7 Tahun Koperasi Tak Dapat Bantuan

LebongTUBEI, Bengkulu Ekspress – Sejak tahun 2011, badan usaha koperasi di Kabupaten Lebong tidak lagi mendapatkan kucuran dana bantuan. Apa pasal?, hal tersebut lantaran bantuan modal yang dikucurkan ditahun 2010 lalu oleh pemerintah pusat masih banyak yang menunggak dan belum terselesaikan hingga saat ini.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Lebong, Drs Achmad Ghozali mengatakan, ia tidak tahu persis berapa total kucuran bantuan tersebut, karena saat itu ia belum menjabat. Masing-masing koperasi yang saat itu mendapatkan kucuran dana bantuan modal bervariasi. Mulai Rp 10 juta hingga Rp 100 juta lebih.

“Kami harap pengelola koperasi yang merasa masih menunggak bisa segera melakukan pelunasan,” ujar Ghozali.

Pihaknya juga terus berupaya untuk melakukan penagihan. Hanya saja kendalanya, dari koperasi yang mendapatkan bantuan sudah tidak aktif lagi dan tidak diketahui lagi keberadaannya.

“Karena selama itu belum diselesaikan, maka pemerintah pusat tidak akan lagi mau mengucurkan dana bantuan untuk koperasi kepada kita, ” tambah Ghozali.

Disisi lain, pihaknya saat ini tengah mendata kembali jumlah koperasi di Kabupaten Lebong. Selain melakukan pendataan, Diskoperindag UKM juga akan mengevaluasi perkembangan setiap badan usaha koperasi yang ada. Baik investasi, jumlah anggota maupun bentuk pinjaman koperasi yang dikembangkan. Dengan begitu akan terdata mana koperasi yang masih aktif dan yang tidak.

“Koperasi merupakan salah satu badan usaha penting di Kabupaten Lebong. Mengingat sasaran kerjanya yang rata-rata adalah masyarakat kurang mampu. Berbeda dengan perbankan yang setiap peminjam harus punya jaminan sebagai persyaratan administrasi, ” singkatnya.(777)