9 Rampok Dibekuk, 2 Ditembak

BB rampok (1)

KEPAHIANG, BE – Prestasi ditorehkan jajaran Polres Kepahiang. Ini setelah berhasil diamankannya sebanyak 9 orang warga Sumatera Selatan (Sumsel) yang diduga sebagai pelaku perampokan yang kerap menjalankan aksinya di Provinsi Bengkulu. Menariknya, sebanyak 2 orang pelaku harus dihadiahi timah panas petugas kepolisian lantaran sewaktu akan diamankan mencoba melarikan diri dan melawan petugas.
Sebanyak 9 warga asal Sumsel ini masing-masing 6 warga Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang berinisial, PN (36), AP (27), HM (42), YP (28), UM (43), PZ (30) dan 2 warga Perumnas Sako Kenten Palembang yakni RM (35), AL (30) serta 1 warga Pagar Alam SM (32) ditangkap Satuan Reskrim Polres Kepahiang.
Data terhimpun, dugaan kuat 9 orang warga Sumsel sebagai pelaku perampokan lintas Provinsi, lantaran ditemukannya senjata api (Senpi), senjata tajam, kunci T dan uang Rp 8 juta yang diduga kuat uang hasil penjualan barang curian.
Peristiwa penangkapan kawanan rampok ini bermula saat anggota Polres bersama Polsek Kepahiang menggelar razia rutin di depan Mapolsek Kepahiang Senin (30/3) malam. Saat memasuki pukul 22.00 WIB, anggota memberhentikan mobil Toyota Avanza warna abu-abu nopol BG 1262 PN, yang mana mobil itu dinaiki 6 orang, diantaranya 5 tsk yakni PN, AP, HM, YP, UM dan 1 orang berinisial MD yang berstatus DPO.
“Saat diberhentikan dan dimintai menunjukkan surat kelengkapan mobil, tiga orang diantaranya tsk YP dan UM serta MD melarikan diri saat itu juga. Sedangkan 3 tsk lainnya, PN, AP dan HM tidak sempat
lari dan langsung diamankan. Curiga dengan kondisi ini petugas langsung melakukan penggeledahan mobil para tsk,” ungkap Kapolres Kepahiang AKBP Iskandar ZA SIK saat menggelar jumpa pers kemarin.
Dikatakan Kapolres, dari penggeledahan yang dilakukan pihaknya ditemukan 1 unit senpi jenis revolver rakitan berikut 3 butir peluru FN dan 4 butir peluru revolver.
“Kemudian 2 sajam jenis siwar, kunci T 2 buah dengan mata kunci sebanyak 21 buah, 2 socket kontak kendaraan yang kesemuanya sengaja disembunyikan di dalam kap mesin mobil yang dikendarai para tsk ini,” ujar Kapolres.
Tidak berhenti sampai disitu, 3 lainnya yang melarikan diri tetap diburu. Dalam pemburuan itulah akhirnya juga berhasil diamankan 4 tsk lainnya yakni PZ, RM, AL dan SM.
“Keempat tsk itu diamankan di desa Permu sekitar pukul 00.00 WIB saat tengah mengendarai mobil Toyota Avanza Veloz warna hitam BG 1701 ZF,” katanya.
Dijelaskannya, dari penyidikan, ternyata keempat tsk dengan TKP kedua (Permu, red) memiliki nomor kontak 5 tsk yang diamankan di depan Mapolsek Kepahiang.
“Ini terbukti diperolehnya SMS (Short Massage Service) adanya pemberitahuan kepada 4 tsk bahwa kawan mereka tertangkap. Selain itu ketiga tsk yang berhasil melarikan diri pada TKP pertama meminta keempat tsk ini menjemput,” bebernya.
Disisi lain, dari penangkapan 7 tsk inilah terus dikembangkan dan pengejaran terhadap 3 orang yang melarikan diri pada TKP pertama masih dilakukan.
“Akhirnya dari 3 itu, 2 tsk berhasil ditangkap. Untuk tsk YP ditangkap di pinggir jalan desa Taba Sating dan terpaksa dihadiahi timah panas petugas sebanyak 2 lobang di kaki. Sedangkan tsk UM ditangkap di Penjanjung Panjang dan juga diberikan timah panas petugas di kaki sebanyak 4 lobang. Tembakan terpaksa kita berikan karena tsk berupaya melawan dan melarikan diri dari petugas, sementara MD saat ini masih diburu,” terangnya.
Lebih jauh dikatakannya, sejauh ini serangkaian penyidikan dan pengembangan masih terus dilakukan. Yang jelas para tsk ini terlibat di banyak TKP, diantaranya Kepahiang, Kota Bengkulu, Seluma serta Provinsi tetangga seperti Jambi dan Linggau.
“Dari tangan para tsk selain senpi, sajam, kunci T, socket kunci mobil juga diamankan Barang Bukti (BB) berupa 8 unit HP, kain, jimat berupa tulisan huruf Arab gundul dan sejumlah BB lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, dari pengakuan para tsk diketahui jika pihaknya dalam menjalankan aksinya tidak segan-segan melukai para korbannya. Adapun para kawanan rampok ini sering melakukan pencurian kendaraan bermotor baik sepeda motor dan mobil. Tidak hanya itu, kawanan ini juga melakukan aksi pecah kaca mobil dan pembobolan rumah para korbannya.
Terpisah anggota DPRD Kepahiang Eko Guntoro mengapresiasi kinerja dari Polres Kepahiang. Hal ini karena diduga kawanan perampok yang berhasil diamankan pihak kepolisian ini merupakan kawanan perampok yang sering melaksanakan aksinya di desa Batu Bandung dan wilayah Kecamatan Bermani Ilir Kepahiang.
“Kita sangat apresiasi kinerja Polres Kepahiang, karena bisa saja kawanan ini yang sering melakukan aksi perampokan di Kepahiang,” katanya.(505)