Diah Irianti MSi kepada BE, kemarin. Diakuinya, besaran Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang diajukan dewan pengupahan beberapa waktu lalu sebesar Rp 1,49 hingga Rp 1,59 juta perbulannya. Hanya saja berapa yang ditetapkan gubernur, ia mengaku belum mengetahuinya. Yang jelas besaran UMP tersebut tidak akan melebihi angka Rp 1,59 juta, karena angka tersebut merupakan rekomendasi dari dewan pengupahan berdasarkan KHL. “Pak Gubernur bisa mengambil angka terbawah dan teratas, yang jelas tidak boleh lebih dari angka teratas. Jika lebih nanti dikhawatirkan perusahaan akan keberatan, kalau dipaksanakan bisa-bisa terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran,” ujarnya. Kendati demikian, ia mengisyaratkan bahwa UMP yang akan ditetapkan dalam waktu dekat ini lebih dari Rp 1,5 juta. Namun ia enggan menyebutkan berapa lebihnya tersebut. “Mungkin Rp 1,5 juta lebih dikit,” ucapnya. Diakui Diah, KHL yang diajukan dewan pengupahan tersebut belum diasumsikan terjadi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), melainkan dalam kondisi normal saat ini. Kemungkinan masih ada pertimbangan lain jika BBM naik. “Itu berdasarkan hasil survey sebelum kenaikan BBM, kalau BBM naik sebelum UMP itu diberlakukan mungkin ada pertimbangan atau kebijakan lain untuk membantu pekerja,” ungkapnya. Ia pun memastikan, UMP tersebut akan diumumkan dan disampaikan kepada semua perusahaan yang ada di Provinsi Bengkulu 1 November besok. Karena sesuai dengan aturannya bahwa UMP harus ditetapkan 2 bulan sebelum diberlakukan. Sedangkan pemberlakuannya sendiri pada 1 januari 2015 mendatang. Sebelumnya, Plt Sekdaprov, Drs H Sumardi MM mengatakan bahwa UMP tahun depan sudah final Rp 1,5 juta. Besaran tersebut dinilai sudah tepat, karena UMP tahun 2014 ini sebesar Rp 1,35 juta perbulannya. (400)  More...

P1010238
Kamis, 30/10/2014 - 10:08 WIB

Sosialisasi Balitbang dan Stada Provinsi Bengkulu, Jeruk Kalamansi Potensial Bagi Bengkulu

BENGKULU, BE – Badan Penelitian, Pengembangan (Balitbang) dan Stasistik Daerah (Stada) Provinsi Bengkulu menggelar acara sosialisasi teknologi pengolahan jeruk Kalamansi di Hotel Samudra Dwinka Kota Bengkulu, Rabu (29/10) kemarin. Sosialisasi ini digelar dalam rangka mendukung Penguatan dan Pengembangan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) di Kota Bengkulu. Melalui sosialisasi ini, Kepala Balitbang dan Stada Provinsi Bengkulu, Drs H Iriansyah, mengatakan bahwa jeruk Kalamansi berpotensi besar untuk dikembangkan di Provinsi Bengkulu. “Potensi bahan baku jeruk Kalamansi sangat memadai. Ini terlihat dari 39 hektar lahan kebun jeruk Kalamansi di Kota Bengkulu. Luas area ini membuktikan bahwa Kalamansi memiliki potensi untuk mendukung keberhasilan menjadikan Kalamansi sebagai ikon dan minuman selamat datang di Kota Bengkulu (welcome drink to Bengkulu),” papar Iriyansyah. Ditambahkannya, proses penanaman tumbuhan ini tidaklah sulit. Jika menggunakan bibit okulasi  dan hasil cangkokan dari ahli pembibitan, dalam waktu yang singkat (3 bulan) masyarakat bisa menikmati hasilnya. “Jeruk Kalamansi ini dapat dibudidayakan di halaman rumah masyarakat. Ini dalam rangka mendukung Kalamansi menjadi ikon Kota Bengkulu,” imbuhnya. Menindak lanjuti potensi besar jeruk Kalamansi ini, maka Balitbang dan Bappeda dirasa perlu memikirkan bagaimana upaya untuk mengembangkan hasil produk pertanian Bengkulu. Oleh sebab itu, sangat penting melakukan inovasi dan tak boleh berpuas diri dalam menghadapi persaingan yang semakin tinggi. “Meski begitu, ada beberapa hal yang mutlak diperhatikan, yakni higienis dan citarasa produk tersebut, setelah itu barulah nanti ke pemasaran. Kami mengharapkan Bappeda Kota beserta jajarannya dapat berkerjasama mendukung kegiatan ini, baik dalam bentuk kebijakan maupun pendanaan sesuai bidang tugas dan tanggung jawab masing-masing,” kata Iriansyah. Sosialisasi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan dibuka langsung oleh Sekretaris  Bappeda Kota Arminal Nova Putra SSos MSi. Acara tampak dihadiri pejabat struktural, fungsional Balitbang dan Stada Prov Bengkulu, puluhan masyarakat dan kelompok tani jeruk Kalamansi. Serta menghadirkan narasumber dari Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna LIPI, Subang, Jawa Barat, Diki Nanang Surahman ST MSi. Arminal, mengatakan,  Pemkot menyambut baik acara tersebut dan berharap sosialisasi ini dapat menjadikan hasil olahan jeruk kalamansi menjadi salah satu produk andalan Bengkulu. “Kami minta kepada peserta agar apa yang disampaikan narasumber diikuti dengan serius dan semangat. Mari kita bersama-sama mengembangkan jerus kalamansi agar bisa bisa menjadi andalan,” tandas arminal. Sementara itu, Diki menjelaskan, karena jeruk Kalamansi ini berpotensi di Bengkulu, ia mengaharapakan agar produk dari Kalamansi lebih banyak di Kota Bengkulu. “Banyak produk yang bisa kita olah dari jeruk Kalamansi, baik itu berupa sirup, sari buah, selai, dan masih banyak lagi,” paparnya.(135/prw).  More...

8596_7056_oke-boks-Susi-rapat-wir
Kamis, 30/10/2014 - 10:04 WIB

Susi Minta Jam Kerja Dimajukan dan Pasang Peta Indonesia

  Aktivitas Hari-Hari Pertama Kerja Menteri-Menteri Kabinet Jokowi (1) Menjadi satu-satunya menteri yang berijazah SMP di Kabinet Kerja Jokowi tidak membuat Susi Pudjiastuti minder. Dia malah ingin membuktikan bahwa bukan hanya orang berpendidikan tinggi saja yang bisa mengubah negeri ini menjadi lebih maju. ** Tepat pukul 07.30 WIB, sebuah sedan Toyota Crown Royal Saloon berpelat nomor RI 39 berhenti tepat di depan pintu utama gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Gambir, Jakarta. Belum banyak pegawai KKP yang sudah datang di kantor karena mereka biasa masuk pukul 08.00. Penumpang mobil mewah hitam tersebut adalah Susi Pudjiastuti yang sehari sebelumnya (27/10) dilantik Presiden Joko Widodo menjadi menteri kelautan dan perikanan. Mobil dinas menteri yang berlatar pengusaha di bidang perikanan dan penerbangan itu dikawal sebuah Toyota Alphard yang berisi asisten-asisten pribadi Susi. ’’Selamat pagi,’’ sapa Susi lantas tersenyum kepada para petugas satpam yang membukakan pintu kantornya. Pagi itu, Ibu Menteri mengenakan baju lengan panjang hitam bercorak kembang-kembang kecil yang dimasukkan ke dalam celana cutbray yang juga berwarna senada. Rambut ikalnya digulung dan diikat di belakang. Tidak terlihat pejabat KKP yang secara resmi menyambut kedatangan Susi di lobi kantor. Tidak tampak pula acara protokoler layaknya penyambutan seorang menteri baru pada umumnya selama ini. Saat itu hanya terlihat beberapa petugas resepsionis di lantai 1 yang mendekat dan menyalami perempuan berambut ikal tersebut. Setelah itu, Susi langsung melakukan inspeksi ke ruang-ruang kantor yang dipimpinnya. Satu per satu ruangan dimasukinya. Gerakannya gesit. Hanya beberapa saat di satu ruangan, dia sudah pindah ke ruangan lain. Beberapa pegawai KKP yang kebetulan sudah datang mengiringi langkah Susi yang cepat. Sesekali Susi bertanya tentang fungsi ruangan-ruangan tersebut. ’’Ini ruangan apa?’’ tanya dia. ’’Ruang protokoler, Bu,’’ jawab seorang pegawai dengan singkat. Saat memasuki ruangan yang agak luas, Susi mendapati kursi-kursi kosong yang belum terlihat orangnya. Dia lalu terdiam, tidak bertanya tentang keberadaan pegawai-pegawainya yang belum tampak di ruangan itu. Dia lantas melanjutkan penyusuran ke lantai 2 dan seterusnya. Terkadang Susi memilih menggunakan tangga untuk menuju lantai yang lebih tinggi daripada memakai lift. Hanya dalam waktu 30 menit, Susi sudah berada di lantai teratas, yaitu lantai 7 yang merupakan ruang kerjanya. Untungnya, tidak berapa lama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KKP Syarief Widjaja datang dan memperkenalkan diri kepada atasannya. Beberapa menit kemudian, pejabat lain seperti Dirjen KKP menyusul. Mereka satu per satu memperkenalkan diri dengan menyebut nama dan jabatannya. Wajah Susi tampak sedikit kesal saat melihat lorong menuju ruangannya yang terlihat kosong. Dia lantas meminta dinding di lorong tersebut dipasangi peta Indonesia yang besar dan panjang. ’’Saya minta besok di sini ada peta Jawa, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan seterusnya. Yang lengkap biar kita bisa lihat setiap hari sehingga mudah buat saya memantau seluruh wilayah Indonesia,’’ kata menteri perempuan dengan suara berat itu. Setelah bertemu seluruh pejabat di kementeriannya, Susi mengajak mereka masuk ke ruang rapat untuk membahas berbagai permasalahan KKP. Itu merupakan rapat pertama Susi sebagai menteri kelautan dan perikanan. Rapat tertutup tersebut diikuti seluruh pejabat eselon I dan beberapa pejabat eselon II mulai pukul 08.00 hingga pukul 10.00. Setelah rapat, Susi keluar untuk mengikuti acara di Kantor Wakil Presiden, namun keburu dicegat wartawan. Dia meminta wartawan untuk tidak banyak bertanya karena dirinya harus bekerja. Susi mengaku belum memiliki target pada hari pertamanya. ’’Saya belum berani ngomong target-target. Itu harus dipelajari dulu. Yang penting sekarang do less get more (bekerja dan ada hasil, Red). Tapi, untuk jangka pendek, kami ingin ada semacam program bantuan untuk membuka akses permodalan bagi nelayan,’’ ungkapnya. Untuk jangka panjang, Susi ingin membantu para nelayan agar lebih mengerti bisnis. Dia yakin kesejahteraan nelayan bisa meningkat jika menguasai kemampuan yang lain. Tidak hanya menangkap ikan, tapi juga bisa menjualnya dengan harga tinggi. ’’Kami ingin nelayan mengerti soal komersialisasi produk. Berapa biaya produksi dan pendapatan yang bisa diperoleh,’’ tutur menteri yang memiliki tato di kakinya itu. Menurut dia, banyak daerah di Indonesia yang memiliki potensi besar sebagai produsen ikan. Dia mencontohkan Pulau Simeulue di ujung Aceh yang kaya dengan lobsternya. Sayangnya, potensi itu belum digarap maksimal karena terkendala masalah transportasi. ’’Dari pulau itu, kalau mau mengangkut lobster, terpaksa memakai perahu ke Pulau Haji terlebih dahulu. Akibatnya, banyak lobster yang mati karena lamanya perjalanan,’’ terang bos maskapai Susi Air (PT ASI Pudjiastuti Aviation) itu. Seharusnya, kata Susi, di pulau tersebut tersedia bandara yang memadai untuk didarati pesawat kecil agar bisa mengangkut lobster-lobster itu. Dengan begitu, daya hidup lobster semakin tinggi. ’’Karena mati, lobster-lobster itu hanya dihargai Rp 30 ribu per ekor. Padahal, nilai jual tertinggi lobster bisa mencapai Rp 100 ribu per ekor. Kalau ada bandara, lobster atau hasil laut lain bisa dijual dengan harga tinggi,’’ lanjutnya. Karena itu, Susi berharap di pulau-pulau potensial seperti Pulau Simeulue dibangun bandara-bandara kecil untuk kepentingan pengangkutan hasil produksi perikanan atau lainnya. Dengan menggunakan slogan perusahaannya, dia ingin membangun banyak bandara kecil di daerah potensial. ’’Kami pakai istilah one kilometer runway bring you to the world (satu kilometer landasan pacu membawamu ke dunia, Red). Cukup 1 kilometer saja, (biayanya) sekitar Rp 10 miliar–Rp 20 miliar,’’ katanya. Susi juga akan membangun budaya kerja, kerja, kerja di kementeriannya. Dia menegaskan akan memajukan jam kerja dari semula pukul 08.00 hingga 16.00 menjadi pukul 07.00 hingga 15.00. ’’Saya minta itu diumumkan, mulai besok masuknya jam 07.00. Itu bukan karena tadi saya lihat nggak ada orang, tapi supaya mereka nggak kena macet,’’ tegasnya. Dia sadar, banyak bawahannya yang berpendidikan lebih tinggi daripada dirinya. Karena itu, banyak yang mencemooh ijazahnya yang hanya SMP. Namun, Susi mengaku tidak minder karena pengalaman sekian puluh tahun telah mendidiknya sebagai entrepreneur andal. ’’Tadi saya curhat ke Pak Sarwono Kusumaatmadja (mantan menteri kelautan dan perikanan). Beliau terus bilang, ’Susi itu sudah terlalu pintar, jadi tidak perlu sekolah’,’’ ungkap ibu tiga anak itu lantas tertawa. Dia juga bercerita tentang omongan sebagian orang yang menganggapnya tidak cocok menjadi menteri karena kebiasaannya merokok dan memiliki tato. Tentang itu, Susi menyatakan tidak bisa lagi mengubah kebiasaan tersebut. ’’Kalau saya disuruh berubah seperti birokrat atau ibu-ibu yang manis dan feminin, jujur saya tidak bisa. Saya sudah 50 tahun seperti ini. Biarlah saya tetap menjadi diri saya sendiri,’’ tandas dia. (*/bersambung/c5/ari)  More...

                        
kosong 4

Beri Penyuluhan di Lembak

BENGKULU, BE - Tingginya angka kriminalitas perampokan di Lembak, Kabupaten Rejang Lebong disinyalir bukan disebabkan kemiskinan, melainkan hanya penyakit masyarakat yang berawal dari kenakalan remaja. Karena itu, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Daerah Pemilihan Rejang Lebong dan Lebong, Arsop Dewana SE meminta agar aparat keamanan jangan hanya bisa menangkap dan membunuh warga diduga terlibat sebagai pelaku perampokan saja, namun juga memberikan penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat. “Rata-rata kehidupan masyarakat Lembak serba kecukupan, karena daerah Lembak adalah penghasil karet dan kopi.  Karena itu saya menilai masyarakat yang terlibat dalam aksi perampokan bukan dikarenakan  kelaparan atau kemiskinan,” kata Arsop kepada BE, kemarin. Diakuinya, selama ini Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong sendiri sudah sering memberikan pengertian kepada masyarakat agar tidak lagi merampok, namun usaha itu belum membuahkan hasil. Sehingga perlu bantuan dari aparat keamanan, baik dari kepolisian maupun TNI untuk menyadarkan masyarakat tersebut. “Bupati RL Pak Suherman sudah sering mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan, karena Lembak akan dicap sebagai daerah yang paling tidak aman jika aksi perampokan terus berlangsung,” sampainya. Arsop pun optimis masalah itu bisa dikurangi jika polisi dan TNI langsung turun menemui masyarakat dan memberikan pengertian dengan cara yang halus. Karena masyarakat Lembak juga manusia biasa yang bisa menerima kebenaran. “Saya yakin, kalau polisi atau anggota TNI turun ke tengah-tengah masyarakat memberikan penyuluhan dan mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan, maka masyarakat akan sadar karena mereka juga memiliki hati nurani dan bisa berpikir sehat. Selama ini saya akui memang pendekatan persuasif itu belum gencar dilakukan aparat,” ungkapnya. Selain melakukan pendekatan persuasif, Politisi Hanura ini juga meminta TNI dan Polri membangun pos dan menambah anggota keamanan di sepanjang daerah yang rawan perampokan tersebut. Menurutnya, membangun pos tambahan dan menempatkan petugas disetiap pos tersebut mampu mengurangi aksi perampokan. Hal itu terbukti saat anggota TNI membangun beberapa pos ketika Binduriang memanas akhir tahun lalu. Dengan adanya pos dan petugas yang berjaga disepanjang jalan tersebut terbukti membuat perampok tidak bisa berkutik, bahkan sama sekali tidak ada perampokan. “Sayangnya penempatan petugas di pos tersebut tidak bertahan lama, dan aksi kehajatan pun kembali marak setelah petugas mengosongkan posnya,” pungkasnya. (400)  More...

Helmi Hasan

Walikota Pantau Rumah Rakyat

BENGKULU, BE –  Walikota Helmi Hasan, SE didampingi Kadis PU Kota Bengkulu, Darmawansyah  dan Kepala Bappeda Kota Bengkulu, Fitriani Badar, melakukan  pemantauan pada proyek pembangunan  50 unit rumah  bantuan  kementerian perumahan rakyat (Kemenpera).  Rumah bantuan ini berada di Kampung Bahari Kecamatan Kampung Melayu. Pelaksanaan pembangunan 50 unit rumah bantuan Kemenpera itu dimulai sejak 16 September 2014 lalu, dengan menggunakan alokasi  dana Rp 3,9 miliar bersumber APBN. Rumah yang didesain keseluruhanya terbuat dari kayu  dan papan itu, saat ini baru dalam tahap pemasangan kerangka kayu dengan bahan baku kayu meranti kelas 2.  Rumah didesain memiliki dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Walikota Helmi Hasan, kepada jurnalis menuturkan, pembangunan satu unit rumah diprediksi mencapai Rp 87 juta, dan diprediksi tuntas pada bulan Desember 2014 ini,  sekaligus  proses hibah dari Kemenpera kepada Pemerintah Kota Bengkulu. Rumah dengan tipe sangat sederhana ini kata Helmi, nantinya akan diberikan kepada warga Kota Bengkulu yang tidak mampu dan belum memiliki rumah. “Bagaimana teknisnya  pemerintah kota akan berpegang pada  petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari Kemenpera.  Dinas instansi pun akan tetap melakukan seleksi,” bebernya. (247)  More...

kosong 10

DPRD Kota Bengkulu Minta Damkar ke Provinsi

BENGKULU, BE – Sejumlah anggota DPRD Kota Bengkulu siang kemarin (28/10) mendatangi kantor DPRD Provinsi Bengkulu.  Kedatangan 11 anggota DPRD Kota yang sebagian besarnya  tergabung dalam komisi II ini langsung diterima oleh 7 anggota DPRD Provinsi Bengkulu Daerah Pemilihan Kota Bengkulu, dan pertemuan pun langsung digelar di ruang pimpinan DPRD yang dipimpinan oleh Wakil Ketua I DPRD Provinsi, H Edison Simbolon SSos MSi. Dalam pertemuan itu, anggota DPRD Kota meminta DPRD Provinsi Bengkulu ikut menganggarkan pembangunan di Kota Bengkulu, mulai dari pembangunan sejumlah fasilitas umum, seperti perbaikan jalan hingga meminta dibelikan mobil pemadam kebakaran. Ketua Komisi II DPRD Kota, Suimi Fales SH MH berdalih, mobil Damkar sangat dibutuhkan masyarakat, sedangkan kemampuan APBD Kota Bengkulu sangat terbatas. “Kalau dari APBD Kota Bengkulu hanya mampu untuk membeli 1 atau 2 unit Damkar saja, karena harga perunitnya Rp 1 miliar. Karena itu kita minta bantuan agar anggota DPRD Provinsi Bengkulu bisa menganggarkan anggaran untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat kota akan mobil Damkar tersebut,” kata Suimi. Selain itu, para wakil rakyat dari Kota Bengkulu ini juga meminta agar Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk tidak terlalu perhitungan dalam membangun Kota Bengkulu. Sebab, Kota Bengkulu adalah ibukota Provinsi Bengkulu, jika Kota Bengkulu tidak tertata dengan baik, maka yang mendapatkan nama baiknya juga Pemerintah Provinsi Bengkulu, demikian sebaliknya. Salah seorang Anggota Dewan Kota, Ervin Yanuar sempat menyebutkan pembangunan yang menjadi tanggung jawab dan kewenangan Kota Bengkulu sempat terhenti, sejak Agusrin M Najamudin tidak lagi menjadi Gubernur Bengkulu. Misalnya saja di Pantai Panjang nyaris tidak ada pembangunan sejak 4 tahun terakhir. “Kami berharap, walaupun Pak Agusrin tidak lagi jadi gubernur, tapi pembangunan tetap harus dilanjutkan. Apalagi Pantai Panjang itu adalah icon Provinsi Bengkulu, jangan dibiarkan terbengkalai seperti tidak bertuan,” kritiknya. Mendapati banyak usulan dari DPRD Kota Bengkulu tersebut, Edison Simbolon berjanji akan mengusulkan anggarannya melalui APBD Provinsi Bengkulu tahun 2015. Ia pun menilai kedatangan anggota DPRD Kota Bengkulu tersebut tepat pada waktunya, karena APBD Provinsi Bengkulu 2015 baru akan dibahas bulan November mendatang. “Kita provinsi sebenarnya juga membutuhkan mobil Damkar tersebut, nanti akan kita prioritaskan karena sekarang dan memang APBD 2015  belum dibahas. Mobil Damkar ini akan jadi perhatian serius bagi,” ungkapnya. Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, H Dedi Ermansyah SE menyatakan, pihaknya menyambut baik sejumlah permintaan pembangunan dari DPRD Kota Bengkulu, namun ia meminta agar DPRD Kota terlebih dahulu menginventarisir prioritas pembangunan yang diajukan ke Pemerintah Provinsi. Hal tersebut untuk menghindari terjadinya tumpang tindih penganggaran. “Misalnya provinsi sudah menganggarkan untuk pembangunan jalan di Perumdan, jangan sampai Pemkot juga menganggarkan. Ini harus jelas dulu sehingga tidak ada yang tumpang tindih dan pembangunan infrastruktur dalam dilaksanakan dengan baik,” ujarnya. (400)  More...

pelayaran

Industri Pelayaran Optimistis

JAKARTA – Tekad presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan sektor maritim  disambut positif pelaku industri pelayaran. Di satu sisi akan dilakukan pengetatan regulasi sehingga menuntut sumber daya manusia dan perusahaan kompeten di bidang ini sekaligus membuka peluang bisnis lebih besar pada sisi lainnya. Direktur Utama PT Soechi Lines Tbk, Go Darmadi, mengatakan pihaknya menyambut positif rencana untuk lebih menghidupkan sektor maritim di Indonesia. “Sekarang kementerian baru sudah jelas concern di maritim. Artinya transportasi laut akan semakin diperlukan. Kami siap untuk itu,” ungkapnya di sela Public Expose dan Due Diligence Meeting Initial Public Offering (IPO) Soechi Lines di Jakarta, kemarin. Pihaknya menyadari bahwa dari peningkatan fokus di industri maritim ini maka akan menimbulkan konsekuensi berupa kemungkinan terjadi pengetatan regulasi. Tujuannya supaya sektor ini diisi oleh para pihak berkompeten. “Kemungkinan akan ada aturan lebih ketat terkait safety maupun skill. Kami siap sepenuhnya menghadapi ini dan tetap profesional sebagai shipping company,” tegasnya. Soechi Lines melakukan IPO salah satunya untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan perusahaan di bidang pelayaran ini. Harga saham ditawarkan mulai Rp 600 sampai Rp 800 per saham dan jumlah saham akan dilepas sebanyak-banyaknya 2,571 miliar lembar saham atau setara 30 persen dari seluruh jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh. Dengan demikian maka perusahaan yang juga bisnis persewaan kapal dan galangan kapal ini berpotensi meraup dana segar mulai Rp 1,54 triliun sampai Rp 2,05 triliun. Saat ini Soechi Lines memiliki dan mengoperasikan 33 armada yang terdiri dari oil tanker, chemical tanker, gas carrier, dan floating, storage, and offloading (FSO). “Kami juga memiliki satu kapal tunda dan dua kapal tongkang yang digunakan sendiri untuk keperluan operasional pembangunan kapal di lokasi shipyard (galangan kapal),” ulasnya. Direktur Soechi Lines, Paulin Marlina, mengatakan tahun depan pihaknya akan ekspansi dengan menambah lima sampai tujuh unit kapal baru. Modal disiapkan sekitar USD 90 juta. “Dana hasil IPO sendiri sekitar 50 persen dialokasikan untuk capex (capital expenditure), 25 persen untuk refinancing utang, dan 25 persen sisanya untuk modal kerja,” ujarnya. Proses IPO Soechi Lines dibantu oleh PT Mandiri Sekuritas dan PT RHB OSK Securities Indonesia selaku perusahaan penjamin emisi. Masa penawaran umum sahamnya dimulai pada 24 November sampai 26 November, penjatahan pada 28 November, masa penawaran umum, dan listing dijadwalkan 2 Desember 2014.(gen)  More...

FOTO PU

Hari Habitat Dunia 2014

BENGKULU, BE -  Dalam rangkaian peringatan Hari Habitat Dunia 2014, Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP ) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bengkulu, Rabu pagi (29/10) mengisinya dengan berbagai rangkaian kegiatan acara yang kesemuanya itu digelar di Kelurahan Malabero Kota Bengkulu. Peringatan Hari Habitat Dunia 2014 kali ini mengangkat tema “Suara dari Pemukiman Kumuh”(Voices From Slums). Acara diawali dengan penyerahan pohon oleh Kepala Dinas PU Provinsi H. Andi Roslinsyah, ST. MT, yang didampingi Kepala Bidang Cipta Karya Ir. Anuar Yasin, untuk selanjutnya diserahkan kepada Lurah Malabero, Bakarudin Ali, SSos. Kemudian dilanjutkan dengan penenaman pohon secara bersama-sama di lingkungan Kelurahan Malabero dan pemberian bantuan alat-alat kebersihan lingkungan dan ditutup dengan kebersihan bersama.  Kegiatan ini diikuti oleh seluruh keluarga besar dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu dan warga di Kelurahan Malabero. “Marilah kita mendengar dari mereka yang tinggal di daerah kumuh apa yang berhasil dan apa yang belum berhasil serta apa yang perlu kita lakukan,” kata Kadis PU melalui Kabid Cipta Karya Ir. Anuar Yasin. Lurah Malabero, Bakarudin, S.Sos, menyambut positif terhadap peringatan Hari Habitat Dunia 2014 yang dipusatkan di lingkungan kelurahan yang iya pimpin.  Kegiatan seperti ini mengajarkan kepada warga Malabero untuk bagaimana cara menjaga lingkungan agar menjadi lingkungan yang sehat dan bersih. (cik7/adv)  More...

bola

5 Gol Bunuh Diri, Dibilang tak Sengaja

PSS Sleman dan PSIS Resmi Dicoret   JAKARTA - PSS Sleman dan PSIS Semarang sudah resmi didiskualifikasi dari babak semifinal Divisi Utama 2014 ini. Itu didapatkan setelah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memanggil semua perwakilan kedua belah pihak dalam agenda sidang di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, hingga tadi malam. Namun, hingga berakhirnya proses persidangan, baik pemain ataupun ofisial dari kedua belah pihak seolah sepakat untuk bungkam terkait dengan akar persoalan di balik sepakbola gajah itu. Keduanya sama-sama menyangkal bahwa sudah ada instruksi kepada pemainnya agar mencetak gol bunuh diri. Walaupun, sejak sebelum pertandingan, banyak pihak yang menyebut isu bakal ada salah satu klub yang mengalah dalam laga di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU), Sleman, Jogjakarta, Minggu sore lalu (26/10). Termasuk isu yang menyebutkan PSS melakukan gol bunuh diri. Apalagi, apabila dirunut dari kronologi pertandingan, kejanggalan sudah ada begitu head coach PSS Herry Kiswanto meninggalkann bench lebih awal. Tepatnya pada menit ke-80-an. Padahal, secara aturan tidak diperbolehkan pelatih meninggalkan bench lebih awal kecuali mendapatkan kartu merah dari wasit. Nyatanya, setelah itu, pertandingan menjadi kacau. Termasuk dengan pergantian penjaga gawang dari Gratheo Hadi Witama ke Riyono beberapa menit setelahnya. Yang kemudian diikuti gol bunuh diri pertama PSS yang dicetak Hermawan Putra Jati pada menit ke-86. Setelahnya lalu beruntun empat gol bunuh diri tercipta. Direktur PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Supardjiono yang membawahi PSS Sleman saat diwawancarai Jawa Pos menolak jika dua gol yang dibuat anak asuhnya sudah di-setting sejak awal. “Sebaliknya, pemain kami tidak sengaja melakukannya. Lihat saja, semua gol bunuh diri kami berasal dari sudut sempit,” kilahnya. Pardji – sapaan akrabnya – malah meminta semua pihak melihat dulu bagaimana permainan tim lawannya. Karena, PSIS, menurut dia, bermain tidak selayaknya klub menginginkan juara grup. Permainan klub berjuluk Mahesa Jenar yang defensive ditudingnya sebagai pemicu tindakan dari pemainnya. “Kalau mereka bermain dengan sungguhan, ya kami ladeni juga dengan sungguhan. Lihat saja tim itu mencetak tiga gol bunuh diri ke gawang kami,” keluh pria yang juga menjabat sebagai manajer tim PSS itu. “Kalau kami dibilang menghindari Borneo, itu sama sekali tidak benar. Kami tidak takut dengan siapapun,” lanjutnya. Terkait dengan sikap pelatihnya yang meninggalkan bench di tengah-tengah jalannya laga babak kedua, Pardji menolak jika dikatakan Herkis – sapaan akrab HErry Kiswanto – tidak kembali lagi di bench. “Dia hanya minta ijin ke toilet sebentar, setelah itu ya kembali lagi sampai dengan laga usai,” cetusnya. Terpisah, General Manager (GM) PSIS Chairul Anwar menyebut sumbu persoalan dari tindakan anak asuhnya adalah dua gol bunuh diri PSS. Dua gol itu yang menyulut emosi anak asuhnya yang merasa tidak dihargai ketika datang dengan keinginan bermain di kandang PSS. Chairul pun menegaskan timnya tidak jauh berbeda saat menang di kandang Persiwa Wamena, beberapa waktu yang lalu. “Pemain kami terrprovokasi. Selain dua gol bunuh diri, lalu teriakan pendukung PSS yang provokatif (dengan mengucapkan: Syukur kalian ketemu Borneo, Red), ditambah dengan kondisi lapangan yang hancur seperti itu, ya pemain langsung emosi dan tidak berpikir panjang membuat gol-gol bunuh diri,” bebernya. Logika Chairul, jika klubnya memilih untuk kalah, timnya tidak akan mendatangi pertandinhan di Sleman teersebut. Status walkover (WO) dianggapnya bukan masalah. “Toh kalau WO kami hanya dikurangi tiga poin, dan itu tidak akan mengurangi peluang kami untuk melenggang ke semifinal,” tegasnya. Salah satu aktor pencetak gol PSIS Semarang Komaedi menuturkan jika dalam laga tersebut, dirinya seperti kehilangan rasa sadarnya. Yang ada, hanya perasaan emosi karena keseriusan timnya, dibalas dengan permainan tidak niat dari PSS. “Nggak mikir apa-apa mas, isinya cuma emosi. Kami pengin main bener, lawan nggak serius, mereka main-main. Ya, karena itu akhirnya kami begini,” katanya saat ditemui di PSSI. Namun, setelah laga itu, pemain bernomor punggung 19 tersebut sempat berpikir akan anehnya permainan di hari itu. Keesokan harinya, dia baru merasakan besarnya imbas akibat permainan sepak bola gajah. “Saya juga sempat dapat sms dari suporter, dihujat perbuatan saya,” ucapnya. (ren/aam)  More...

diet

Kiat Menurunkan Berat Badan Tanpa Diet

SEPERTINYA mustahil menurunkan berat badan tanpa harus melakukan diet. Melakukan diet ketat dan berlatih gym, sering dianggap sebagai pilihan yang efektif untuk menurunkan berat badan. Namun mengingat jadwal sibuk kita sehari-hari, diet dan berolahraga tidak semudah yang dikira. Kita seringkali akan meluangkan waktu untuk memperhatikan diet atau berolahraga selama berjam-jam di gym. Memang diet dan program olahraga dapat membantu dalam menurunkan beberapa kilogram dalam waktu singkat, tetapi penurunan berat badan ini hanya sementara. Dengan berhenti diet, kemungkinan berat badan yang sudah hilang akan kembali lagi. Ini adalah sedikit kesalahpahaman bahwa penurunan berat badan hanya dapat dicapai melalui diet ketat atau berolahraga ketat. Jadi bagaimana cara menurunkan berat badan tanpa diet? Mengikuti gaya hidup sehat adalah sama pentingnya untuk menjaga berat badan ideal. Seorang psikolog Cornell mengatakan anda bisa menurunkan berat badan tanpa harus bekerja keras. Idenya, seperti yang dilaporkan Los Angeles Times, adalah membuat beberapa perubahan yang dikelola untuk lingkungan anda daripada diri anda sendiri. “Apa yang kami temukan berulang adalah bahwa membuat satu perubahan kecil, seperti makan dari piring yang lebih kecil menyebabkan penurunan berat badan kecil, dan kemudian hal ini dapat memicu lebih banyak perubahan,” kata peneliti Dr. Brian Wansink, seperti dilansir laman Fox News, Senin (27/10). Memilih piring yang lebih kecil adalah salah satu dari beberapa pilihan yang Wansink kemukakan dalam sebuah buku baru, Slim by Design: Mindless Eating Solutions for Everyday Life. Anda juga dapat mencoba menyingkirkan sekantong keripik atau kotak sereal di meja anda dan menggantinya dengan semangkuk buah. (fny/jpnn)  More...

Raisa

Rahasia Mik di Balik Suara Merdu Raisa

PERJALANAN karir penyanyi cantik Raisa bak meteor. Banyak orang berpikir, Raisa hadir di dunia hiburan tanah air tanpa sebuah proses panjang. Padahal, Raisa mengaku menapaki karirnya dari nol. ”Semuanya dari bawah. Nggak mungkin saya langsung seperti ini. Saya pernah nyanyi di cafe sampai festival,” kata Raisa seperti yang dilansir INDOPOS (Grup JPNN.com), Kamis (30/10). Raisa yang sempat bergabung dalam band bentukan Kevin Aprilio, Andante itu mengaku semua dilewati dengan kerja keras dan dedikasi. ”Sejarah itu tidak bisa dilupakan. Tanpa sejarah kita tidak mungkin bisa berdiri disini,” katanya bijak. Dia mengaku, ada banyak pihak yang membuatnya bisa seperti saat ini. Selain dukungan keluarga, cita-cita menjadi cambuknya untuk maju. ”Aku punya cita-cita yang pingin aku wujudkan. Jadi itu juga pemacu aku untuk bisa di posisi sekarang. Selain dukungan keluarga dan kerja keras,” tandasnya. Salah satu kisah yang cukup diingatnya adalah ketika ingin memiliki sebuah mik baru. Menurutnya, untuk mendapatkan mik bagus, dirinya harus menabung lebih dulu. ”mik itu buat penyanyi kana lat tempur. Pokoknya alat perang nomor satu. Dulu untuk dapetin itu aku beli di Glodok dan harus nabung dulu,” bebernya. Meski begitu, mik pertamanya itu menjadi sangat berkesan dan dia simpan sebagai kenangan awal pertama kemunculannya di dunia musik. Sebagai penyanyi pendatang baru yang melesat bak meteor, Raisa sudah tidak lagi memiliki masalah dengan mik. Hampir semua jenis mik dia bisa dapatkan. ”Tapi kalau sekarang aku pakai dua mik buatan Jerman. Itu cocok banget untuk suara aku,” ungkapnya. Bahkan, dengan bangga Raisa mengatakan, mik yang digunakan saat ini juga dipakai sejumlah penyanyi ternama dunia. Antara lain, Katy Perrym J-Lo, dan Adele. (ash)  More...

© 2005 - 2013 bengkuluekspress.com, All Rights Reserved