kpu new
Jumat, 24/10/2014 - 10:41 WIB

Biaya Pilkada Membengkak

JAKARTA, BE – Biaya pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2015, diperkirakan akan meningkat untuk setiap daerahnya. Namun memang peningkatan tidak signifikan. Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Manik, peningkatan terjadi antara lain adanya hal-hal baru yang berkembang dan cukup mendapat perhatian masyarakat. Misalnya terkait debat calon kepala daerah, anggarannya ditanggung oleh KPU. “Jadi mungkin dalam kegiatan-kegiatan pilkada yang ada penambahan biaya, tapi jumlahnya saya kira enggak terlalu banyak,” katanya di sela-sela Rapat Kerja Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2014, Kamis (23/10). Masyarakat Indonesia saat ini, kata Husni, sudah tidak lagi terlalu tertarik menghadiri kampanye yang bersifat hura-hura. Masyarakat, katanya, mulai tertarik mengikuti forum-forum kecil yang pembahasannya jauh lebih spesifik. Bahkan seperti pada kampanye pemilihan presiden Juli lalu, acara debat calon presiden menjadi hal yang menarik bagi masyarakat dan pengaruhnya juga sangat signifikan. “Ini yang jadi perhatian kita untuk membudayakan di masyarakat agar mereka bisa mengikuti,” katanya. Meski begitu, hingga saat ini penyelenggara pemilu, kata mantan Komisioner KPU Sumatera Barat ini, belum dapat memastikan berapa persen peningkatan anggaran bagi pelaksanaan pilkada serentak di 2015. Apalagi bentuk kampanye dari pelaksanaan pilkada serentak juga belum dipatikan bentuknya seperti apa. Husni merinci dari 181 daerah yang akan menggelar pilkada langsung di 2015, 181 di antaranya kabupaten/kota. Sementara 7 daerah lainnya untuk tingkat provinsi. Masing-masing Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara dan Bengkulu. “Bawaslu usul ke KPU agar menetapkan terlebih dahulu tanggal pemungutan suara, baru setelah itu membahas pra dan pasca pemungutan suara,” terangnya. Jumlah tersebut menyusut dari perhitungan yang dilakukan KPU sebelum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Pilkada diterbitkan. Sebelumnya tercatat 247 daerah habis masa jabatan kepala daerahnya di tahun 2015 dan di awal 2016. Sehingga terhadap daerah yang masa jabatan kepala daerahnya berakhir di awal 2016, KPU beranggapan tahapan pelaksanaannya dimulai tahun 2015. Sementara itu sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu akan memulai tahapan Pilkada pada Januari 2015 mendatang. Saat ini KPU provinsi tengah berkoordinasi dengan KPU pusat terkait dengan pelaksanaan tahapan Pilkada, termasuk menyiapkan bila pilkada dilakukan melalui DPRD. “Sampai sekarang kita belum menerima instruksi atau petunjuk dari KPU pusat, namun KPU baru memberikan informasi bahwa Pilkada serentak akan dilaksanakan bulan September 2015. Asumsinya, jika Pilkada bulan September, maka Januari tahapannya harus dimulai,” kata Komisioner KPU Provinsi Bengkulu, Zainan Sagiman. Untuk melaksanakan tahapan Pemilu tersebut, pihaknya tetap mengajukan anggaran sebesar Rp 120 miliar kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu. Jika Pilkada dilakukan melalui DPRD, maka anggaran tersebut akan dikembalikan ke Pemerintah Daerah. “Informasinya apakah menggunakan UU Pilkada lewat DPRD atau Perppu Pilkada langsung, itu Januari baru bisa ditentukan. Untuk itu, kita akan menyiapkan kemungkinan kedua dari dasar pelaksanaan Pilkada tersebut. Jika nanti diputuskan Pilkada langsung, maka kita sudah melakuakn tahapan, jika melalui DPRD ya tahapan itu kita batalkan dan anggaran kita kembalikan ke kas daerah,” paparnya. Terkait jumlah Kepala Daerah di Provinsi Bengkulu yang akan dipilih, Zainan mengaku setidanya ada 7 kepala daerah, yakni pemilihan Gubernur Bengkulu, Bupati Mukomuko, Bupati Kepahiang, Bupati Lebong, Bupati Rejang Lebong, Bupati Seluma dan Bupati Bengkulu Selatan.(gir/jpnn)  More...

RIO-LEKRA DEMO PN-TERSANGKAKAN GUB (2)
Jumat, 24/10/2014 - 10:33 WIB

Staf Gub Bantah Tuduhan Darmawi

BENGKULU, BE - Pasca persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu yang menghadirkan Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah SAg MPd, sebagai saksi, muncul demo mahasiswa yang mengatasnamakan Lembaga kedaulatan Rakyat (Lekra), kemarin (23/10). Puluhan mahasiswa tersebut mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu sembari membawa replika keranda mayat. Mereka mengaku kecewa dengan penegak hukum yang berlarut-larut menangani kasus korupsi honor Rumah Sakit M Yunus (RSMY). Mereka mendesak gubernur dijadikan tersangka. Pantauan BE, demo tersebut hanya berlangsung selama 1 jam, yang dimulai dari 10.00-11.00 WIB. “Kasus ini sudah berlarut-larut hingga saat ini belum juga terselesaikan,” ujar Koordinator Aksi, Arafik M Top. Dalam orasinya, Arafik menuding  gubernur orang yang paling bertanggung jawab atas pencairan dana yang menyebabkan kerugian negara hingga mencapai Rp 5,6 miliar tersebut. “Kami minta kepada aparatur hukum segera menetapkan Junaidi sebagai tersangka. Sebab pencairan honorarium tim dewan pembina RSMY, didasarkan atas SK Z.17.XXXVIII yang ditanda tangani oleh gubernur padahal SK tersebut bertentangan dengan Permendagri nomor 61 tahun 2007,” imbuh Arafik. Bantah Terima Honor Di bagian lain, setelah Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah SAg MPd membantah menerima honor Tim Dewan Pembina RSUD M Yunus Bengkulu di persidangkan Rabu (22/10) kemarin, kini giliran salah seorang staf Gubernur Bengkulu, Elvi Kustiawati SH juga membantah menerima honor untuk gubernur tersebut. Bantahan ini terkait dengan pernyataan mantan Staf Keuangan RSMY, Darmawi yang menyatakan bahwa honor untuk Gubernur tersebut diberikannya langsung kepada Elvi Kustiwati agar diberikan kepada Gubernur. “Bagiamana mau terima uang, saya sama sekali tidak kenal dengan Pak Darmawi dan saya belum pernah bertemu dengan dia. Saya kenal dia setelah kasus RSMY ini mencuat sekitar akhir 2012 lalu,”  bantah Elvi saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Elvi juga mengaku bahwa sebelumnya ia belum pernah melihat SK Tim Pembina RSMY yang di dalamnya ada nama Gubernur Junaidi tersebut. Diakuinya, SK itu baru diketahuinya juga setelah kasus itu naik ke permukaan. “Saya tidak pernah terima honor Dewan Pembina itu. SK-nya saya tengok dan tahu setelah kasus itu muncul. Komunikasi via telepon pun tidak pernah dengan Pak Darmawi,” terangnya. Diakuinya, ia memang diberikan surat kuasa oleh Gubernur Junaidi untuk menerima honor Gubernur mulai sejak 3 Januari 2013, sedangkan honor yang dipermasalahkan adalah dari 2010-2012. “Saya diberi kuasa untuk menerima honor beliau (Gubernur,red) itu mulai 3 Januari 2013. Surat kuasa itu, untuk saya menerima semua honor Pak Gubernur, termasuk dari rumah sakit kalau ada. Tapi tidak pernah ada homor dari rumah sakit apa lagi dari Pak Darmawai,” tolaknya. Menurutnya, honor untuk Gubernur yang diterima itu, seperti honor dari berbagai kegiatan yang memang sudah dianggarkan dalam APBD Provinsi Bengkulu. Sedangkan gaji bulannya, langsung masuk ke tabungannya. Karena tidak pernah menerima, namun disebut-sebut sebagai penerima, ia pun menyatakan kebaratannya atas hal tersebut. “Sangat keberatan sekali, bahkan saya sudah diperiksa di Tipikor Polda sebagai saksi sebanyak 4 kali, terkahir saya dipertemukan dengan Darmawi. Dalam pemeriksaan itu saya sudah mengaku bahwa saya tidak pernah menerima uang dari rumah sakit atau dari dari Darmawi, tapi dia (Darmawi,red) mengatakan dia antarkan uang sama saya dan tanda tangan, tapi kenyataannya memang tidak pernah,” ungkapnya. Terkait keterlibatan staf gubernur lain, Elvi mengaku tidak mengetahuinya. Namun ia menegaskan, sebelum ia menerima surat kuasa dari gubernur untuk menerika honor, yang menjadi staf gubernur dan menerima honor adalah Fitrawan Hendriadi yang saat ini bertugas sebagai staf Wakil Gubernur, Sultan B Najamudin. “Saya siap menjelaskan ini di pengadilan jika ada panggilan, tapi sampai sekarang belum pemanggilan,” tukasnya. Sementara itu, staf yang juga disebut-sebut sebagai penerima honor untuk gubernur tersebut, Fitrawan Hendriadi saat BE mendatangi tempatnya tugasnya kemarin sedang tidak berada di tempat. Rekan kerjanya pun memberikan keterangan bahwa Fitrawan tidak masuk kerja, karena ada urusan keluarga. “Dia tidak masuk, karena ada urusan keluarga yang tidak bisa ia tinggalkan,” kata salah satu staf Wagub.(400/135)  More...

054839_486004_Tes_CPNS_CAT
Jumat, 24/10/2014 - 10:25 WIB

Tes CPNS Sesi Terakhir Tak Diumumkan?

BENGKULU, BE – Pelaksanaan tes CPNS yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bengkulu, hingga hari ke 4 kemarin (23/10) tetap berjalan lancar tanpa kendala. Hanya panitia tidak mengumumkan hasil untuk sesi terakhir yang beru selesai sekitar pukul 17.00 WIB sore kemarin. Tidak diumumkannya nilai peserta untuk sesi terakhir inipun dipertanyakan oleh peserta, pasalnya pada hari-hari sebelumnya Panitia selalu mengumumkan hasil tes dari sesi pertama hingga sesi terakhir. Namun hasil tes hari ke 4 kemarin, yang diumumkan hanya sesi pertama hingga sesi ke-4. Hingga pukul 18.30 WIB sore kemarin, nilai yang diperoleh peserta itu pun tak kunjung ditempel di kaca pengumuman. Sedangkan panitia sudah tidak tampak lagi di lokasi tes, yang ada hanya beberapa Satpol PP yang masih berjaga-jaga. “Kelihatannya tidak diumumkan hari ini nilai untuk sesi terakhir, karena biasanya paling lambat pukul 17.30 WIB sudah diumumkan,” kata salah satu salah seorang peserta. Salah seorang Panitia, Unang, saat dihubungi BE mengatakan ia tidak mengetahui apakah sudah ditempel atau tidak, karena ia mengaku bukan dirinya yang bertugas  menempel atau mengumumkan hasil tersebut. “Saya tidak tahu, itu tugasnya Majulo (anggota paniti lainnya,red), tapi dia tadi izin katanya ada musibah,”  ungkapnya. Unang pun tak mengetahui siapa yang bertugas mengumumkan hasil tersebut, setelah Majulo tidak berada di lokasi tes. “Saya tidak tahu, mungkin saja masih diprint sehingga belum diumumkan dikaca pengumuman,” tukasnya. Dikonfirmasi, Kepala BKD Provinsi Bengkulu, Tarmizi BSc SSos mengatakan semua nilai sudah diumumkan, tapi lokasinya memang jauh sebelah ujung dari tenda kedua. Diduga peserta banyak yang tidak mengetahuinya, karena tempel menempelnya terpisah dengan sebelumnya. “Kata siapa tidak diumumkan, tadi sudah semua. Tempatnya di sebelah ujung tenda kedua, karena disebelah depan semuanya sudah penuh,” terangnya. Diakui Tarmizi, pihaknya tidak berlama-lama menahan hasil tersebut, diperkirakan sekitar 2 menit ketika selesai langsung diumumkan. “Kami tidak pernah lama-lama, paling lama 2 menit langsung ditempel. Jadi tidak benar kalau dikatakan tidak ditempel,” bantahnya. Ditegaskannya, pihaknya sudah berkomitmen membuka hasil tes selebar-lebarnya untuk menghindari adanya kecurangan, karena itu tidak mungkin pihaknya tidak mengumumkan hasil. “Dari awal kami kan sudah komitmen melaksanakan tes CPNS bersih, jadi tidak masuk akal kalau kami tidak mengumumkan hasilnya,” ujarnya. Adapun hasil tes dari sesi pertama hingga sei 4, yakni sesi 1 diikuti 143 peserta dan yang sebanyak 58 peserta, Sesi 2 diikuti  137 peserta dan lulus passing grade 46 orang, sesi 3 diikuti 134, yang lulus 55 orang, dan sesi 4 iikuti 141 peserta dan dinyatakan lulus passing grade 51 orang.(400) 5 Besar Peserta yang Lulus Passing Grade Hari ke-4 Sesi I No     Nama             TKW     TIU     TKP     Jumlah 1.    Eriana Ade Puti     115     120     156     391 2.     Berniadi         90    125     162     377 3.     Novi Elza Susanti     100     130     142     372 4.     Riyenti Nuhar         115     95     145     355 5.     Irawati         120     75     155     350 Sesi II 1.     Dwi Susanto         100     125     158     383 2.     Siti Khodijah Novianti     110     110     155     375 3.     Widya Eka Putri     95     120     156     371 4.     Sri Wahyuni         110     100     154     364 5.     Mercyus Xaverius     90     110     158     358 Sesi III 1.     Juli Antono         125     135     155     415 2.     Harwindah         115     120     153     388 3.     Nita Anggraini         95     105     166     366 4.     Depry Tri Saputra     100     115     144     359 5.     Yetty Trisnayanti     105     90     161     356 Sesi IV 1.     Dima Fajar Bayu Santoso 105     110     143     358 2.     Jhonie Jayahadi Putra     105     95     155     355 3.     Risma Armalia         95     110     149     354 4.     Nina Estgerina Ginting     95     100     158     353 5.     Vander Marlianto     100     115     138     353  More...

8403_6878_oke-FOTO-BOKS-1
Jumat, 24/10/2014 - 10:16 WIB

Semula Ngojek, Kini Punya Dua Rumah dan Mobil

Cerita di Balik Sukses Para Pedagang Batu Bacan di Ternate Melambungnya harga batu bacan dan obi telah mengangkat perekonomian masyarakat Ternate, Maluku Utara. Banyak yang beralih profesi menjadi pedagang batu tiban itu karena untungnya besar. *** Meski masih pagi, aktivitas di Taman Dodoko Ali, Ternate, hari itu sudah ramai. Sejumlah warga mengerumuni lapak-lapak yang memanjang di Jalan Sultan Djabir Syah tersebut. Terdapat kurang lebih 50 lapak penjual batu di kawasan itu. Taman tersebut menjadi salah satu pusat perdagangan batu yang tiba-tiba ramai jadi pembicaraan masyarakat setempat dan wisatawan domestik. Menurut Zaenal Sudirman, salah seorang pedagang, sejak ditemukannya tambang batu di Taman Dodoko Ali, batu bacan dan obi banyak dicari orang. Apalagi setelah tersiar kabar bahwa pada 2010 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan cenderamata kepada Presiden AS Barack Obama berupa cincin batu bacan. Batu bacan adalah jenis batu permata asli Indonesia. Batu yang punya varian warna biru muda serta hijau tua itu ditambang di Pulau Bacan dan Pulau Kasiruta. Batu bernama Latin chrysoprase chalcedony tersebut dijual dengan harga ratusan ribu sampai ratusan juta rupiah. Sedangkan obi adalah batu mulia yang hanya terdapat di Pulau Obi, Maluku Utara. ”Saya biasa beli bongkahan batu bacan dan obi dari penambang langganan saya karena harganya lebih murah daripada yang sudah dibentuk,” ujar Zaenal ketika ditemui Jawa Pos di Taman Dodoko Ali Sabtu lalu (18/10). Meski baru membuka lapak pertengahan tahun lalu, sejak 2009 Zaenal telah berjualan batu bacan dan obi. Pria berusia 40 tahun itu biasa menjual batu-batu mulia yang sudah dibentuk tersebut lewat koneksinya di Jakarta. Sebelum menjadi penjual batu hias, Zaenal berprofesi sebagai wartawan di salah satu surat kabar di Ternate. Dia terpaksa meninggalkan pekerjaan lamanya setelah harga batu bacan dan obi melambung tinggi. ”Kalau dihitung-hitung, memang lebih untung jualan batu daripada jadi wartawan. Sehari bisa dapat Rp 500 ribu sampai Rp 5 juta. Kalau dapat bacan bagus, bisa sampai Rp 10 juta,” ungkap Zaenal. Tak cuma mengandalkan penambang langganannya, terkadang Zaenal juga menerima dagangan dari para penambang lain yang datang. ”Kalau dari mereka biasanya saya tawar dengan harga yang lebih murah dibanding dagangan dari penambang langganan,” tambahnya. Setali tiga uang dengan Zaenal, Hamidah dan suaminya, Anwarudin, merasakan untung ’’besar’’ dari profesi jualan batu bacan dan obi di Taman Dodoko Ali. Kehidupan keluarga Hamidah kini jauh lebih baik setelah fokus berjualan batu-batu mulia tersebut pada 2012. Dari dua lapak jualannya, Hamidah dan Anwarudin mampu membeli sebuah rumah lagi, tiga sepeda motor, serta sebuah mobil. Padahal, sebelum menjadi pedagang batu bacan dan obi, Anwarudin ’’hanya’’ berkerja sebagai tukang ojek di Pasar Gamalama yang penghasilannya tidak tentu. ’’Batu bacan paling laku di sini. Karena itu, makin banyak orang yang berjualan dan mencari. Padahal, pada 2012 hanya ada sekitar sepuluh pedagang,’’ ujar perempuan 56 tahun itu. Kini dari dua lapaknya Hamidah yang juga mengajak serta dua anaknya berjualan di Taman Dodoko Ali tersebut mampu mendapat penghasilan rata-rata Rp 10 juta setiap hari. Selain membuka lapak, dia mengirim dagangannya ke Jakarta, Jogja, dan Surabaya. Seorang pengunjung ’’pasar tiban’’ Taman Dodoko Ali yang mengaku bernama Munawir Mujib menyatakan kualitas batu bacan di situ sangat bagus. ’’Tapi, mencarinya gampang-gampang susah. Kalau kurang cermat, bisa tertipu. Saya pernah mengalami,’’ ujar Munawir yang kini mengoleksi 30 batu bacan. Suatu hari, Munawir mendapat batu bacan jenis Doko yang konon berkualitas super. Batu seukuran kuku tangan itu ditawarkan kepada Munawir seharga Rp 5 juta. ’’Setelah saya beli, teman saya bilang bahwa itu bukan batu bacan Doko,’’ kenangnya. Dari kejadian tersebut, Munawir kini sangat berhati-hati ketika berbelanja batu di Taman Dodoko Ali. Setelah belajar dari banyak pengalaman, pengusaha 32 tahun itu tidak pernah tertipu lagi. Menurut pengamat sosial dari Universitas Negeri Khairun Ternate Asmar Haji Daud, mitoslah yang melambungkan harga batu bacan Ternate. Termasuk cerita Barack Obama yang memakai batu bacan pemberian SBY di jarinya yang sulit dibuktikan kebenarannya. ’’Kalau tidak salah, itu bukan batu bacan, melainkan batu giok Garut yang warnanya mirip giok Tiongkok. Namun, opini pasar sengaja dibentuk untuk mengangkat harga batu bacan. Karena itu, harga bacan sekarang tidak terkendali dan luar biasa mahal,’’ tuturnya. Asmar sebagai warga asal Pulau Bacan yang kala muda sering membantu ayahnya menambang batu mengungkapkan, pada 80–90-an, batu bacan tidak berharga. Tidak seperti sekarang, batu bacan seukuran kuku tangan, jika sudah mengkristal dan berwarna cerah, bisa dihargai Rp 2 juta sampai Rp 3 juta. Asmar menjelaskan, Ternate mempunyai posisi penting dalam perdagangan batu bacan. Para penambang dari Pulau Bacan serta Pulau Kasiruta biasanya mampir di Ternate sebelum terbang ke Pulau Jawa. Sebab, Bandara Sultan Babullah di Ternate merupakan satu-satunya akses udara ke Jawa. Dalam persinggahan di Ternate itulah, ada beberapa penambang yang menurunkan batu bacan mereka. Dari situlah kemudian muncul ’’pasar tiban’’ di Taman Dodoko Ali tersebut. ’’Tapi, kalau bicara aspek ekonomi, batu bacan jelas mengangkat ekonomi masyarakat. Yang semula menjadi tukang ojek, pedagang pasar, atau kuli angkut, derajat sosial ekonominya naik setelah menjadi penjual batu bacan. Penghasilan mereka bisa jutaan sehari,’’ ucap Asmar. Sementara itu, Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman menyatakan, batu bacan, meski bukan tambang asli Ternate, sukses mengangkat harkat hidup masyarakat Ternate. Meski belum ada angka pasti kenaikan pendapatan rata-rata warganya, dia sudah mendapat banyak cerita soal kisah sukses mereka yang berjualan batu bacan. ’’Banyak yang sampai bisa naik haji gara-gara jualan batu bacan. Ini membuka mata bahwa komoditas batu bacan bernilai tinggi. Saya ikut senang kalau perekonomian Ternate terangkat,’’ ucap Haji Bur, panggilan Burhan Abdurrahman. Untuk penataan ’’pasar tiban’’ di kawasan Taman Dodoko Ali, pemerintah Ternate berjanji segera bergerak. Tahun depan para penjual batu bacan dan obi dilokalisasi dalam satu tempat yang lebih layak. ’’Potensi pasar batu bacan dan obi, jika digarap serius, bisa meningkatkan ekonomi serta kunjungan pariwisata ke Ternate,’’ tandasnya. (*/c5/ari)  More...

IMG-20141022-02095
Kamis, 23/10/2014 - 12:16 WIB

Suami Ditusuk, Istri Dipukuli, Anak Disandera

Keganasan 5 Perampok Bersenpi di PUT PUT BE  – Puluhan warga transmigrasi di Desa Karang Baru, Padang Ulak Tanding (PUT), Rejang Lebong, Rabu (22/10) pagi heboh, karena Sutiono (45), salah satu warga setempat, menjadi korban perampokan. Perampok yang berjumlah 5 orang itu menyambangi warung korban sekira pukul 08.30 WIB. Dalam aksinya, pelaku mengancam korban menggunakan senjata api (senpi) serta senjata tajam dan berhasil mengambil barang-barang berharga milik korban. Korban juga mengalami luka tusuk di bagian pinggul bagian belakang dan masih dirawat di rumah sakit di Kota Lubuklinggau, Sumsel. Sedangkan Istri korban mengalami sejumlah luka lebam. Kapolres RL, AKBP Edi Suroso SH melalui Lakhar Polsek PUT, Ipda Djarkoni mengatakan, peristiwa bermula saat korban sedang menjaga warung miliknya sambil mengasuh anak yang berusia 3 tahun. Sesaat kemudian, datang 5 pria tidak dikenal menggunakan 2 unit motor jenis Revo dan Ferza ke warung korban. Pelaku lalu membeli bensin di warung korban. Setelah diisi, salah satu pelaku langsung memberikan uang pembayaran senilai Rp. 100 ribu kepada korban. Korban menerima uang tersebut dan berencana mengambil kembalian uang. Saat itulah, 1 orang pelaku menendang korban di teras hingga korban terjatuh bersama anaknya yang sedang digendong . Pelaku langsung menodongkan senjata api ke arah korban yang terjatuh. Tidak tinggal diam, korban berupaya melawan. Namun, pelaku lainnya langsung menghampiri korban dan menusuk korban menggunakan senjata tajam jenis pisau di bagian pantat korban. Tidak hanya itu, korban yang sudah tidak berdaya langsung disiram bensin oleh pelaku dan diikat menggunakan karet ban. Sementara, pelaku lainnya langsung mengambil anak korban dan menodongkan pisau ke anak korban sembari berteriak meminta korban segera menunjukkan tempat penyimpanan barang-barang berharga milik korban. Tak berdaya, korban lantas memberitahu tempat penyimpanan uang miliknya. Saat itulah, kedua pelaku lain langsung menggeledah isi rumah korban. Disaat bersamaan, Istri korban tiba di rumah usai mandi dan mencuci di sungai tak jauh dari rumah. Istri korban yang kaget melihat peristiwa tersebut langsung dipukuli oleh pelaku dan diancam menggunakan pisau. Sementara, pelaku lainnya terus mengambil barang-barang milik korban dan langsung kabur meninggalkan korban. “Dalam aksinya, pelaku berhasil mengambil  1 unit motor jenis Honda Revo milik korban, uang tunai Rp 3 juta, 2 unit handphone, pisau , keris serta surat-surat berharga yang berada di dalam lemari rumah,” tegas Djarkoni. Sementara itu, petugas dari Mapolsek PUT, pasca mendapat informasi langsung meluncur ke lokasi. Petugas telah melakukan olah TKP dan mengambil keterangan korban. “Sedangkan, petugas lainnya sedang dalam pengejaran para pelaku sesuai dengan ciri-ciri yang diberikan oleh korban.(222)  More...

                        
DENDI - Inilah ruang Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu yang menjadi rebutan bagi anggota dewan (2)

Ketika Komisi III DPRD Provinsi Menjadi Rebutan

Komisi “Basah” Membidangi Pembangunan Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu menjadi rebutan bagi 45 anggota DPRD Provinsi Bengkulu. Hampir semua fraksi mengirimkan anggotanya untuk duduk di Komisi III ini, tak ayal komisi ini pun menjadi komisi paling buncit dengan jumlah anggota mencapai 14 orang. Sementara komisi lainnya cenderung jauh lebih sedikit, seperti anggota komisi I hanya 8 orang, komisi II juga 8 orang, dan komisi IV beranggotakan 11 dewan. ====================== DENDI SUPRIADI, Kota Bengkulu ====================== ADA yang menarik dalam Rapat Paripurna pembentukan dan pengesahan alat kelengkapan dewan yang digelar Kamis (16/10) lalu, yakni hampir semua fraksi di DPRD Provinsi Bengkulu mendudukkan sebagian anggotanya di komisi III. Kondisi inipun membuat komisi III timpang dibandingkan dengan komisi-komisi lainnya. Berdasarkan penelusuran BE, kemarin, komisi ini menjadi rebutan lantaran dinilai komisi yang paling “Basah” dibandingkan dengan komisi lain, karena Komisi III ini bermitra dengan dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi, Dinas ESDM, Bappeda, Balitbang, Biro Pembangunan, Biro Umum, seluruh perusahaan penerbangan, PT Pelindo II cabang Bengkulu, investor pertambangan dan sejumlah SKPD dan pihak swasta lainnya. Hanya saja saat dikonfirmasi, Ketua Komisi III H Yurman Hamedi membantah komisi III menjadi rebutan anggota dewan dikarenakan komisi “basah” sehingga anggotanya bisa bermain untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan golongan. Yurman justru mengungkapkan, penyebab Komisi III laris manis dikarenakan membidang pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, bukan dikarenakan faktor lain-lain. “Kami inikan dikirim oleh rakyat untuk memperjuangkan kebutuhannya, seperti pembangunan dan perbaikan jalan dan sejumlah infrastruktur lainnya. Jika kami bergabung dengan komisi lain, maka kebutuhan rakyat pun sulit diperjuangkan,” aku Yurman yang juga ketua Gapabara Provinsi Bengkulu ini. Dikatannya, saat mencalonkan diri sebagai anggota dewan lain, sebagian besar anggota dewan sudah menjanjikan instrastruktur kepada rakyat. Janji tersebut tentu selalu ditunggu masyarakat kapan akan direalisasikan. Dengan bergabung di Komisi III, ia menilai akan lebih mudah mengusul dan menganggarkan sejumlah pembangunan untuk rakyat. “Kalau berbicara masalah kebutuhan dan keinginan masyarakat, jelas Komisi III tempatnya,” ujar politisi PAN Dapil Bengkulu Utara dan Benteng ini. Senada juga disampaikan anggota Komisi III lainnya, Arsop Dewana SE. Ia mengaku tidak ingin mengecewakan konstituennya yang telah memilihnya untuk menjadi anggota dewan. Karena tidak bisa dipungkiri, bahwa pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat di daerah pemilihannya. “Saya tidak memikir komisi III ini basah atau kering, saya hanya ingin memperjuangkan aspirasi rakyat Provinsi Bengkulu. Saya melihat Komisi III ini membidangi pembangunan karena bermitra dengan Dinas PU dan Bappeda, maka sayapun memilih untuk masuk ke komisi ini,” ungkapnya. Setelah bergabung ke Komisi III, ia pun optimis bisa memperjuangkan konstituennya, meskipun di dalamnya banyak politisi senior yang cukup vokal, seperti Ketua Komisi Yurman Hamedi, Politisi Demokrat Firdaus Djailani, dan sejumlah politisi lainnya yang berani banting meja jika usulannya ditolak. “Rakyat sudah menggantungkan harapan yang begitu besar diatas pundak saya, maka saya akan memperjuangkan aspirasi masyarakat semaksimal mungkin, karena jabatan ini adalah amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan kepada tuhan dan rakyat,” paparnya. Tidak mau membuang-buang waktu, saat pembahasan APBD 2015 pada November atau Desember mendatang, politisi Hanura inipun akan langsung mengusulkan keinginannya masyarakatnya kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu. Ia pun berharap apa yang diusulkannya akan dikabulkan, meskipun secara bertahap.(**)  More...

FKPD Bersatu Kawal SDN 62

BENGKULU, BE – Konflik mengenai lahan SDN 62 Kota Bengkulu mulai menemukan titik terang. Kemarin, seluruh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Bengkulu menemukan kata mufakat untuk bersama-sama mengawal seluruh proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah yang terletak di Jalan Dempo Gang Rukun Nomor 39 (Lorong Butai ) Kelurahan Sawah Lebar tersebut. Seluruh perwakilan dari Pemerintah Kota, DPRD Kota, Kepolisian, TNI, Kejaksaan, Lanal AL dan anggota FKPD lainnya menemukan kata mufakat tersebut dalam sebuah pertemuan yang digagas Walikota H Helmi Hasan SE mengenai sengketa lahan ini di Kantor Walikota. Seluruh peserta yang hadir satu suara mengenai pentingnya menghormati dan menghargai proses hukum yang saat ini sedang berjalan, terutama yang akan digelar di Pengadilan Negeri pada Selasa, tanggal 28 Oktober 2014 nanti. Diwawancarai usai pertemuan, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bengkulu, Hayadi SH MH, mengatakan, mereka menerbitkan sertifikat lahan Atiyah berdasarkan data-data yang ada pada mereka. Ia pun menyatakan siap untuk memberikan semua keterangan yang diperlukan oleh Majelis Hakim dalam persidangan yang akan digelar di Pengadilan Negeri Bengkulu. “Biarkan Pengadilan nanti yang bekerja,” kata Hayadi. Sementara Walikota H Helmi Hasan SE kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota untuk membayar penuh tuntutan ganti rugi yang disampaikan oleh warga yang mengaku sebagai ahli waris lahan tersebut. Namun, komitmen tersebut akan dilaksanakan setelah adanya keputusan tetap dari Pengadilan Negeri. “Kita sejak awal memang tidak ingin menzalami warga. Mengenai ganti rugi, mari kita serahkan kepada proses hukum. Yang paling penting dunia pendidikan kita tidak boleh diganggu oleh siapapun. Kalau pemenang di Pengadilan nanti misalnya keluarga Atiyah, maka nanti kita akan serahkan semua biaya yang memang harus kita bayar. Namun bila sebaliknya, kita pun meminta agar seluruh keluarga besar Atiyah dapat menghormati keputusan tersebut,” tegasnya. Pantuan jurnalis, forum ini diawali dengan pemaparan BPN Kota Bengkulu mengenai riwayat hingga diterbitknya sertifikat Atiyah. Menurut BPN, sertifikat tersebut diterbitkan karena sejak awal dikelola Saringah, ibu angkat Atiyah, pada sekitar tahun 1964, tidak ada pihak lain yang mengkomplain kepemilikan Saringah. Sedangkan keterangan dari pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu menyebutkan bahwa sekalipun Atiyah merupakan anak angkat, namun Atiyah belum dapat dikatakan sebagai ahli waris. Namun tetap berhak mendapatkan warisan setelah mendapatkan ketetapan hukum dari Pengadilan Agama. Sementara proses hukum di Polres Bengkulu masih terus berjalan. Dipastikan, dalam waktu dekat kepolisian akan mengambil tindakan hukum terkait dugaan pelanggaran yang terjadi hingga proses sertifikat lahan SDN 62 Kota Bengkulu diterbitkan. (009)  More...

RIO-DEWAN KOTA SIDAK PERUMAHAN AZAHARA KONFLIK LOKASI TABAT DENGAN BENTENG (1)

Rangkul Warga Masyarakat, Komisi I Sidak Sengketa Tata Batas

BENGKULU, BE - Kesal lantaran tak dilibatkan dalam pembahasan tata batas antara Kota Bengkulu dan Bengkulu Tengah (Benteng), warga di RT 22 RW 3 Kelurahan Beringin Permai menghancurkan patok yang telah dipasang oleh pemerintah.  Mereka meminta agar puluhan warga yang berada di kawasan Perumahan Umum Griya Azzahra Permai tersebut tetap masuk sebagai warga Kota Bengkulu. Hal ini terungkap dalam inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Komisi I DPRD Kota Bengkulu di kawasan tersebut, kemarin. “Pokoknya kami tidak mau masuk ke wilayah Benteng. Dari sejak awal status kami sudah sebagai warga Kota Bengkulu. Kami bayar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) dan mengurus sertifikat tanah di BPN Kota Bengkulu. Makanya patok batas itu kami hancurkan. Ada 60 rumah yang di masukkan ke Benteng setelah patok ini dibuat dan semua mengajukan keberatan yang sama,” kata  Mistani, warga setempat. Kepada para anggota dewan yang hadir, Mistani bersama puluhan warga yang mengikuti sidak tersebut meminta agar para legislator dapat menyelesaikan sengketa ini. Ia bersama warga lainnya mengancam memboikot membayar pajak dan cicilan rumah kepada KPN Muara Bangkahulu bila tetap dipaksakan masuk dalam administrasi Pemerintah Kabupaten Benteng. Mereka pun telah mendirikan posko penolakan masuk ke wilayah Benteng di kawasan tersebut. “Kami juga akan menuntut kepada BPN (Badan Pertanahan Nasional) untuk mengeluarkan sertifikat tanah yang telah warga ajukan sejak lama. Karena separuh dari warga kami sertifikat tanah kami ditahan oleh BPN karena sengketa ini. Kalau perlu kami siap tanda tangan darah hingga tuntutan ini terealisasi,” ketusnya. Sementara itu, rombongan Komisi I DPRD Kota Bengkulu yang dipimpin oleh ketuanya Hj Maghdaliansi SH MH melakukan pemeriksaan ke sejumlah titik yang disengketakan oleh warga. Mereka melakukan dialog langsung dengan warga mengenai sejumlah tuntutan warga yang menolak masuk ke dalam wilayah administrasi pemerintahan Benteng. “Kemarin kita baru mendengarkan keterangan dari bagian aset Pemerintah Kota. Tapi hari ini (kemarin, red) kita tinjau langsung bagaimana keadaannya. Dan ternyata bukan sedikit rumah yang dimasukkan dalam wilayah Benteng. Ada cukup banyak warga. Aspirasi mereka akan kami perjuangkan,” kata Maghdaliansi. Selama tidak menyalahi aturan yang ada, ia melanjutkan, dewan akan mengupayakan agar sekitar 60 warga yang terpisah dari Kota Bengkulu dapat kembali dimasukkan dalam wilayah Kota Bengkulu. Pekan depan, Komisi I DPRD Kota Bengkulu akan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang terkait dengan masalah ini. “Yang jelas kita akan duduk bersama dulu. Minggu depan semua pihak pemerintah yang terkait bersama pengembangan perumahan, warga dan advokat yang menangani masalah ini akan kita undang. Kami berupaya agar masalah ini lekas diselesaikan karena sengketa ini berlangsung sudah cukup lama,” ujarnya. Keberatan masyarakat tertuang dalam surat keberatan yang diajukan oleh warga kepada Gubernur Bengkulu tertanggal 16 September 2014. Penyampaian keberatan tersebut diperkuat dengan adanya surat dari kuasa hukum warga, Hendri Awansyah SH, yang tidak hanya diajukan kepada Gubernur, namun juga kepada Walikota Bengkulu, Bupati Benteng dan DPRD Kota Bengkulu. Diantara alasan keberatan warga adalah asal muasal tanah, Surat Keputusan Walikota Nomor 253 Tahun 2007 tentang Izin Lokasi yang menyatakan Wilayah Perumahan Griya Azzahra Permai, surat adat, serta sejumlah bukti hukum lainnya. Bersama rombongan Komisi I DPRD Kota, ikut serta Kepala Camat Muara Bangkahulu Fajar S Hutabarat dan Lurah Bentiring Permai Syaifudin Suhri SH. (009/prw)  More...

PLN Pecahkan 2 Rekor MURI

AKSI Corporate Social Responsibility (CSR) PT PLN, berhasil memecahkan dua rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) yang diadakan di Depok, Rabu (22/10). Acara ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Listrik Nasional ke-69, selain melakukan program peningkatan kualitas kesehatan rakyat. Penghargaan ini diberikan oleh Wakil MURI, Usman kepada Sekretaris Perusahaan PLN, Adi Supriono atas tercatatnya rekor MURI untuk ‘Pemeriksaan Gigi Pelajar Secara Serentak Terbanyak’ dengan jumlah 3.094 pelajar. Serta ‘Penambalan Gigi Pelajar Secara Serentak Terbanyak’ dengan jumlah 1.629 pelajar. Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail dalam sambutan mengucapkan terima kasih atas kepedulian PLN. “Terimakasih pada PLN sudah mengalokasikan dana CSR untuk peningkatan kesehatan, khususnya kesehatan mulut dan gigi di Depok,” ucap Nur. Sementara Komisaris Utama PT PLN, Yogo Pratomo mengatakan program ini merupakan apresiasi PLN kepada pelajar untuk suksesnya penyelenggaraan pendidikan di Depok. “Ini adalah upaya PLN mendekatkan diri kepada masyarakat dan menyehatkan kehidupan bangsa. Terimakasih pada semua pihak yang sudah membantu,” serunya. Pemecahan rekor ini dilaksanakan di sembilan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah di Kelurahan Krukut dan Kelurahan Grogol Depok secara serempak dalam waktu yang ditentukan, mulai dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB siang, yang didukung oleh relawan sebanyak 167 orang terdiri dari 97 dokter gigi dan 70 tim medis. (jpnn)  More...

Junaidi Hamsyah

SKPD Diminta Dekati Menteri

BENGKULU, BE – Meski Prsiden  RI, Ir H Joko Widodo belum mengumumkan para menterinya, namun Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah telah mengintruksikan agar para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mendekati para menterinya masing-masing. Menurut Junaidi, Bengkulu merupakan provinsi masih tertinggal dibandingkan dengan provinsi lain, sehingga tidak ada cara lain agar mendapatkan anggaran dari APBN untuk membangun Bengkulu, kecuali dengan mendekati para menteri. “Saya minta ketika menteri sudah diumumkan dan dilantik nanti, semua Kepala SKPD akan mendekati menterinya masing-masing, seperti Dishubkominfo mendekati Menteri Perhubungan dan Menteri Komunikasi dan Informasi. Bila perlu buatkan kartu ucapan, kirim ke menteri tersebut agar dia ingat dengan Bengkulu,” pinta Junaidi. Menurutnya, pendekatan lebih awal dinilai langkah yang tepat untuk mendapatkan perhatian lebih, apalagi Bengkulu sudah mengajukan proposal pembangunan senilai Rp 8,3 triliun saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) beberapa lalu. “Jika tidak kita dekati dari awal, ya keburu daerah yang mendapatkan perhatiannya dan ini akan merugikan Bengkulu,” ujarnya. Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Arsop Dewana SE setuju dengan langkah gubernur memerintahkan jajarannya untuk mendekatkan diri kepada menteri kabinet Jokowi tersebut.  Pasalnya, ia menilai, jika pendekatan tidak dilakukan sedini mungkin, kemungkinan besar Bengkulu akan luput dari perhatian pemerintah pusat. Hal itu dikarenakan jaringan Pemerintah Provinsi Bengkulu kepada pemerintah pusatnya, diakuinya sangat lemah. Ini terbukti sejumlah proposal yang diajukan belum ada yang diakomodir oleh pemerintah pusat. “Memang harus dekatkan diri sejak awal, karena kalau kita hanya mengandalkan kepala dan wakil kepala daerah, maka kita kesulitan. Buktinya Bengkulu sudah menjadi tuan rumah HPN dan telah menguras APBD lebih dari Rp 40 miliar, sampai sekarang apa yang didapat oleh Bengkulu,” ungkapnya. Selain Pemerintah Provinsi Bengkulu, ia juga meminta 8 orang anggota DPR dan DPD RI Dapil Provinsi Bengkulu untuk ikut memperjuangkan aspirasi masyarakat Bengkulu di tingkat nasional.  Karena ia mengaku beberapa periode belakangan ini belum ada anggota DPR RI yang mampu mengelontorkan APBN dalam jumlah besar untuk Bengkulu. “Masyarakat membutuhkan perjuangan pemerintah dan para wakilnya, baik di tingkat provinsi maupun di RI. Karena kami sebagai perpanjangan tangan masyarakat juga meminta kepada legislator asal Bengkulu untuk memperjuangkan Bengkulu,” pintanya. (400)  More...

Hasil Final Drawing Grup Liga Champions 2012 2013

Hasil Lengkap Liga Champions Kamis Dini Hari

LIVERPOOL - Match day ketiga fase grup Liga Champions tuntas. Hasil bagus diraih sejumlah klub unggulan, namun ada juga tim kuat yang harus menuai kekalahan. Duet klub Madrid, yang juga merupakan finalis musim kemarin, Real dan Atletico, sama-sama memperoleh kemenangan besar. Real si juara bertahan, menang telak 3-0. hebatnya, itu dilakukan tim asuhan Carlo Ancelotti di kandang angkr milik Liverpool, bernama Anfield. Sementara Atletico, berpesta di kandang sendiri dengan melibas Malmo lewat skor 5-0. Hasil mengejutkan diraih Si Nyonya Tua Juventus yang tumbang 0-1 di kandang Olympiacos. Berikut hasil lengkap delapan laga yang bergulir di Grup A hingga D. (adk/jpnn) Hasil Liga Champions Kamis (23/10) Grup A Atletico Madrid 5 – 0 Malmo Pencetak gol: Koke 48′, Mandzukic 61, Griezmann 63′, D. Godin 87′, A. Cerci 90+2′ Olympiakos 1 – 0 Juventus Pencetak gol: P. Kasami 36′ Grup B Liverpool 0 – 3 Real Madrid Pencetak gol: Ronaldo 23′, Benzema 30′, 41′ Ludogorets 1 – 0 FC Basel Pencetak gol: Y. Minev 90+1′ Grup C Bayer Leverkusen 2 – 0 Zenit Pencetak gol: G. Donati 58′, K. Papadopoulos 63′ AS Monaco 0 – 0 Benfica Pencetak gol: – Grup D Anderlecht 1 – 2 Arsenal Pencetak gol: A. Najar 71′, K. Gibbs 89′, L. Podolski 90+1 Galatasaray 0 – 4 Borussia Dortmund Pencetak gol: P. Aubameyang 6′, 18, M. Reus 41′, A. Ramos 83′  More...

100-SWEET-font-b-BING-b-font-font-b-CHERRY-b-font-SEEDS-RARE-HEIRLOOM-PRUNUS

Asam Urat Minum Saja Jus Cherry

CHERRY adalah salah satu buah yang mengandung antioksidan tinggi, sumber melanin yang baik, serta makanan yang ampuh mengatasi masalah insomnia. Namun selain mengandung manfaat di atas, minum jus cherry juga bisa membantu ribuan pasien mengatasi masalah asam urat. Kondisi menyakitkan dialami satu dari 14 pria dan satu dari 35 wanita di Inggris ketika kelebihan asam urat mengkristal pada sendi, terutama jari-jari kaki. Tapi sekarang sebuah studi oleh Northumbria University menunjukkan bahwa minum konsentrat terbuat dari tart cherry Montmorency yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan dapat membantu kelebihan asam urat dari tubuh, hanya dalam beberapa jam saja. Minum jus cherry dua kali sehari menyebabkan penurunan kadar asam urat darah dan peradangan berkurang. Para ahli mengatakan penelitian ini adalah langkah pertama untuk membantu penderita asam urat meringankan kondisi penyakit mereka melalui diet. Pilihan pengobatan saat ini termasuk menjaga tekanan dari sendi yang terkena, penggunaan kompres es selama serangan dan mengkonsumsi obat-obatan anti-inflamasi. Dalam kasus ekstrim pasien menggunakan kortikosteroid. Namun obat ini juga membawa risiko efek samping termasuk masalah jantung dan masalah perut, terutama bila digunakan untuk waktu yang lama. “Studi ini jelas menunjukkan bahwa asam urat dapat mereda setelah mengkonsumsi jus cherry Montmorency,” kata peneliti Dr. Glynn Howatson, seperti dilansir laman Daily Mail, Kamis (22/10). Dalam studi, yang diterbitkan hari ini di Journal of Functional Foods, 12 relawan diberi minum jus cherry 100 ml air dua kali sehari. Selama beberapa hari berikutnya, urin dan darah mereka diuji untuk tanda peradangan dan asam urat sebelum dan setelah mengkonsumsi suplemen ceri. Para peneliti menemukan bahwa ketika partisipan minum CherryActive, maka sang cherry bertindak sebagai katalis bagi tubuh untuk menghilangkan kelebihan asam urat melalui urin. Seorang juru bicara UK Gout Masyarakat mengakui bahwa ceri Montmorency dapat membantu mengurangi kadar asam urat dalam tubuh tetapi menambahkan: “Penderita asam urat harus menemui dokter karena penyakit ini dapat dihubungkan dengan kondisi lain seperti stroke dan psoriasis ,” kata jubir UK Gout Society. (fny/jpnn)  More...

Kristen Stewart

Kristen Stewart Memutuskan Break Akting

LOS ANGELES - Kristen Stewart, 24, mengambil keputusan besar dalam karir. Stewart berencana break dari dunia akting yang ditekuni sejak usia 14 tahun tersebut. Dia ingin menantang dirinya untuk melakukan hal lain di luar akting yang masih berhubungan dengan seni. Dilansir US Weekly kemarin (23/10), Stewart mengonfirmasi keputusan itu. “Saya berhenti sementara karena saya bekerja keras di dunia film dua tahun terakhir. Saya masih muda. Banyak hal yang ingin saya lakukan selain akting,” ujar pemeran film Camp X-Ray tersebut. Keputusan itu, rupanya, dipikirkan matang oleh Stewart selama dua minggu terakhir. Dalam masa break tersebut, Stewart telah menyusun rencana untuk menghabiskan waktu di kota kelahirannya, Los Angeles. Perempuan kelahiran 9 April 1990 itu berencana membeli bangunan untuk berkreasi. Dia akan menyulap bangunan tersebut menjadi ruang kerja. Selama ini seni yang dia tekuni adalah akting. Sementara itu, Stewart berpikir bahwa akting saja tidak cukup. Dia ingin berkarya dalam bentuk seni yang lain. “Saya akan menciptakan sesuatu dengan tanganku. Mungkin membuat film pendek. Saya ingin membuat banyak hal. Saya juga sedang menulis,” ungkapnya. Stewart menyatakan tidak menyesali keputusan tersebut. Bahkan, dia merasa sedang menikmati momen paling bahagia dalam hidupnya. “Saya sangat suka bekerja keras,” tegasnya. Dia sadar keputusan itu bakal membuatnya terisolasi dari gemerlap dunia hiburan yang sudah membesarkan namanya. Meski sedikit takut membayangkannya, Stewart yakin dengan keputusan tersebut. Sebab, seni adalah sesuatu yang dia cintai.(bri/c14/jan)  More...

© 2005 - 2013 bengkuluekspress.com, All Rights Reserved