154946_555996_budi_gunawan_jpnn_foto
Sabtu, 31/01/2015 - 10:40 WIB

KPK Gagal Periksa Komjen BG

JAKARTA, BE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil ulang Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) Komjen Pol Budi Gunawan (BG) sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait transaksi-transaksi mencurigakan.”Penyidik akan panggil ulang pekan depan. Harinya belum ditentukan, secepatnya (surat panggilan) akan dikirim,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Priharsa Nugraha di gedung KPK Jakarta, Jumat (30/1). Pada Jumat kemarin seharusnya BG diperiksa KPK sebagai tersangka, namun Budi tidak memenuhi panggilan karena beralasan perkaranya tengah dalam proses praperadilan.”Pukul 10.30 WIB, ada Kombes Pol Agung Makbul mendatangi penyidik KPK untuk menyampaikan bahwa Pak BG tidak bisa hadir sebab proses praperadilan sedang berjalan. Pak Agung hadir dan menyampaikan alasan itu dengan menunjukan SPT (Surat Perintah Tugas) dari Divisi Hukum Mabes Polri,” tambah Priharsa. Namun Priharsa menyebut cara penyampaian dan alasan Budi itu tidak bisa dibenarkan. “Tata cara dianggap tidak patut, yang hadir di situ (Kombes Agung Makbul) tidak membawa kuasa dari yang bersangkutan tapi hanya membawa surat perintah tugas dari Kadiv Hukum Mabes Polri,” ungkap Priharsa. Selain itu, alasan akan menjalani gugatan praperadilan juga tidak dapat dibenarkan.”Penyidik bilang, kalau alasan itu (praperadilan) diterima, maka akan jadi preseden buruk karena tidak ada dasar hukum seseorang menolak pemeriksaan karena kasusnya sedang diproses di praperadilan,” papar Priharsa. Dia menambahkan, surat panggilan BG sudah diterima di empat tempat pengiriman surat panggilan pada Senin (26/1) lengkap dengan tanda terimanya.”Surat panggilan pertama dikirim ke Rumah Dinas STIK (Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisan) dan diterima Safriyanto, selanjutnya di kantor Lemdikpol diterima Suhardianto, kemudian di rumah pribadi yang berada di Duren Tiga diterima Hariyanto dan di Mabes Polri diterima Sripim (sekretaris pribadi pimpinan) Polri Dwi Utomo,” jelas Priharsa. Hingga saat ini sudah ada 13 orang saksi yang dipanggil KPK, namun hanya satu orang yang memenuhi panggilan yaikni Widyaiswara Utama Sekolah Pimpinan Lemdikpol Polri Irjen (Purn) Syahtria Sitepu pada 19 dan 29 Januari 2015. Sedangkan mantan Wakil Inspektorat Pengawasan Umum Mabes Polri Irjen Pol Pol Andayono yang kini menjabat Kapolda Kaltim pernah datang ke kantor KPK untuk berkonsultasi mengenai jadwal pemeriksaannya sebagai saksi. Andayono mestinya diperiksa pada 20 dan 27 Januari 2014 namun tidak memenuhi kedua panggilan tersebut.”Penyidik sudah berdiskusi dengan Kapolda Kaltim dan akan menjadwalkan pemanggilan ulang,” tegas Priharsa. Tidak hadirnya BG dalam pemeriksaan pertama tak menyurutkan niat KPK untuk tetap memanggil jenderal polisi bintang tiga tersebut. KPK menegaskan akan menjemput paksa mantan ajudan Megawati Soekarnoputri itu. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) menyayangkan ketidak hadiran BG. Pasalnya pemeriksaan tersebut merupakan kesempatan emas untuk melakukan pembelaan. “Inilah kesempatan emas bagi BG untuk menjelaskan segala alibi yang ada pada dirinya dengan menunjukan bukti-bukti authentik guna meng-counter seluruh sangkaan seperti tersebut dalam sprindik,” ujar BW di gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/1). Dia menjelaskan BG seorang penegak hukum, kehormatan penegak hukum patuh terhadap aturan yang berlaku berdasar undang-undang.”Kami percaya BG adalah penegak hukum sejati. Kehormatan penegak hukum terletak pada kemauan dan kemampuannya untuk menghormati hukum yang ditunjukkan bagi kemaslahatan publik, tidak mengingkari atau mencari-cari alasan yang publik sudah dapat menilainya,” pungkasnya. Istana Imbau BG Ikuti Proses HukumSekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto mengimbau Komjen Pol Budi Gunawan yang akan diperiksa oleh KPK untuk mengikuti proses hukum yang berlaku,” imbauannya, mengikuti proses hukum yang seharusnya berjalan,” kata Andi Widjajanto. Menurut Andi, memang ada hak individual untuk melakukan beberapa proses hukum terkait dengan pemanggilan seperti itu.”Kuasa hukumnya adalah yang kemudian memberikan pertimbangan hukum kepada Pak Budi Gunawan. Dan itu bagian dari proses hukum yang dihormati oleh Istana,” ujarnya. Ia menegaskan hingga saat ini belum ada pihak manapun yang secara resmi mengusulkan nama untuk calon Kapolri pengganti pencalonan BG.Namun menurut dia tidak pernah ada kekosongan kepemimpinan dalam internal Polri karena Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti telah ditunjuk untuk melaksanakan kewenangan sebagai Kapolri. BG dijadwalkan untuk diperiksa KPK pada Jumat (30/1) terkait kasus dugaan penerimaan hadiah dan transaksi mencurigakan. Tetapi BG melalui kuasa hukumnya Razman Arif Nasution memastikan kliennya mangkir dari pemeriksaan.Razman mengatakan, pihaknya belum tahu kalau ada surat panggilan dari KPK. Justru dia mengetahui pemanggilan pemeriksaan tersebut dari media, bahwa KPK akan memeriksa Budi Gunawan pada 30 Januari 2015. Sekadar diketahui Budi Gunawan diduga terlibat dalam transaksi-transaksi mencurigakan sejak menjabat Kepala Biro Pembinaan Karir Deputi Sumber Daya Manusia di Mabes Polri 2003-2006 dan jabatan lainnya di Mabes Polri. KPK menyangkakan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan berdasarkan pasal 12 huruf a atau b pasal 5 ayat 2 pasal 11 atau pasal 12 B UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.Pasal tersebut mengatur mengenai pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji padahal patut diduga hadiah atau janji tersebut diberikan untuk melakukan atau tidak melakukan terkait jabatannya. Bila terbukti melanggar pasal tersebut dapat dipidana penjara seumur hidup atau penjara 4-20 tahun kurungan ditambah denda minimal Rp200 juta dan maksimal Rp 1 miliar.(wmc)  More...

a_kpu_2
Sabtu, 31/01/2015 - 10:31 WIB

Pilkada Tetap Sistem Paket

JAKARTA - Bukan hanya kepala daerah, wakil kepala daerah berpeluang tetap dipilih langsung oleh rakyat pada Pilkada 2015. Itu menyusul sikap Kemendagri dan Komisi II DPR RI memberi isyarat agar Pilkada dengan sistem paket, yakni pemilihan kepala daerah didampingi wakil kepala daerah tetap dipertahankan.”Namanya kepala daerah biasanya berpasangan,” kata Mendagri, Tjahjo Kumolo di Jakarta, Jumat (30/1). Tjahjo sependapat ketentuan dalam UU Pilkada yang mengatur Pilkada hanya memilih oleh kepala daerah segera direvisi terbatas. Bila tidak ada aral melintang, Senin (2/2) lusa akan digelar rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR lanjutan pertemuan sebelumnya di Senayan, dengan mengundang Mendagri dan komisioner KPU RI. “Kalau ada perbaikan-perbaikan kami terbuka. Termasuk ketentuan yang akan diubah,” ucap mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan itu. Di tempat terpisah, senada juga diungkapkan Ketua Komisi II DPR RI, Rambe Kamrulzaman. Dia juga berharap masyarakat bukan hanya memilih kepala daerah, tetapi juga wakil kepala daerah secara langsung.”Sama seperti pemilihan presiden, berpasangan. Pilkada sebaiknya juga dipilih bersama wakilnya,” kata Rambe lalu menginginkan agar pasal dalam UU Pilkada yang mengatur Pilkada hanya memilih kepala daerah segera direvisi. Cikal bakal rumusan Pilkada hanya memilih kepala daerah seperti dirumuskan dalam Perppu No 1 tahun 2014 yang telah setujui jadi UU, kata Rambe, karena melihat persoalan politik di daerah. Dimana banyak kepala daerah dengan wakilnya tidak serasi, dan kerap kali menimbulkan perpecahan yang mengganggu pemerintahan daerah. Sehingga dalam Perppu diamanatkan wakil kepala daerah dipilih oleh kepala daerah terpilih.”Lalu persoalan muncul karena kekosongan hukum tentang fungsi wakil kepala daerah,” ujar politisi Partai Golkar itu. Sebelumnya KPU RI tidak mempersoalkan bila Pilkada juga memilih wakil kepala daerah. Sebagai penyelenggara Pemilu dan Pilkada, KPU menyerahkan revisi UU PIlkada kepada DPR RI dan Kemendagri. “Kewenangan revisi ada di DPR sebagai lembaga pembuat undang-undang,” ujar komisioner KPU RI, Ferry Rizkiansyah.Sebagaimana diketahui pengisian wakil kepala daerah, baik wakil gubernur, wakil bupati maupun wakil walikota sesuai dengan Perppu kewenangannya diberikan kepada kepala daerah untuk memilih. Dan wakil kepala daerah di satu daerah ada yang lebih dari satu orang. Sesuai dengan jumlah penduduknya.Dikatakan dalam Pasal 168 huruf c bahwa penentuan jumlah wakil gubernur berlaku ketentuan, provinsi dengan jumlah penduduk di atas 3 juta sampai dengan 10 juta jiwa dapat memiliki dua wakil Gubernur. Sedangkan provinsi dengan jumlah penduduk di atas 10 juta dapat memiliki 3 wakil gubernur.Untuk jumlah wakil bupati/wakil walikota dalam Pasal 168 ayat 2 disebutkan dengan tegas bahwa penentuan jumlah wakil bupati/wakil walikota di kabupaten atau kota dengan jumlah penduduk di atas 250 jiwa dapat memiliki 2 wakil bupati/wakil walikota. Sedangkan bagi penduduknya masih berjumlah antara 100 ribu sampai 250 ribu jiwa cukup 1 wakil bupati/wakil walikota. Dalam Perppu tersebut juga diatur, setelah dipilih oleh kepala daerah, wakil kepala daerah diusulkan ke tingkat yang lebih tinggi untuk disahkan. Seperti wakil gubernur diangkat oleh presiden berdasarkan usulan gubernur melalui menteri. Lalu, wakil bupati/swalikota diangkat menteri berdasarkan usulan bupati/walikota melalui gubernur. Semuanya diusulkan paling lama 15 hari setelah kepala daerah dilantik. Kepala daerah yang tidak mengusulkan calon wakil kepala daerahnya, bisa disanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemprov Konsultasikan Dana Pilkada Setelah sebelumnya dicoret karena tidak direkomendasikan Mendagti, akhirnya Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali diberikan kewajiban untuk menyediakan dana Pilkada Gubernur Bengkulu yang akan digelar 16 Desember mendatang. Pemprov sendiri tidak bisa serta-merta bisa menyediakan dana tersebut, sebab, APBD Provinsi Bengkulu 2015 sudah diverikfikasi Mendagri dan didalamnya sama sekali tidak pos anggaran untuk Pilkada. Dengan demikian, mau tidak mau Pemprov harus melakukan pendahuluan anggaran atau menggunakan anggaran terlebih dahulu. Sedangkan pejabarannya akan dimasukkan kedalam APBD Perubahan yang mulai dibahas bulan Juni mendatang. Agar mendahuklui anggaran tersebut memiliki payung hukum yang kuat, kemarin (30/1) Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah bersama Ketua DPRD Ihsan Fajri SSOs dan beberapa anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Bengkulu berkonsultasi ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri. “Hari ini Pak Guberbur bersama Ketua DPRD dan Banggar ke Kemenkeu dan Kemendagri terkait dengan mendahului anggaran. Kita menginginkan agar mendahului anggaran ini ada payung hukum yang jelas agar nanti kita tidak disalahkan oleh pemeriksa keuangan,” kata Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Ir Edi Waluyo SH MM saat diwawancarai diruang kerjanya, siang kemarin. Ia memastikan sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu memulai tahapannya pada 26 Februari besok, anggarannya sudah tersedia, meskipun besarannya masih seperti yang pernah dianggarkan beberapa waktu lalu, yakni sebesar Rp 30 miliar untuk KPU dan Rp 5 miliar untuk Bawaslu. Sisanya akan dianggarkan melalui APBD Perubahan. Dengan adanya pendahuluan anggaran tersebut, Mantan Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu ini mengaku Pemerintah Provinsi Bengkulu terpaksa menunda menunda sejumlah program yang dialokasikan dananya. Karena untuk menutupi kebutuhan Pilkada tersebut Pemprov tidak memiliki anggaran tambahan, kecuali hanya silpa tahun 2014. “Kemungkinan yang ditunda itu adalah program-program yang kurang diprioritaskan, sedangkan program prioritas tetap akan dilaksanakan karena menyangkut hajat hidup masyarakat Provinsi Bengkulu,” bebernya. Ditanya kesiapan Pemprov untuk mengakomodir permintaan KPU sebesar Rp 110 miliar dan Bawaslu Rp 30 miliar, Edi mengaku usulan tersebut tidak serta merta langsung disetujui sesuai dengan usulan. Karena harus dibahas dulu oleh Komisi I dan Banggar DPRD Provinsi Bengkulu. Jika hasil pembahasan menyebutkan bahwa dana Rp 110 dan Rp 30 miliar tersebut terlalu besar, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penurunan sesuai dengan standar biaya Pilkada. “Untuk pendahuluan ini jelas tidak bisa, kemungkinan nanti melalui APBD Perubahan, itupun besarannya masih diperhitungkan kembali,” tukasnya. Sebelumnya Ketua KPU Provinsi Bengkulu Irwan saputra SAg MM mengaku bingung dengan pelaksanaan Pilkada kali ini. Sebab, tahapan sudah didepan mata, sedangkan anggarannya sama sekali tidak ada. “Kalau belum ada kepastian seperti ini, kita tidak bisa apa-apa. Karena itu kita minta ada kejelasan dari Pemda agar tahapan yang sudah ditetapkan KPU pusat dapat kita laksanakan dengan baik,” katanya. Irwan tidak mempersoalkan jumlah anggaran yang diberikan, asalkan bisa melaksanakan tahapan dan ada jaminan dari pemerintah dan DPRD Provinsi Bengkulu bahwa akan menambah anggaran melalui APBD Perubahan. “Kita berharap dalam waktu dekat ini ada kejelasannya, karena dalam Undang-undangan Pilkada yang disahkan beberapa waktu lalu, anggaran Pilkada murni menjadi tanggungjawab pemerintah daerah, sedangkan dana dari pemerintah pusat atau APBN hanya sebagai penunjangnya saja,” tandasnya. Tambah Anggaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus mematangkan rencana pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. Kebutuhan anggaran pun sudah diusulkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belaja Negara (APBN) Perubahan 2015. Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, sampai saat ini, KPU memang sama sekali belum memiliki anggaran untuk persiapan pelaksanaan pilkada 2015. ”Karena itu, kami mengajukan tambahan anggaran Rp 830 miliar,” ujarnya usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jumat (30/1). Menurut Husni, anggaran Rp 830 miliar tersebut merupakan dana yang dibutuhkan KPU Pusat untuk persiapan pelaksanaan 204 pilkada. Selain dana itu, masing-masing daerah juga akan menganggarkan dana pilkada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing. Lalu, berapa biaya total untuk pilkada serentak 2015? ”Kami belum tahu, sebab pemda-pemda masih menghitung anggaran,” kata Husni. Sementara itu, untuk anggaran operasional KPU tahun 2015, Husni menyebut kebutuhannya Rp 1,1 triliun. Selain untuk dana operasional satuan kerja yang ada saat ini, KPU juga berencana untuk menambah struktur organisasi. ”Sekarang kami memiliki 531 satuan kerja. Nanti akan ada tambahan 18 lagi karena ada daerah otonomi baru,” terangnya. Terkait pertemuannya dengan Wapres Jusuf Kalla, Husni mengatakan, KPU melaporkan pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2014 lalu. Selain wapres, KPU juga akan memberikan laporan kepada Presiden Joko Widodo. ”Kami sedang mencari waktu untuk ketemu presiden,” ujarnya. Wapres Jusuf Kalla menilai, KPU sudah cukup baik dalam menyelenggarakan pileg dan pilpres 2014. Namun, dia memberi masukan agar KPU lebih mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi untuk pelaksanaan pemilu mendatang. ”Termasuk meningkatkan efisiensi biaya penyelenggaraan pemilu,” katanya. (400/wmc)  More...

LPG-3Kg-Big
Sabtu, 31/01/2015 - 10:20 WIB

Elpiji Diusulkan Naik Rp 3.000

JAKARTA, BE - PT Pertamina (Persero) mengusulkan pemerintah untuk segera menaikkan harga elpiji 3 kg. Gas bertabung hijau ini diusulkan naik sebesar Rp 1.000/kg atau Rp 3.000/ tabungnya. Pertamina beralasan kenaikan dirasa urgen karena sudah sekitar 10 tahun harga gas yang populer disebut gas melon ini tidak pernah naik. “Coba berapa tahun sudah nggak pernah naik? Padahal kita ketahui Upah Minimum Provinsi (UMP) naik setiap tahun. Listrik sudah naik beberapa kali,” demikian disampaikan oleh Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (30/1). Dikatakan Bambang, sejak 2005 harga elpiji 3 kg ditetapkan Rp 4.250/kg dan harga dari Pertamina Rp 12.750/tabung. Ditambah biaya distribusi dan margin agen menjadi sekitar Rp 14.000/tabung. Hingga saat ini, harga elpiji 3 kg memang masih ditentukan pemerintah. Pasalnya, elpiji 3 kg merupakan barang subsidi yang merupakan salah satu upaya mengalihkan BBM ke gas. “Makanya kita sarankan agar pemerintah menaikkan harga elpiji 3 kg. Kita usul naiknya Rp 1.000/kg,” ungkapnya. Perusahaan migas plat merah ini ngotot untuk menaikkan harga karena bila tidak dinaikkan, maka dampaknya akan cukup serius. Misalnya, akibat selisih harga yang cukup jauh dibanding gas elpiji 12 kg, terjadi migrasi konsumen yang cukup drastis, hingga 20%. “Ini membuat anggaran subsidi dalam APBN akan membengkak. Dan tentu ini akan jadi masalah bagi pemerintah,” ujarnya. Dampak lain jika harga elpiji 3 kg tidak segera naik, lanjut Bambang, adalah potensi tindakan nakal dari agen atau pihak pengisian di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) yang selama ini juga dikelola oleh pihak swasta. Pengusaha SPPBE ini sudah banyak yang mengeluh karena marginnya tipis sekali untuk elpiji 3 kg. “Kami khawatir mereka mengurangi kualitas pelayanan. Misalnya mengurangi volume, mengurangi pengecekan keamanan, dan lainnya. Kalau ini terjadi bisa seperti dulu, ada ledakan tabung melon,” sambungnya. Bambang meneruskan, apalagi dalam Rancangan APBN Perubahan 2015, pemerintah mengajukan penurunan subsidi elpiji 3 kg dari Rp 50 triliun menjadi Rp 28 triliun akibat penurunan harga minyak dunia. “Tapi prediksi kami itu (Rp 28 triliun) tidak akan cukup. Walau harga minyak turun, tapi konsumsi elpiji 3 kg meningkat. Itu pun belum termasuk ada migrasi 20% pengguna elpiji 12 kg ke 3 kg. Harusnya tetap Rp 50 triliun, atau paling sedikit Rp 35 triliun,” jelasnya. Seperti dilansir sebelumnya, pihak pemerintah sendiri tengah mempertimbangkan dua opsi terkait harga gas melon ini. Diantaranya menaikkan harga Rp 1.000 atau tidak menaikkannya, dengan catatan menambah subsidi sebesar Rp 2 triliun yang berasal dari pengalihan subsidi BBM dan PLN. “Targetnya akan segera diputuskan. Bulan depan sudah ada keputusan. Jadi semua harus jalan agar Pertamina, agen, dan masyarakat tidak merasa dibebani,” kata Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja. Sementara, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tumiran, menolak wacana penaikan harga ini. Ia bahkan meminta pemerintah untuk mengukur terlebih dulu pendapatan per kapita masyarakat pasca subsidi BBM dan listrik. “Sekarang begini, kan kemarin sudah ada pengurangan subsidi BBM dan listrik. Untuk elpiji ini harusnya jangan dikurangi dulu. Kemampuan menstabilkan harga domestik juga belum ada. Pemerintah kan punya alokasi anggaran dari penghematan BBM dan listrik. Nah, itu secara bertahaplah sampai ekonomi kita tumbuh. Sampai pengalihan subsidi tadi betul-betul sudah menyehatkan sektor produktif, sehingga income per kapita masyarakat naik, ” jelasnya.(wmc)  More...

12192_10361_OKE-JKT1-Boks-Maria-Oentoe-
Sabtu, 31/01/2015 - 10:10 WIB

Teguh Karya Tepuk Tangan Mendengar Suara Maria

//Maria Oentoe; 40 Tahun Jadi Dubber Drama Radio, Film, hingga Pengumuman di Bioskop Bagi yang suka nonton film di bioskop jaringan Cinema 21, pasti akrab dengan suara merdu yang mengajak penonton untuk segera masuk ke ruang teater. Suara itu juga familier bagi penggemar sandiwara radio Saur Sepuh dan film Ibuku Malang, Ibuku Tersayang yang ngetop pada 1990-an. Itulah suara Maria Oentoe, yang wajahnya tak banyak dikenal orang. *** USIA Maria Oentoe menginjak 69 tahun Maret mendatang. Kalau kebanyakan orang lanjut usia sudah mengalami penurunan kemampuan fisik, tidak demikian Maria. Dia masih terlihat bugar. Begitu pula suara emasnya, belum banyak berubah. Tetap empuk dengan intonasi yang menyejukkan. Di ruang tamu rumahnya di Perumahan Cening Ampe, Depok, berbagai atribut kristiani menghiasi dinding dan sudut-sudutnya. Mulai salib, lukisan, sampai patung dalam berbagai ukuran dan jumlah yang sangat banyak. ”Kegiatan saya saat ini memang lebih banyak di gereja,” ujar Maria saat ditemui Rabu lalu (21/1). Di salah satu sudut, digantung lima foto berpigura yang berukuran besar. Empat di antaranya foto aktivitas Maria, satu lainnya potret Bunda Maria. Pandangan mata Maria lalu tertuju pada foto dirinya yang sedang berjabat tangan dengan Presiden Soeharto. Foto itu diambil pada awal 1990 dalam sebuah acara di Teater Imax Keong Emas Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Maria diundang secara khusus oleh Ibu Tien Soeharto untuk mengisi narasi di bioskop itu. ”Tapi, saya sudah lupa narasinya bagaimana saat itu,” ujar perempuan kelahiran Ciamis, Jawa Barat, tersebut. Maria tidak pernah membayangkan bahwa profesinya sebagai pengisi suara bisa membawanya bertemu langsung dengan presiden kala itu. ”Bu Tien minta saya yang mengisi suara di Keong Emas. Saya tidak tahu, kok beliau tahu suara saya,” tambahnya. Tugas mengisi suara di Keong Emas itu sebenarnya bukan kiprah pertama Maria mengisi suara di bioskop. Sebelumnya, pada 1980-an, Maria dikontrak untuk mengisi narasi ajakan penonton masuk ke ruang teater di bioskop Grup Cinema 21. ”Mohon perhatian Anda, pertunjukan film di teater satu segera dimulai. Para penonton yang telah memiliki karcis dipersilakan untuk memasuki ruangan teater satu,” bunyi pengumuman yang dibawakan Maria di seluruh bioskop Grup Cinema 21 hingga saat ini. Suaranya yang merdu dan khas cepat melekat di telinga para moviegoer (sebutan bagi orang yang rutin nonton film di bioskop). Empat tahun lalu suara Maria itu direkam ulang. Selain untuk pembaruan, pengambilan suara baru tersebut bertujuan mengakomodasi jumlah bioskop yang terus bertambah di grup sinepleks itu. Hebatnya, pihak Cinema 21 tidak mengganti dengan suara orang lain. Mereka tetap menggunakan jasa suara Maria yang sudah sepuh itu. ”Saya tidak tahu kenapa mereka tetap memilih saya untuk mengisi suara itu,” paparnya. Maria pernah mendengar bahwa para penonton telanjur menyukai suaranya. Karena itu, ketika pengelola bioskop mengganti dengan suara orang lain, banyak penonton yang protes. ”Katanya, suara saya masih sama dengan yang dulu. Terima kasih saya kepada Tuhan,” imbuhnya seraya meletakkan kedua tangan di dada. Dia selalu bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan anugerah suara merdu dan bermanfaat. Apalagi, dia tidak pernah repot untuk menjaga suaranya sampai usia senja. Istri mendiang Rudy F.X. Tinangon itu mengaku minum banyak air putih untuk menjaga kualitas suara. Selain itu, dia menghindari makan gorengan dan makanan yang pedas-pedas. ”Apalagi menjelang take vokal, saya hindari betul agar tidak makan gorengan,” tuturnya. Ada cerita menarik terkait dengan suara Maria di bioskop. Sejak direkam kali pertama pada 1990, Maria tidak pernah mendengar suaranya yang diputar setiap film di bioskop akan dimulai. Maklum, seumur-umur dia tidak pernah menonton film di bioskop. Dia baru menginjakkan kaki di bioskop pada Mei 2014, ketika menghadiri pemutaran perdana film yang juga dibintanginya, Sebelum Pagi Terulang Kembali. Pemeran Nenek Soen itu diundang sang sutradara, Lasja F. Susatyo, untuk menghadiri gala premiere. Sampai di gedung bioskop, dia mengaku sempat deg-degan menunggu pengumuman itu diputar. ”Ketika terdengar suara itu, dalam hati saya berkata: Ini dia, ini dia,” katanya, lantas tertawa. Maria mengaku grogi sekaligus takjub saat mendengar suaranya sendiri. Apalagi, suaranya diputar dengan volume keras. ”Itu pertama kali saya mendengar suara saya sendiri. Saya sampai kaget, bagus sekali ya,” imbuhnya. Film Sebelum Pagi Terulang Kembali merupakan film ketujuh yang pernah dibintanginya. Beberapa film lain yang juga melibatkan dirinya adalah Ca Bau Kan (2002); Ibuku Malang, Ibuku Tersayang (1990); Pernikahan Dini (1987); Yang Masih di Bawah Umur (1985); Kulihat Cinta di Matanya (1985); Bawalah Aku Pergi (1981); dan Badai Pasti Berlalu (1977). Dalam film-film itu, selain menjadi dubber, biasanya Maria Oentoe didapuk sebagai pemeran pendukung. Kebanyakan film lama memang menggunakan suara Maria sebagai dubber. Maklum, saat itu teknologi belum memungkinkan untuk syuting langsung merekam suara sekaligus. Sinkronisasinya sering tidak pas. Karena itu, pada 1970-an sampai awal 1990-an, masih banyak sutradara yang meminta naskah dibaca ulang oleh dubber. ’’Biasanya saya mengisi suara untuk pemeran utama perempuan,’’ jelas pengisi suara untuk istri Brama Kumbara dalam drama radio Saur Sepuh yang ngetop pada dekade 1980-an itu. Berbeda dengan sekarang, profesi dubber tidak lagi populer karena pengambilan gambar bisa jadi satu dengan suara dan sinkronisasinya pas. Karena itu, para dubber kini lebih sering dipakai untuk keperluan iklan atau film kartun. Maria ingat betul bagaimana pekerjaan tersebut tidak mudah dilakukan. Malahan, tugasnya mirip pekerjaan aktris atau aktor. Bagaimana tidak, dubber harus menghafal naskah yang sama. ’’Filmnya harus ditonton, melihat bagaimana aktingnya, lantas disesuaikan dengan kebutuhan suara. Belum lagi kalau ada improvisasi dialog,’’ ungkapnya. Film November 1828 karya Teguh Karya yang dirilis pada 1979 juga memanfaatkan suara emas Maria Oentoe. Saat itu, dia mengisi suara untuk aktris Sunarti Rendra. Menurut dia, dialog dalam film tersebut adalah salah satu yang paling susah. Sebab, ada adegan yang membuat Sunarti Rendra harus berdialog panjang, lalu ada tangis dan tawa. Maria muda yang mendapat tugas tidak mau gagal. Dia hafalkan betul naskah dan mempelajari akting Sunarti. ’’Saya baca, dalam satu kali take, tidak ada yang salah. Pak Teguh Karya senang dan memberi tepuk tangan,’’ kenang penggemar aktris gaek Lenny Marlina itu. Sebelum akhir dekade 1990 menjadi masa kejayaan profesi dubber, termasuk yang dirasakan Maria. Suaranya laris menghiasi berbagai iklan televisi, drama radio, maupun company profile. Dari banyak proyek itu, Maria sampai bisa membuka studio rekaman sendiri bernama Idola di kawasan Tebet, Jakarta. Namun, studio dengan enam ruang rekaman tersebut terbakar pada 2003. Padahal, saat itu studio tersebut menjadi favorit bagi para dubber untuk rekaman. Belum usai berduka karena kebakaran, Maria kembali mendapat cobaan setahun kemudian. Pada 2004, anak keempatnya meninggal, disusul suaminya pada 2005. Semua itu seakan menjadi awal dari redupnya karir Maria. Dia pernah berusaha bangkit dengan membuka studio di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tetapi, dia terlalu rapuh untuk meneruskan usaha itu lagi. ’’Udah hopeless, saya serahkan rezeki ke Tuhan,’’ terangnya. Perlahan, sulih suara sudah tidak populer. Perkembangan teknologi membuat pekerjaannya bergeser. Tidak lagi banyak dibutuhkan dalam pembuatan film maupun sinetron. Suara para dubber, selain untuk iklan maupun radio, lebih banyak digunakan untuk film-film asing. Sejak itu pula, keberadaannya mulai banyak dilupakan. Kini lulusan SMA Santa Ursula Jakarta itu memilih untuk mengabdi kepada Tuhan. Sembari menunggu pekerjaan yang membutuhkan suaranya, Maria menjadi pengajar di gereja. Dia menjadi spesialis pengajar membaca indah kitab Injil. ’’Supaya firman Tuhan bisa dibaca dengan bagus. Tidak hanya asal membaca,’’ tandasnya. (*/c11/ari)  More...

Rembug

Setdaprov Bahas Kerjasama Media

BENGKULU, BE - Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi (Setda) Bengkulu kemarin pagi menggelar rapat di ruang rapat lantai II Kantor Gubernur bersama perwakilan semua media, baik cetak dan elektronik yang ada di Bengkulu.Ini dalam rangka membahas kerjasama publikasi tahun anggaran 2015 ini. Rapat ini dipimpin Kepala Bagian (Kabag) Rumah Tangga Biro Administrasi Umum Setda Provinsi Bengkulu, Sutrisno. Dalam kesempatan itu, Bendahara Pengeluaran Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Bengkulu mengngkapkan bahwa semua media akan mendapatkan kerjasama dalam bentuk iklan. Hanya karena anggaran publikasi yang dikelola Biro Administrasi Umum hanya Rp 600 juta untuk tahun ini, maka ia meminta agar media agar menerima pembagian yang sudah ditetapkan pihaknya. “Anggaran kita sangat terbatas, jadi harap maklum jika bagiannya harus dikecilkan. Karena kita mengupayakan agar semua media mendapatkan kerjasama ini, namun besarannya secara otomatis tidak bisa disamakan antara media harian dengan media mingguan,” terang Erwin. Media lokal mingguan hanya diberikan anggaran Rp 17 juta, sedangkan media harian diberikan alokasi dana Rp 18 hingga Rp 33 juta per media diluar utang tahun 2014 lalu. “Memang totalnya agak lumayan sebesar Rp 600 juta, namun karena media yang ada di Bengkuu ini mencapai 31 media, maka mau tidak mau anggaran yang ada harus dibagikan secara proprsional. Dan kami masih menyisakan dana sebesar Rp 50 juta untuk mengantisipasi ada pesanan yang diminta langsung oleh gubernur, wakil gubernur atau Sekda,” terangnya. Meski anggaran tersebut dinilai kecil, ia menegaskan bahwa yang menjadi tanggung jawab Biro Administrasi umum hanya 2 bentuk kerjasama, yakni iklan ucapan duka dan ucapan selamat. Sedangkan bentuk yang lainnya seperti ucapan HUT kabupaten/kota, hari-hai besar, dan bentuk lainnya merupakan kewenangan Dishukominfo Provinsi Bengkulu. Dengan adanya kerjasama tersebut, ia meminta agar media dapat menjalinkan kerjasama dengan baik dan bersama-sama Pemerintah Daerah untuk membangun Provinsi Bengkulu. “Kami tidak mendapatkan apa-apa dari kerjasama ini, kami hanya meminta agar berita dibuat berimbang. Artinya, yang baik sampaikan baik dan yang buruk sampaikan burung. Jangan ada lagi berita yang menyuudutkan atau memojok Pemerintah Provinsi Bengkulu,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan Sutrisno, ia tidak akan mengintervensi setiap berita yang dibuat dan diterbitkan para wartawan di lapangan. Karena menginvertensi kerja jurnalis melanggar undang-undangan persa. Ia hanya minta bila ada informasi miring untuk dikordinasikan terlebih dahulu agar penyampaiannya lebih santun dan berimbang.(400)  More...

jose-mourinho

Chelsea Menang, Mourinho Sindir FA

LONDON- Jose Mourinho kembali melayangkan kritikan pada FA selaku Federasi Sepakbola Inggris. Sindiran itu dilontarkan setelah Chelsea sukses menyingkirkan Liverpool dari Capital One Cup 2014/2015. Saat itu, Chelsea sebenarnya punya peluang untuk mencetak gol melalui titik putih ketika Martin Skrtel menjatuhkan Diego Costa. Namun, Mourinho enggan membahas hal itu. “Jika saya bicara, publik akan mengatakan bahwa Mourinho berulah lagi. Jika saya membicarakan hal itu, FA akan mencoba menghukum saya,” terang Mourinho di laman Sky Sports. Mourinho lebih senang membahas kesuksesan Chelsea melaju ke final Capital One Cup. Pasalnya, tiket itu diraih setelah Chelsea sempat tersingkir dari FA Cup akhir pekan lalu. “Hal paling penting adalah kami menang. Tim ini bahagia dan fans juga luar biasa. Final di Wembley memiliki arti sangat penting. Wembley memiliki sejarah,” tegas Mourinho. (jos/jpnn)  More...

bir_alkohol

Hasil Penelitian, Minum Bir Bisa Bantu Otak jadi Sehat

BUAT Anda yang suka minum bir, ini mungkin informasi menggembirakan. Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Lanzhou mengungkap meminum bir bisa membantu menjaga otak Anda tetap sehat. Menurut penelitian, suatu senyawa di dalam bir yang disebut xanthohumol, membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan. So, cheers! Xanthohumol, melindungi otak dari gangguan degeneratif, seperti Alzheimer dan Parkinson. Xanthohumol atau Xn, yang dikenal memiliki sifat antioksidan yang kuat, ditemukan untuk melindungi sel-sel otak dari kerusakan oksidatif, yang berhubungan dengan bentuk demensia. Dilansir dari Metro.co.uk, Jumat (30/1), Jianguo Fang dan timnya di Universitas Lanzhou mengambil sel-sel otak dari tikus, dan menguji mereka dengan Xn dalam serangkaian percobaan. Dan mereka menemukan Xn mengurangi tingkat stres oksidatif pada sel-sel, proses terkait dengan penyakit degeneratif. Studi ini menyimpulkan, senyawa dalam bir itu sangat mungkin mencegah gangguan neurodegenerative. Namun, memang tidak disarankan untuk mengonsumsi bir secara berlebihan. (adk/jpnn)  More...

235626_299251_madonna

Madonna 3 Hari tak Bangun Karena Narkoba

DUNIA hiburan dekat dengan alkohol dan obat-obat terlarang. Namun, hal itu coba untuk dipatahkan oleh salah seorang penyanyi terkaya di dunia, Madonna. Penyanyi setengah baya yang sukses dengan karir musiknya, belum lama ini angkat bicara tentang barang haram itu. Kepada MusicNews, Kamis (29/1), Madonna mengatakan bahwa dirinya tidak ingin menghabiskan hidupnya dengan hal seperti itu. Sekalipun pernah  mencoba, Madonna mengaku bahwa itu tidak berpengaruh positif untuk kehidupannya. Termasuk dengan karir bermusiknya. “Saya tidak punya banyak kesempatan untuk terus menggunakannya. Saya pernah merasa hancur karena hal itu. Saya tidak ingin terjadi ketidaknyamanan dalam hidup saya,” ungkap  pemilik nama asli Madonna Louse Ciccone itu. Ini bukan hanya karena memiliki keluarga, termasuk empat orang anak. Madonna betul-betul ingin lepas dari narkoba. Sebab, baginya tanpa narkoba pun dirinya tidak kehilangan inspirasi. Bahkan, perhatiannya dapat tercurah dengan kegiatan yang disukainya, seperti, menari. “Tanpa itu saya tetap dapat terinspirasi lewat dunia sekitar. Kecintaan saya terhadap tari membuat saya ingin berkarya lebih lagi. Sudah cukup memiliki pengalaman tidak dapat bangun dari tempat tidur selama tiga hari,” papar Madonna. (uta/opi/awa/jpnn)  More...



© 2005 - 2013 bengkuluekspress.com, All Rights Reserved