RIO-PELANTIKAN PENJABAT CARETAKER SELUMA-DARPINUDIN (1)
Kamis, 3/09/2015 - 11:11 WIB

Caretaker Diingatkan Sukseskan Pilkada

BENGKULU, BE – Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, kemarin (2/9) resmi melantik Kepala Biro Umum Setda Provinsi Bengkulu, Drs Darpinuddin sebagai Penjabat Bupati Seluma. Pelantikan yang digelar di Gedung Serba Guna Pemprov ini tidak hanya dihadiri unsur  Forum Koordinasi Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Seluma, namun juga dihadiri mantan Bupati Seluma Murman Efendi. Pelantikan Darpinuddin ini berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo nomor 131.17-484 tertanggal 14 Agustus 2015. Dengan adanya pelantikan Darpinuddin ini, maka pelaksana tugas harian Bupati Seluma Irihadi MSi akan kembali ke jabatannya semula, yakni sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seluma. Dalam sambutan usai pengambilan sumpah, Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah mengungkapkan, setidaknya ada dua tugas utama yang dibebankan kepada Darpinuddin, yakni menyelenggarakan Pemerintah Kabupaten Seluma dan memfasilitasi pelaksanaan Pilkada 9 Desember mendatang. “Pelantikan ini merupakan amanah undang-undang pasca berakhirnya masa jabatan bupati dan wakil bupati Kabupaten Seluam pada 16 Agustus lalu. Dan kepada saudara Darpinuddin akan diberikan amanah ini sampai dilantiknya bupati Seluma defitif hasil Pilkada akhir tahun nanti,” kata Junaidi. Selain dua tugas utama tersebut, gubernur juga meminta Darpin meningkatkan semua pelayanan kepada masyarakat dan menjamin tersedianya kebutuhan pokok masyarakat. Memberikan jaminan kesehatan dan pendidikan serta memanilisir terjadinya konflik ditengah-tengah masyarakat. “Mengenai Pilkada, jangan lupa beri support kepada KPU dan Panwas agar Pilkada ini berjalan lancar dan sukses,” pintanya. Gubernur juga meminta kepada seluruh stakeholder terkait di Kabupaten Seluma untuk ikut berpartisipasi mendukung Darpinuddin sebagai Penjabat Bupati Seluma. Sebab, dengan dukungan dari stakeholder terkait itu terciptanya kondisi yang kondusif, aman dan nyaman. Sementara itu, saat diwawancarai usai pelantikan, Darpin mengaku ia belum begitu banyak mengetahui seluk beluk carakter masyarakat di Kabupaten Seluma dan permasalahan yang ada didalamnya. Untuk itu, ia segeraberkoordinasi dengan semua pihak, baik TNI, Polri, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta presidium pemekaran Kabupaten Seluma. “Memang setiap pekerjaan adalah tantangan, dan saya akan menjalankan tugas ini dengan baik diawali dengan menjalin komunikasi dengan semua pihak. Jika masalahnya berat, dengan berkoordinasi dan bekerjasama, maka akan menjadi ringan,” ujarnya. Terkait dengan tugasnya untuk penyelenggaraan pemerintahan dan memfasilitasi Pilkada, Darpin mengaku tugas tersebut akan di jalankan dengan sebaik mungkin dan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku. Ia pun mengatakan tidak akan bekerja diluar kewenangannya, karena ia menjadi penjabat bupati adalah amanah besar yang akan diminta pertanggungjawabannnya. “Saya lakukan sesuai dengan kewenangan saya saja,” imbuhnya. Siap untuk tidak melaksanakan mutasi? Darpin mengakui ia belum mengetahui aturan mengenai mutasi tersebut secara menyeluruh. Namun, jika dibolehkan dan dianggap perlu dilakukan mutasi, maka tidak menutup kemungkinan ia pun akan memutasi atau merotasi pejabat. “Kita lihat dulu aturannya, kalau boleh dan dirasakan perlu untuk mengisi kekosongan, ya kenapa tidak. Tapi nanti kita lihat dulu kondisinya, karena saya pada dasarnya tidak mau mengganggu pejabat yang mau bekerja,” tandasnya. Meski belum mendapatkan SK pengangkatan dari Mendagri, Pemerintah Provinsi Bengkulu menjadwalkan pelantikan penjabat bupati Mukomuko akan digelar Senin depan (14/9). Namun, bila Gubernur Bengkulu tidak ada waktu, maka pelantikan akan diserentakkan dengan 4 penjabat bupati lainnya, yakni tanggal 17 September. “Untuk pelantikan penjabat bupati Mukomuko direncanakan Senin depan, kalu tidak memungkinkan, maka akan dilaksanakan serentak tanggal 17,” kata Pelaksana tugas (Plt) Sekdaprov, Drs H Sumardi MM, usai menghadiri pelantikan penjabat bupati Seluma, kemarin. Informasi yang dihimpun BE, 4 penjabat bupati yang akan dilantik itu adalah Andi Roslinsyah ST MT (Kadis PU) sebagai penjabat Bupati Rejang Lebong, Khalid Agustin (Kepala BPMPD) Penjabat Bupati Lebong. Sedangkan yang akan menjabat sebagai Penjabat Bupati Bengkulu Selatan adalah Ir Edi Nevian (Kadisnakkeswan) serta Penjabat Bupati Mukomuko, Tarmizi BSc SSos (Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum dan Politik). Meski belum final, namun Sumardi tak menampik nama-nama yang sering muncul dimedia itulah yang akan dilantik. “Saya lupa, yang jelas nama-nama yang sering wartawan tampilkan di media itulah,” elak Sumardi. Menurut mantan Penjabat Walikota Bengkulu ini, pelantikan dilakukan serentak dengan mempertimbangkan masa jabatan bupati Bengkulu Selatan dan Rejang Lebong berakhir pada 16 dan 17 September ini, sehingga dinilai tepat bila pelantikan dilakukan 17 September. “Pertimbangan lainnya adalah efesiensi anggaran, kalau dilakukan secara serentak, maka lebih irit,” terangnya. Ia pun menitikberatkan tugas penjabat bupati itu adalah menjaga netralitas pemerintah dalam pelaksanaan Pilkada. Sebab, bila pemerintah daerah sudah condong mendukung ke salah satu calon, maka akan menimbulkan kerusuhan. “Penjabat bupati  harus mampu menjaga netralitas penyelenggara pemerintah daerah hingga ke PNS-nya. Jika netralitas ini bisa dijaga, mudah-mudahan pelaksanaan Pilkada akan berjalan lancar dan damai,” imbuhnya. Dibagian lain, Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah belum mau membeberkan jadwal pelantikan penjabat bupati tersebut. Ia bahkan mengaku belum ada SK penjabat bupati yang turun dari Mendagri, karena itu, pihaknya masih menunggu SK pengangkatan tersebut baru dilakukan persiapan pelantikan. “Sampai sekarang belum ada SK yang turun selain penjabat bupati Seluma yang sudah dilantik tadi, untuk 5 kabupaten lainnya kita tunggu. Kalu turun cepat, maka cepat pula kita lantik,” kata Junaidi. Disinggung mengenai adanya campur tangan partai politik dalam penentuan penjabat bupati ini sehingga prosesnya di Kementerian Dalam Negeri cukup lama, Junaidi enggan berkomentar.  Ia mengaku tetap berprasangka baik, lamanya penggodokan penjabat bupati itu murni karena harus mengikuti semua prosesnya, bukan karena ada intervensi dari parpol. “Kalau saya tidak melihat kearah adanya atau tidaknya intervensi, tapi lebih kepada proses yang berjalan di Otda Kemendagri memang membutuh waktu yang tidak sedikit,” tukasnya.(400)  More...

20150529_071939_harianterbit_buwas
Kamis, 3/09/2015 - 11:01 WIB

Kabareskrim Buwas Terancam Dicopot

       JAKARTA, BE – Sepak terjang Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Waseso sepertinya bakal tamat. Aksi-aksi kontroversial membuat pria yang akrab disapa Buwas ini terancam dicopot. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan mengaku, hingga kemarin dirinya belum mendengar keputusan pencopotan Buwas. Namun, mantan kepala Kantor Staf Presiden itu tampak tidak terkejut saat ditanya perihal kabar tersebut. ”Kalau itu betul, ya kira-kira begitu,” ujarnya saat ditemui usai sidang kabinet di Kantor Presiden siang kemarin (2/9). Ketika ditanya apakah alasan pencopotan Buwas terkait dengan aksi-aksi kontroversialnya dalam penegakan hukum yang dinilai membuat gaduh, Luhut tidak menjawab terang-terangan. Namun, dia menegaskan jika presiden dan wakil presiden sudah memerintahkan agar seluruh penegak hukum tidak membuat kegaduhan. ”Kalau mau menindak secara hukum silahkan, tapi lakukan dengan arif, tanpa terlalu dipublikasikan,” katanya. Sepak terjang Buwas memang seringkali memicu kegaduhan. Selain aksinya yang dinilai merupakan kriminalisasi terhadap mantan pimpinan KPK maupun pegiat anti korupsi, jenderal bintang tiga yang dikenal dekat dengan Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan ini juga mulai menyasar BUMN. Yang terbaru, Bareskrim Mabes Polri mengusut dugaan tindak pidana korupsi di PT Pelindo II dan Pertamina Foundation. Dalam kasus Pelindo II, Dirut Pelindo II RJ Lino terang-terangan memprotes tindakan Bareskrim yang dinilainya terlalu jauh mencampuri urusan korporasi. Bahkan Lino meminta Menkopolhukam Luhut Panjaitan, Menteri BUMN Rini Soemarno, serta Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil untuk melaporkan tindakan Buwas itu ke Presiden Jokowi. Isu pencopotan Buwas mulai bergulir kencang sejak tersiarnya kabar Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla memanggil Buwas ke Istana pada Selasa malam lalu (1/9). Dalam pertemuan tersebut, Jokowi dan JK kabarnya memutuskan untuk mencopot Buwas. Alasannya, karena aksi koboi Buwas dinilai menebar ketakutan bagi para pengambil kebijakan di pemerintah maupun BUMN. Padahal, dalam situasi perlambatan ekonomi saat ini, semua diminta bergerak cepat untuk menggairahkan perekonomian. Namun, hingga kemarin tidak ada pihak Istana yang bersedia dikonfirmasi. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengaku tidak ikut campur dalam urusan Polri. Sementara itu, mantan Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki mengelak saat ditanya perihal pertemuan Selasa malam tersebut. ”Saya sekarang KSP (sudah dilantik sebagai kepala Kantor Staf Presiden, Red) bukan Tim Komunikasi,” jawabnya singkat. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti pun tak memberi jawaban tegas seputar kabar pencopotan Buwas. Usai sidang kabinet paripurna dan para menteri meninggalkan Kantor Presiden, mantan Wakapolri itu sempat mengadakan pertemuan lanjutan dengan Presiden Jokowi. Dicecar pertanyaan oleh wartawan usai pertemuan tersebut, Badrodin lebih banyak mengumbar senyum dan menjawab singkat. Menurut dia, rotasi perwira tinggi di Polri merupakan hal biasa. Namun, dia enggan menjawab tegas apakah posisi Kabareskrim termasuk yang akan diganti. ”Masih dibicarakan,” ujarnya. Yang jelas, menurut Badrodin, hingga kemarin siang, belum ada keputusan pergantian Kabareskrim. Jika sekarang belum, berarti apakah nanti akan ada pergantian? ”Kita ada Wanjakti (Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi), jadi nanti terserah Wanjakti,” katanya. Kabar pencopotan Buwas tak hanya ramai di Istana, tapi juga di parlemen. Beberapa anggota DPR dari PDIP langsung bereaksi menolak rencana pencopotan tersebut. Diantaranya Trimedya Pandjaitan dan Masinton Pasaribu yang menilai kinerja Buwas sebagai Kabareskrim justru harus diapresiasi karena berani mengusut kasus-kasus korupsi. Isu pencopotan Buwas sepertinya memang diwarnai tarik ulur alot. Karena itu, pertemuan tertutup terus terjadi di Istana hingga sore pukul 17.30 WIB kemarin. Misalnya, Kapolri Badrodin Haiti yang ternyata mengadakan pertemuan lanjutan dengan Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan di Kantor Staf Presiden. Sayangnya, Badrodin meninggalkan kompleks Istana melalui pintu samping sehingga tidak bisa dicegat wartawan. Sementara itu, Luhut ketika ditanya terkait pertemuan tersebut mengaku hanya koordinasi biasa. Dia juga mengaku jika hingga sore kemarin belum mendapat kepastian seputar pencopotan Buwas. ”Saya tidak ingin berspekulasi,” ucapnya. Perihal adanya suara penolakan dari PDIP, Luhut meminta semua pihak agar tidak menarik isu pergantian Kabareskrim ke ranah politik. ”Sebab, pergantian di TNI Polti itu hal yang tidak istimewa, sudah ada strukturnya, jadi serahkan saja ke mereka,” ujarnya. Luhut menegaskan, keputusan penggantian Kabareskrim merupakan kewenangan penuh Kapolri dan internal Polri. Namun, tidak menutup kemungkinan jika presiden ikut memberikan pertimbangan terkait hal tersebut. ”Tapi saya tidak percaya ada pencopotan, belum sampai ke situ, mungkin pergantian tempat,” elaknya saat terus ditanya wartawan. Dari Mabes Polri, Buwas mengaku jika hingga kemarin sore dirinya belum menerima surat resmi pencopotan dirinya. “Belum ada kabar,” ujarnya di Mabes Polri, Jakarta. Dia juga memastikan, pihaknya belum menerima undangan untuk bertemu Kapolri maupun pihak di Istana dalam waktu dekat. Pembantahan yang sama juga diutarakan nya saat dikonfirmasi soal kabar pertemuannya dengan presiden pada selasa malam di Istana. Menurutnya, pada malam itu dia bekerja di kantornya seperti biasa. Kendati demikian, Buwas mengaku siap jika dirinya dicopot. Dia menyadari, jabatan yang diembannya tidak mungkin dijabat sementara. “Kalau dianggap cukup, sebagai prajurit saya siap saja,” imbuhnya. Hanya saja dia menampik, jika apa yang dilakukan sebagai kabareskrim berdampak pada perlambatan ekonomi. Menurutnya, perlambatan akibat Penegakkan Hukum hanya bisa terjadi jika hukum tidak dilaksanakan dengan baik. “Yang saya lakukan kan sesuai dengan UU,” kilahnya. Oleh karenanya, dia enggan disebut sebagai pembuat gaduh. Buwas justru mengklaim telah berjasa mengembalikan uang negara. Dia mencontohkan, dalam kasus TPPI yang ditanganinya, ada Rp. 80 triliun yang sudah diselamatkannya. Nilai tersebut, lanjut Buwas, masih bisa bertambah seiring pengumuman kasus korupsi lain yang ditanganinya. Bahkan, dirinya mengaku siap diaudit, jika ada pihak yang menganggap adanya kesalahan prosedur Penegakkan Hukum yang dilakukannya. Tak hanya itu, Jenderal bintang tiga itu menegaskan, jika proses hukum yang dilakukannya selama ini tanpa intervensi. Sementara itu, dukungan kepada Buwas datang dari kolega sekaligus bawahannya, Brigjen Victor Edinson Simanjuntak. Bahkan, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus itu mengancam akan mengundurkan diri jika Buwas dicopot. Dia menilai pencopotan Buwas aneh. Sebab ada banyak penanganan kasus korupsi besar yang ditangani Buwas. Dia khawatir, pencopotan ini memberikan dampak ketakutan bagi penyidik lainnya untuk menindak tindak pidana korupsi. “Saya mundur! Mundur saya! Ya takut saya nanti kan. Nanti diancam saya,” terangnya. Selaras dengan Buwas, Victor menganggap alasan perlambatan ekonomi dibalik pencopotan Kabareskrim tidak masuk akal. Dengan menindak koruptor, justru polri berkontribusi dalam pembangunan. Jenderal bintang satu itu justru curiga, ada pihak tertentu yang sengaja memberikan psywar pada bareskrim. “Ada skenario besar orang-orang tertentu untuk mengkerdilkan Polri,” tegasnya. Namun, dia tak menyebutkan orang yang dia maksud. Sementara jika kabar pencopotan Buwas hanya sebatas gertakan, mantan Kapolres Kota Kupang itu menganggap salah strategi. Sebab, urat takut polisi sudah putus. Sehingga tidak akan mempengaruhi kinerja bareskrim. Sementara itu, sepanjang Rabu kemarin, Buwas masih tetap melakukan aktivitasnya di Kantor Bareskrim. Bahkan di pagi harinya, dia masih menerima audiensi Serikat Pekerja JICT Pelabuhan Tanjung Priok. Di waktu siang hingga menjelang sore, Buwas memang tampak beberapa kali bolak-balik ke gedung utama Mabes Polri, tempat pimpinan polri berdinas. Berdasarkan pantauan, tampak juga Kepala Baharkam Komjen Putut Eko Bayuseno. Pria asal Jawa Timur itu membantah, jika dia dan pimpinan tengah menggelar sidang Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti). “Ada rapat kordinasi dengan Kadivkum, evaluasi biasa saja. Sama pertemuan dengan kepala sekolah JIS ,” ujarnya. (owi/far)  More...

IMG_0122
Kamis, 3/09/2015 - 10:50 WIB

Ekonom se-Indonesia Berkumpul di Bengkulu, Bahas Ekonomi Lokal Hingga Dunia

BENGKULU, BE – Para dekan ekonomi dan bisnis perguruan tinggi  dari semua provinsi di Indonesia, Telkom dan Kemenristekdikti, mulai malam tadi berkumpul di Bengkulu.  Ekonom yang tergabung dalam Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) ini hadir di Bengkulu dalam rangka menggelar pleno ke 9 tahun 2015, karena tahun ini Bengkulu terpilih sebagai tuan rumah, dan malam tadi  mereka ramah tamah dengan Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah di Gedung Daerah Provinsi Bengkulu. Dalam sambutannya, Ketua AFEBI  Yoga Efendi mengungkapkan, pleno ke 9 di Bengkulu ini akan berlangsung hingga Jumat (4/9) besok dengan membahas berbagai persoalan ekonomi, baik yang terjadi di Provinsi Bengkulu, di Indonesia hingga internasional. Kondisi inipun dinilai tepat karena kondisi ekonomi secara dunia saat ini tidak berpihak kepada rakyat kecil. “Tujuan utama kita adalah memperkuat tali silaturahmi,   namun dibalik itu ada hal yang sangat penting yang harus kita lakukan, yakni mengkaji perekonomian saat ini,” katanya. Hasil dari pembahasan ekonomi di Bengkulu ini nanti akan disampaikan kepada pemerintah daerah dan pusat untuk diterapkan untuk menstyabilkan kondisi ekonomi yang memburuk saat ini. “Jadi kami minta semua peserta Pleno ke 9 ini nanti yang terdiri dari  para dekaan fakultas ekonomi, anggota AFEBI dan pihak terkait lainnya untuk berkontribusi mencarikan solusi atau mengkaji masalah perekonomian ini. Sebab, jika tidak segara kita bantu mencarikan solusinya, maka kondisinya akan semakin gawat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Panitia Pleno yang juga Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu, Prof Dr Lizar Alfansi mengatakan, untuk mengkaji masalah ekonomi tersebut tidak hanya dilakukan  oleh AFEBI, melainkan akan menghadirkan peneliti dari Bank Indonesia  untuk menganalisa apakah yang terjadi di Indonesia saat ini benar-benar terjadi krisisi atau hanya karena pengaruh politik yang tidak sehat belakangan ini. “Kita juga akan menandatangi MoU dengan dekan ekonomi seluruh Indknesia dan Telkom. Dan besok (hari,red)  akan dilaksanakan sidang pleno seharian penuh membahas ekonomi ini,” terangnya. Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah dalam sambutannya berharap ada kajian khusus untuk Provinsi Bengkulu  membukyti bahwa Bengkulu ini apakah benar provinsi termiskin di Sumatera atau tidak. Sebab, isu memang demikian, namun belum ada fakta dan datanya. “Orang banyak mengatakan Provinsi Bengkulu adalah provinsi termiskin se Sumatera, apakah rill seperti itu? Tapai datanya darimana, saya tidak tahu,” ujarnya. Jika pun ada data kongkrit yang menyebutkan terbukti termiskin, lanjutnya, maka PR bagi semua masyarakat, penyelenggara pemerintah Provinsi Bengkulu, akademisi dan pemerintah pusat untuk menyelesaikannya. “Dari sidang pleno AFEBI ini kita harap sumbangan pemikiran untuk kemajuan Bengkulu dan Indonesia umumnya, khususnya dibidang perekonomian. Karena saya sejak 1 tahun lalu sering ditanyakan oleh masyarakat mengenai turunnya harga karet dan sawit. Karena itu saya berharap apa yang dilakukan AFEBI ini selama 3 hari kedepan ini benar-benar membuka wawasan kita sehingga bisa mengatasi masalah gentingnya perekonomian ini,” harapnya.(400)  More...

RM
Kamis, 3/09/2015 - 08:26 WIB

RM Dinilai Serius Membangun Bengkulu

BENGKULU, BE – Selepas menuntaskan jadwal kampanye di Zona I, pasangan nomor urut satu yakni Dr. H. Ridwan Mukti dan Dr. Rohidin Mersyah mendapatkan apresiasi dari sejumlah tokoh masyarakat dan pengamat politik. Kampanye yang digelar oleh Ridwan Mukti atau yang biasa disapa RM, dinilai tepat karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat dan memperlihatkan kesungguhannya untuk membangun dan menyejahterakan Bengkulu. Pengamat Sosial dan Politik Universtias Bengkulu, Drs. MirzaYasben, M.Soc berpendapat bahwa kampanye RM efektif untuk meraih simpati masyarakat. “Model kampanye yang digelar Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah ini cukup baik, dan berhasil memikat simpati masyarakat. RM cukup cerdas mengintensifkan popularitasnya dengan memperlihatkan kapabilitasnya, yang itu bisa menambah elektabilitasnya,” ungkap Mirza saat ditemui di Bengkulu, Rabu (2/9). Senada dengan Mirza, tokoh masyarakat Bengkulu asal Lembak, Zulkarnain Dali menyatakan, RM dipandang punya potensi besar memenangkan kontestasi politik 9 Desember mendatang. “Tidak hanya selama kampanye hari-hari ini, dari sepuluh kabupaten kota yang saya amati beberapa hari terakhir, pasangan nomor urut satu ini selalu berhasil memikat hati masyarakat. Keberhasilan beliau (RM,red) selama menjabat Bupati di Kabupaten Musi Rawas mungkin juga menjadi salah satu alasan pasangan nomor 1 ini disukai oleh masyarakat,” ujarnya. Menurut Zulkarnain Dali, Bengkulu membutuh kan sosok yang responsive terhadap masalah yang ada di masyarakat, dan itu sudah diperlihatkan RM pada masa awal kampanye ini. “Bengkulu membutuhkan sosok seperti Ridwan Mukti, punya jaringan luas dan punya visi yang jelas. Dia tahu sektor-sektor apa yang bias dikembangkan. Didampingi oleh Rohidin, pasangan ini semakin menjanjikan” ungkapnya. Kesungguhan membangun Bengkulu Saat kampanye di Bengkulu Selatan pada hari keempat, Senin yang lalu, RM membuat kagum sejumlah warga karena Cagub yang sukses menjadi bupati dua periode di Musi Rawas ini rela mendaki bukit untuk meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang tidak lagi beroperasi alias mangkrak. Bahkan, RM terus naik ke kawasan Kedurang – Seginim untuk memastikan keadaan daerah penghasil beras tersebut. “Yang RM lakukan sebnarnya tepat, dia tidak melakukan ‘bombardir’. Beliau menurut saya memperlihatkan sebagai calon pemimpin Bengkulu yang fokus pada sektor-sektor relevan untuk bisa melakukan perubahan, agar masyarakat mendapatkan keuntungan dari tindakannya itu” tegas Mirza. Langkah-langkah RM yang diimbangi oleh Rohidin dengan menyambangi sejumlah tokoh, baik elit maupun tokoh akar rumput ini tidak hanya menggambarkan keduanya sungguh-sungguh ingin membangun Bengkulu, tapi juga menunjukkan bahwa pasangan ini memiliki konsep pembangunan yang jelas. “Jadi, mereka memang sanggup memperlihatkan sesuatu agar disukai masyarakat” ujar Zulkarnain. Kepada wartawan yang terus mengikutinya selama kampanye, RM memang selalu menjelaskan maksud dan tujuan dalam mengunjungi atau melakukan sesuatu. “Kali ini kita ke sini, ke Kedurang, karena konon kawasan ini adalah penghasil beras terluas di Bengkulu Selatan. Saya tinjau langsung lokasi bukit ini, untuk melihat kemungkinan dibangun waduk, agar air cukup untuk kebutuhan masyarakat Seginim – Kedurang dan sekitarnya,” ungkap mantan anggotad DPR RI itu pada wartawan, Senin kemarin. Setelah mendaki dan meninjau kawasan Kedurang – Seginim, RM menemui masyarakat yang telah menunggunya di lapangan Duayu Manna. RM disambut hangat oleh pendukungnya. Dalam orasinya, RM mengaskan pentingnya membangun agro-industri, salah satu potensi yang dimiliki oleh Bengkulu Selatan. Menurutnya, sektor agro harus ditingkatkan menjadi agro-industri, begitu pula dengan sektor kemaritiman, karena lautnya yang sangat menjanjikan. Jadi kebijakan agro-industri dan kemaritiman sangat mungkin dikembangkan di Bengkulu Selatan. (135)  More...

DENDI - Pondok-pondok tertutup kian menjamur di sepanjang Pasir Putih Pantai Panjang Bengkulu. Pondok tertutup ini diduga dijadikan tempat bermaksiat oleh pasangan muda-mudi  (2)
Rabu, 2/09/2015 - 17:58 WIB

Dewan Kota Bengkulu Kritik Pantai Panjang Semrawut

Pondok Pedagang yang tak jelas izinnya menjamur di kawasan Pantai Panjang. Keadaan ini merusak keindahan wisata unggulan Kota Bengkulu BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Hingga saat ini kondisi Pariwisata Pantai Panjang di Kota Bengkulu makin hari kondisinya makin semrawut. Terlihat semakin hari, bangunan semi permanen yang tak jelas izin terus menjamur.  Kondisi tersebut mendapat perhatian oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu Suimi Fales, SH, MH. Menurutnya, hal tersebut dapat mengakibatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Bengkulu ikut berkurang.  “Bukan malah kondisinya baik tempat wisata pantai kita, tapi sekarang kondisinya malah makin semrawut  Seharusnya sepadan pantai itu tidak ada bangunan apapun sama sekali sehingga pemandangan pantai bisa terlihat. Seperti contoh daerah lain itu bentuk wisata pantai kita jauh tertinggal dibanding wisata pantai daerah lain,” kritik Suimi Fales.  Dengan itu, Suimi meminta Dinas Pariwisata Kota Bengkulu untuk mendata persoalan izin bangunan di pinggir pantai  yang digunakan pedagang untuk berjualan. Dikatakan Suimi, ketika diketahui bangunan tersebut tidak memiliki izin sama sekali maka pemerintah mengambil tindakan tegas. “Kalau tidak ada izin sama sekali bersikap tegas dan bertindak,” tukasnya. Masih menurut Suimi, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara maksimal, Pantai Panjang bisa dialihkan ke pihak kedua yang ingin membangun fasilitas wisata dalam skala besar. Sehingga diharapkan dapat menarik wisatawan untuk mengunjungi wisata unggulan Provinsi Bengkulu ini. “Karena kalau keadaannya semrawut,  jangankan wisatawan asing, wisatawan luar provinsi saja saya kira enggan mau ke pantai kita ini karena kondisi pemandangan pantainya saja tidak kelihatan. Karena banyak pedagang di pinggir pantai yang menutupi pandangan, kita minta pihak terkait serius menyikapi hal ini,” bebernya. Dinas Pariwisata Janji Tertibkan PedagangTerpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Drs. Bujang, HR, MM mengatakan, pedagang yang berada diatas bangunan break water (pemecah ombak) pantai itu merupakan pedagang ilegal. Pihaknya sudah beberapa kali memberikan surat kepada pedagang agar tidak berjualan secara sembarangan. Namun , dikatakannya surat tersebut tidak digubris oleh pedagang. “Untuk menertibkan pedagang itu kita sudah berkoordinasi dengan Satpol PP. Dan pedagang yang ditertibkan itu juga salah satunya bangunan yang tertutup sekat papan yang juga dilarang. Karena itu untuk memancing orang untuk berbuat tidak senonoh. Makanya nanti kita akan koordinasi lagi waktunya kapan untuk tindak di lapangan,” jelas Bujang. (com)  More...

intermilan

Mantap! Inter Borong 3 Pemain Sekaligus

MILAN – Inter Milan menggebrak pada penutupan bursa transfer musim panas ini. Raksasa Italia berjuluk I Nerazzurri tersebut berhasil mendatangkan tiga pemain pada hari terakhir. Mereka ialah gelandang AS Roma Adem Ljajic serta dua penggawa Galatasaray Felipe Melo serta Alex Telles. Ljajic didatangkan dengan status pinjaman hingga akhir musim nanti. Inter harus merogoh koceknya sebesar dua juga Euro atau setara Rp 30 miliar (Euro= Rp 15.000). Namun, Inter harus membayar sembilan juga Euro untuk mematenkan status Ljajic pada 2016 nanti. “Inter secara resmi mengumumkan kedatangan Adem Ljajic dari Roma dengan status pinjaman dan opsi pembelian pada 2016,” demikian bunyi pernyataan resmi Inter sebagaimana dilansir Goal, Selasa (1/8). Ketiga muka anyar itu akan bergabung dengan beberapa pemain baru yang sebelumnya sudah didatangkan Inter. Mereka ialah Geoffrey Kondogbia, Ivan Perisic, Jeison Murillo, Miranda, Stevan Jovetic dan Martin Montoya. (jos/jpnn)  More...

teman-baru-putus-cinta-lakukan-ini-untuknya

Joss…! Makanan Ini Bisa Meningkatkan Hormon di Kamar Tidur

SAAT Anda berpikir tentang makan malam romantis atau makanan yang Anda harapkan akan berpengaruh pada kehidupan percintaan, maka anggur, cokelat atau bahkan makan malam mewah seperti steak disertai wine atau champagne seringkali singgah di pikiran kita. “Tetapi bagi mereka yang benar-benar ingin membumbui kehidupan cinta mereka maka makan salmon kukus dan brokoli bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Sebab, meski makanan ini merupakan makanan murah meriah dalam merebut hati sang kekasih namun jangan salah karena makanan ini sangat baik untuk meningkatkan hormon di kamar tidur,” kata Fox News Channel’s Senior Managing Editor for Health News, Dr. Manny Alvarez, seperti dilansir laman Fox News, Kamis (27/8). Tapi sebenarnya fungsi seksual adalah masalah kesehatan. Anda tidak bisa menikmati kehidupan seks yang sehat jika kita tidak sehat dalam aspek-aspek lain dari kehidupan, dan salah satu hal penting yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kehidupan seks tetap sehat adalah makan dengan benar terutama karena kehidupan seksualitas juga mengalami efek penuaan. Seiring dengan bertambahnya usia, beberapa perubahan biologis mulai terjadi yang bisa memengaruhi fungsi seksual Anda, terutama kadar hormon yang mulai menurun. Kadar hormon testosteron, estrogen dan tiroid mulai menurun sejak akhir usia 30-an. Banyak orang juga menambah berat badan ekstra saat mereka menuju ke arah usia pertengahan, yang selanjutnya memperlambat proses metabolisme kita. Nutrisi yang tepat sangat penting untuk sirkulasi tubuh yang sehat. Ada dua komponen kimia yang telah ditemukan untuk meningkatkan sirkulasi yakni Omega 3 dan L-Arginine. Komponen-komponen ini bisa ditemukan dalam makanan seperti minyak zaitun, salmon, kacang-kacangan yang membuat mereka dikenal sebagai makanan seks terbaik. Makanan lain seperti sayuran hijau yang penuh dengan antioksidan, bawang putih, ginseng dan kedelai yang bisa menjaga kadar darah Anda yang akan membuat kehidupan seks Anda semakin sempurna. Akhirnya harus diingat bahwa seperti tubuh, pikiran kita juga harus seimbang. Masalah stres atau psikologis bisa secara dramatis mengganggu fungsi seksual. Mejaga mood tetap berada dalam kondisi yang baik sangatlah penting.(fny/jpnn)  More...

130741_62752_Rere_Regina_d

Sstt…Perempuan Cantik Ini Mengaku Sudah Dilamar Charly Van Houten

JAKARTA – Charly Van Houten, personel Setia band, digugat cerai istrinya, Shinta Regina. Gosip beredar, kehadiran orang tiga menjadi penyebab keretakan rumah tangga mereka. Rebecca Regina Maria Tedja alias Rere Regina, pedangdut muda kelahiran Cirebon, 30 Mei 1991, disebut-sebut telah menjalin hubungan khusus dengan Charly. Bahkan, Rere mengakui bahwa Charly sudah memintanya sebagai istri, bahkan dia tak menolak menjadi istri kedua. “Ya (mau dijadikan istri), karena saya melihat pengorbanan dia (Charly). Pengorbanan banyak. Seperti dia minta izin ke Regina dan keluarga saya. Saya lihat, artinya serius,” ungkap Rere di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (31/8) malam. Rere mengatakan, perhatian Charly sebagai pria bisa saja meluluhkan hati banyak wanita, termasuk dirinya. Sebab, Charly, kata Rere, rela menemani ke dokter kala dirinya sedang sakit. “Charly sudah lamar ke keluarga saya, awal 2014. Charly, bukan tipe saya sih. Tapi, saya melihat pengorbanan dan perhatian dia. Dia punya itikad baik,” katanya. Meski demikian, Rere enggan dikaitkan dengan gugatan cerai Regina kepada Charly di Pengadilan Agama, Cimahi, Jawa Barat. Rere mengaku  sudah satu tahun tidak berhubungan dengan Charly, artis satu kampungnya itu. (mg3/jpnn)  More...







© 2005 - 2015 bengkuluekspress.com, All Rights Reserved